
Jakarta, SatukanIndonesia.Com –Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyusun Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 yang salah satu tujuannya untuk menciptakan talenta digital nasional di tengah era transformasi digital.
Staf Khusus Menteri Kominfo (Stafsus Menkominfo) Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang, mengatakan kebutuhan talenta digital nasional terus meningkat, sehingga seluruh pihak, termasuk Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik didorong untuk ikut ambil bagian dalam program pengembangan sumber daya manusia (SDM) digital Kementerian Kominfo.
“Saya kira peluang dari ikut berpartisipasinya teman-teman Pemuda Katolik maupun organisasi kemasyarakatan lainnya ikut menunjang kebutuhan talenta digital,” ujar Stafsus Menkominfo, saat mewakili Menkominfo di acara Rakernas Pemuda Katolik di Manado, pada Jumat (27/5/2022).
Lebih lanjut Stafsus Philip Gobang menjelaskan, hingga 10 tahun kedepan dibutuhkan sekitar sembilan juta talenta digital atau sedikitnya 600 ribu talenta digital setiap tahun.
Untuk menjawab kebutuhan ini, Kementerian Kominfo telah menggelar program pendidikan formal dan non formal berupa pelatihan pelatihan pada level keterampilan digital yakni tingkat dasar, tingkat menengah, dan tingkat lanjut.
“Pada tingkat dasar bekerjasama dengan berbagai mitra terkait, Kementerian Kominfo mendorong program Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) untuk mengenalkan keterampilan digital terkait juga dengan etika digital, budaya digital dan keamanan digital,” imbuhnya.
Stafsus Philip Gobang berharap GNLD dapat meminimalisasi dampak negatif seperti ujaran kebencian, penipuan, radikalisme sekaligus mengoptimalkan potensi konten positif yang ada di ruang-ruang digital.
“Kemudian pada tingkat menengah, Kementerian Kominfo menyiapkan program Digital Talent Scholarship (DTS) bagi generasi muda Indonesia untuk meningkatkan kemampuan digitalnya melalui bidang keahlian seperti keamanan siber, kecerdasan buatan, big data, coding, augmented reality, dan virtual reallity,” jelasnya.
Pada tahun ini, Program DTS Kominfo memberikan kesempatan untuk lebih dari 200 ribu peserta generasi muda lulusan sekolah menengah atas, ibu rumah tangga, aparatur sipil negara, hingga lulsan sarjana baru (fresh graduate).
“Karena itu, saya kira Pemuda Katolik mesti mengambil bagian didalamnya, karena tersedia peluang atau kuota yang cukup besar bagi generasi muda di seluruh Indonesia,” katanya.
Pada tingkat lanjut, katanya, Kementerian Kominfo memberikan pelatihan digital melalui program Digital Leadership Academy (DLA) untuk para pengambil kebijakan berbasis digital pada level kepemimpinan lembaga publik maupun swasta.
“Pada 2022 disediakan 550 kuota bagi peserta DLA yang bekerja sama dengan 8 Universitas ternama dunia seperti Harvard Kennedy School, Oxford University, National University of Singapore, Tsinghua University, Imperial College London, Cornell University, Massachusetts Institute of Technology, dan Cambridge University,” tuturnya.
Kementerian Kominfo juga menyiapkan program beasiswa bagi pendidikan formal pada jenjang master atau S2 di bidang teknologi informasi dan komunikas dengan kouta hingga 200 peserta tahun ini.
“Secara khusus pada generasi muda yang bekerja di sektor TIK, aparatur pemerintahan pusat maupun daerah, sekaligus bagi aparatur TNI dan Polri juga diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” tandasnya.













