
Jakarta, satukanindonesia.com – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong pemerataan program Magang Nasional agar lulusan perguruan tinggi di daerah memiliki peluang lebih besar memasuki dunia kerja.
Menaker Yassierli menyampaikan pentingnya distribusi peserta magang yang merata secara geografis di seluruh Indonesia.
“Kita sudah harus mulai menjadikan program Magang (Nasional) ini merata sebarannya sehingga menjadi kesempatan buat putra daerah untuk mereka bisa berkarya juga di daerah mereka masing-masing,” ujarnya.
Ia menjelaskan evaluasi pelaksanaan Magang Nasional Tahap I menunjukkan perlunya perbaikan dalam sebaran peserta.
“Mungkin tahun 2025 sebagian besar masih di Pulau Jawa karena kesempatan juga bagi adik-adik magang kita untuk merasakan pengalaman bekerja di Jawa yang dari daerah-daerah,” kata Yassierli.
Selain itu, ia menilai program ini harus lebih inklusif dari sisi kejuruan dan program studi.
Menaker menegaskan program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kualitas tenaga kerja.
“Ini adalah minimal beberapa hal yang nanti akan menjadi agenda kita untuk perbaikan ke depan, sehingga kita tahun ini memang fokusnya tahun yang pertama bagaimana memberikan pengalaman kerja,“ ujarnya.
“Lalu tahun kedua, nanti kalau ini bergulir, tidak hanya pengalaman kerja, tapi kita juga ingin memastikan mereka memiliki sertifikat dan mereka bisa diserap oleh perusahaan. Ini tentu butuh kerja keras kita semua,” lanjutnya.
Saat ini, program Magang Nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta dari berbagai perusahaan, kementerian, dan lembaga.
Sebanyak 14.952 peserta telah menyelesaikan Magang Nasional Tahap I pada 19 April 2026 setelah mengikuti program selama enam bulan.
Peserta yang menyelesaikan program penuh mendapatkan sertifikat, sementara yang mengikuti lebih dari tiga bulan memperoleh surat keterangan sebagai bekal memasuki dunia kerja.(***)













