
Toba, SatukanIndonesia.Com -Bukti komitmen PT. TPL (Toba Pulp Lestari) hadir, tumbuh dan berkembang bersama rakyat, sebagaimana menjadi Visi pihak perusahaan TPL, maka Visi itu terus digaungkan melalui program-program nyata pihaknya, dengan melibatkan masyarakat, baik warga se-tempat, maupun kelompok masyarakat umum lainnya, yang dengan sukarela menginisiasi untuk bersinergi dengan perusahaan tersebut.
Kali ini pihak TPL menggandeng Yayasan Dr. Sjahrir dari Jakarta, dengan menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Kewirausahaan Bagi Kaum Ibu di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, untuk men-stimulasi semangat kreatifitas terkhusus dibidang ketahanan pangan dan produk UMKM lainnya.
Pelatihan ini digelar, di Sopo Partungkoan, Pondok Bina Tani TPL, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Senin, pagi, (04/07/2022).

TPL sebagai pihak penyelenggara pelatihan bagi kaum ibu Toba ini, dalam kesempatan kali ini, mendapat kehormatan, sebab kegiatan pelatihan, langsung dihadiri Komisaris Utama, Bapak Ignatius Purnomo.
Dalam sambutannya, diawal Komut TPL, Ignatius, menyampaikan doa dan rasa terima, atas waktu dan kesempatan yang disiapkan Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus, untuk mendukung, dan hadir menyaksikan pembukaan pelatihan tersebut, sebagai bukti hadirnya pemerintah daerah bagi masyarakatnya.
Dilanjutkan Ignatius, dalam sambutannya, juga ucapkan terima kasih kepada pihak pemateri, mentor pelatihan, yakni Yayasan Dr. Sjahrir, yang dipimpin Dr. Nurmala Kartini Panjaitan Sjahrir, didampingi tim-nya, Amanda Katili, Ph.D, dan Tantri, serta tak luput beri salam hangat, dan sampaikan selamat mengikuti pelatihan bagi peserta, bagi kaum ibu kuat, dan kreatif di Kabupaten Toba. Dan juga Komut Ignatius, dalam sambutannya, menginformasikan beberapa contoh kontribusi Pihak perusahaannya, terhadap pemberdayaan yang telah berhasil, diwilayah Kabupaten Toba, atas pendampingan TPL, terkhusus pelaku usahanya adalah kaum ibu Toba, dicontohkan salah satunya, dibidang budidaya Lalat BSF (Black Soldier Fly).
Lebih jelas, Ignatius memaparkan, bahwa keberhasilan Ibu rumah tangga, yakni Kurniara Simanjuntak, warga Desa Banjarganjang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara tersebut, berhasil membudidayakan Lalat BSF, sedangkan magot, atau larva yang dihasilkan Lalat BSF tersebut, dapat dijadikan atau diolah menjadi pakan utama dalam budidaya ternak unggas maupun ikan, baik ayam, itik/ bebek, maupun ikan lele, sebab mengandung protein tinggi sebagai asupan utama dalam pertumbuhan ternak tersebut. Diteruskan, cost pengadaan pakan Lalat BSF, relatif tidak ada, hanya dengan cara mengumpulkan sampah organik secara konsisten berkesinambungan, terkhusus mengumpulkan kopekan bermacam jenis sayuran dan buah yang nyaris busuk, atau buah, sayuran sudah tidak layak jual lagi dari para pedagang.
“Kegiatan pelatihan ini kita inisiasi dan selenggarakan, khusus bagi kaum ibu kreatif Toba, serta kita hadirkan pemateri yang kualifait dan expert dibidangnya, hal ini merupakan komitmen kami TPL, dalam memberikan kontribusi nyata, untuk tumbuh berkembang bersama masyarakat, guna memberdayakan masyarakat, khususnya kaum ibu untuk mendukung kreatifitasnya, terlebih bermanfaat dalam mendukung peningkatkan ekonomi keluarga, “pungkas Ignatius.

Selaras Komut Ignatius, Bupati Toba Poltak Sitorus dalam kesempatannya, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang diinisiasi pihak TPL tersebut, dengan melibatkan langsung masyarakat, guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga, dari sektor kreatif UMKM ini, pihak TPL mendapatkan apresiasi langsung dari Bupati Poltak, dan berharap usai mengikuti pelatihan itu, kaum ibu yang berkesempatan sebagai peserta, dan lebih semangat, semakin tekun menggeluti usaha keluarga, terlebih dampak positifnya, guna menambah pendapatan keluarga.
Masih Bupati Poltak, beliau juga mengimbau, agar para pelaku usaha yang ikut pelatihan tersebut, terkhusus bidang penjualan dan atau packaging suatu produk usaha, supaya dapat bergabung, dan dibina dalam kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah, oleh Dinas Perindagkop UMKM Kabupaten Toba. Dicontohkan Bupati Poltak, terlebih dalam penjualan produk, yakni cara menjual secara online agar semakin luas pemasarannya.
Selanjutnya, dalam sesi materi pelatihan oleh tim Yayasan Dr. Sjahrir, yang pimpin Dr. Nurmala Kartini Panjaitan, bersama timnya, nota bene, yayasan bergerak dalam pengembangan pendidikan, kesehatan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Diawal penyampaian topik materinya, dikatakan, bahwa perempuan itu sangat menarik, dan terhadap penguatan ketahanan pangan, juga pasti melibatkan kaum ibu.

“Memang tidak mudah mengembangkan UMKM di Toba, tapi bukan tidak mungkin, tetap semangat, mengutip kata bijak, dimana ada kemauan, disitu ada jalan, “ungkap Dr. Nurmala dalam materinya.
Dalam pelatihan tersebut peserta terlihat sangat antusias dalam mengikuti sesi- sesi materi yang disampaikan, baik oleh pihak Yayasan, maupun pihak penyelenggara, serta sesi dialog, dan tanya jawab, baik peserta, maupun pihak pemateri.
Sebelumnya, usai beri sambutan dalam acara pembukaan pelatihan tersebut, pihak Pemkab Toba, melalui Bupati Toba Ir. Poltak Sitorus memberikan penghargaan, yakni Ulos dan Cenderamata, sebagai ungkapan rasa hormat dan terimakasih, baik pihak pelaksana maupun nara sumber, dalam hal ini, pihak Perusahaan TPL, Komut Ignatius Purnomo, dan Yayasan Dr. Sjahrir, Dr. Nurmala Kartini Panjaitan, bersama timnya.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, beberapa jajaran pihak manejemen PT. TPL, antara lainnya Ramida Siringoringo, Jerry Tobing. Dan pihak Pemkab Toba, hadir Pj. Sekda Toba, Augus Sitorus, M.Si, Staf Ahli Bupati Toba, para Asisten, Plt.Kadis Perindagkop Salomo Simanjuntak, Camat Parmaksian Paiman Butarbutar, dan pejabat Pemkab Toba lainnya.(GH/SIM)













