SatukanIndonesia.com – Tersangka kasus berita bohong Ratna Sarumpaet sudah lebih dari sekali menjalani tes kesehatan di Biddokes Polda Metro Jaya, namun Polda Metro Jaya enggan membeberkan hasil tes kesehatan tersebut.
Hal ini disampaikan Kabiddokes Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab bahwa polisi tidak dapat membeberkan hasil tes kesehatan Ratna karena terikat dengan kode etik kedokteran walaupaun pemeriksaan tersebut dilakukan di kantor polisi.
“Jangan dong, itu kan rahasia antara pasien dan dokter pemeriksa. Kita periksa berdasarkan permintaan penyidik, hasil juga kita serahkan ke penyidik, bukan konsumsi publik,” ujarnya, Kamis (11/10/18).
Umar menjelaskan pemeriksaan tersebut untuk mengetahui penyakit dalam dan luar yang mungkin dimiliki oleh Ratna. Selain karena permintaan penyidik, biasanya pemeriksaan kesehatan dilakukan jika ada keluhan dari tahanan.
“Umum, semua kita periksa. Tiap ada keluhan, atau tiga hari dalam seminggu kita kunjungan ke rutan polda. Semua (tahanan) kita lakukan sama,” tuturnya.
Terkait dengan obat-obatan yang dikonsumsi oleh Ratna setiap harinya, Umar menduga obat tersebut berkaitan dengan operasi plastik yang telah dijalani oleh Ratna.
Menurut dia, konsumsi obat tersebut merupakan hal yang wajar karena berkaitan dengan luka yang bisa timbul pasca operasi plastik sedot lemak. Biasanya obat-obatan itu untuk menghindari terjadinya infeksi.
“Namanya bekas luka kan harus dilakukan pemeriksaan. Habis luka itu daripada kena infeksi minum antibiotik, kalau sakit kasih obat anti sakit,” ucapnya.
Pemeriksaan kesehatan Ratna yang dilakukan Rabu (10/10/18) berlangsung kurang lebih 1,5 jam. Usai Ratna diperiksa, polisi masih menanyakan kepada Ratna apakah masih kuat berjalan atau membutuhkan bantuan kursi roda. Namun Ratna menjawab dalam keadaan sehat. (*)












