
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (KOSGORO) 1957 Provinsi Papua Pegugunungan mendukung serta mendorong adanya wacana Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar untuk membangun koalisi dengan Partai Gerindra.
Wacana koalisi diantara kedua partai tersebut diharapkan dapat menghasilkan pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk diusung kedua partai ini pada pada Pemilu 2024 mendatang.
Dukungan itu dimuat dalam Release Maruli Tua Silaban selaku Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PDK KOSGORO 1957 Provinsi Papua Pegunungan yang diterima Media ini, Selasa, 2/5/2023.
Menurut Maruli Tua Silaban yang biasa disingkat “MTS”, pihaknya memandang perlu menyampaikan sikap berupa dukungan terhadap wacana DPP Partai Golkar untuk menjajaki terwujudnya pasangan capres/cawapres antara Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto (PS) dengan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, pasalnya wacana tersebut merupakan aspirasi yang berkembang di akar bawah dan merupakan pasangan yang ideal untuk mengisi kepemimpinan nasional lima tahun mendatang setelah berakhirnya kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Berdasarkan aspirasi dan arus utama yang dihimpun diinternal kader KOSGORO 1957 dan beberapa simpul di Provinsi Papua Pegunungan, pasangan Prabowo Subianto bersama Airlangga Hartarto merukan pasangan yang ideal untuk memimpin bangsa ini dimasa mendatang setelah kepemimpinan Presiden Jokowi,” kata Maruli.
Karenanya, lanjut Maruli pihaknya terpanggil untuk meneruskan dan menyuarakan aspirasi dan arus utama diakar rumput untuk dipertimbangkan ditindaklanjuti dan diwujudkan guna kemenangan Partai Golkar pada Pemilu 2024 mendatang.
Dikatakan, selain adanya persesuaian antara aspirasi dan arus utama diinternal kader KOSGORO 1957 di Provinsi Papua Pegunungan dengan wacana yang sedang dibangun DPP Partai Golkar dan Partai Gerindra untuk memadukan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto maju sebagai pasangan Capres/cawapres, sosok Airlangga Hartarto sebagai Capres Partai Golkar mempunyai keunggulan yang tidak dimiliki oleh tokoh-tokoh lain yang saat ini termunculkan untuk maju capres/cawapres pada tahun depan.
“Airlangga Hartarto sebagai Capres Partai Golkar yang ditetapkan dalam Munas Golkar mempunyai keunggulan banyak dibanding dengan yang saat ini telah dimunculkan sebagai bakal capres pada pemilu tahun 2024, diantaranya pengalaman dibidang pemerintahan, kemampuan untuk mengendalikan krisis selama masa pandemic (ketua pemulihan ekonomi nasional), ketua umum partai Golkar, Anggota Kabinet selama masa Pemerintahan Jokowi, dan keberhasilan dalam event-event internasional membawa harum nama bangsa Indonesia seperti KTT G-20 Tahun 2022 dan lain-lain”, katanya.
Lebih lanjut mengenai alasan pihaknya mendukung penuh terhadap upaya DPP Partai Golkar untuk mewacanakan pasangan PS dengan AH, Maruli menjelaskan, pihaknya mengamini terhadap lima pendekatan yang disampaikan Sabil Rachman Ketua DPP Partai Golkar sebagai alasan dalam memadukan kedua tokoh tersebut untuk maju pada Pilpres tahun depan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar Sabil Rachman menjelaskan, ada 5 (lima) pendekatan yang sangat rasional dan strategis sebagai pertimbangan dalam memadukan paket PS dan AH untuk memimpin bangsa ini lima tahun kedepan, antara lain:
Pertama, Keduanya merupakan Ketua Umum Partai Politik (Parpol) yang sesuai putusan partai masing- masing diberikan amanah untuk maju sebagai Presiden dalam Pemilihan Presiden ( Presiden dan Wakil Presiden) 2024- 2029.
Kedua, jika melihat peta suara dan kursi parlemen maka gabungan kedua Partai Politik ini memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Apalagi jika kemudian bisa bergabung partai- partai lain dalam apa yang biasa disebut Koalisi Besar.
Ketiga,dilihat dari konfigurasi basis tradisional dan kultural ( bukan primordial), maka keduanya mewakili kekuatan dari representasi sosial dan kultural Jawa dan Lar Jawa meskipun sebenarnya pelan- pelan isu ini telah kehilangan relevansinya (bukan variabel penting) lagi ditengah modernitas kehidupan sosial yang lebih rasional.
Keempat, kepemimpinan nasional ke-depan harus mampu menjawab tantangan nasional dan global pada 3 dimensi utama yakni penguasaan geo strategik, geo ekonomi dan geo politik nasional yang kuat.
Perpaduan kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh PS dan AH akan mampu menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itulah maka bisa dikatakan sebenarnya bahwa paket PS – AH atau AH – PS merupakan pasangam Calon Presiden dan Cawapres yang paling ideal untuk bangsa ini.
Penguasaan ekonomi yang dimiliki oleh Airlangga Hartarto dengan tipologi pengambilan keputusan teknokratik yang hati- hati dan pruden yang selama ini ditunjukkan oleh Airlangga Hartarto akan mendukung penguasaan strategik nasional dan global serta pengambilan keputusan yang terkesan cepat yang dimiliki oleh Prabowo Subianto. Jadi ibarat sopir pemegang kemudi pak PS cenderung gas tapi AH lakukan rem pelan- pelan agar keputusan bisa lebih tepat dan efektif. Paket PS- AH merupakan tipe kepemimpinan nasional yang saling mendukung satu sama lain, guna melanjutkan dan mengembankan program pembangunan yang telah digagas dan dimulai dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi yang didalamnya termasuk paket Capres/Cawapres PS- AH.
Kelima, keduanyamerupakan anggota kabinet Indonesia Maju . Posisi ini bisa memberikan dan menawarkan jaminan berlangsungnya proses transformasi dan keberlanjutan serta peningkatan dimensi akselerasi pembangunan yang diharapkan oleh berbagai pihak. Argumentasinya karena keduanya memahami anatomi seluruh proses pembangunan yang tengah dilaksanakan dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin.
Hal lain diluar dari kelima alasan tersebut, guna menjamin keberlanjutan pembangunan pembangunan saat ini, menurut Sabil, oleh karena tidak ada lagi Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang berisikan agenda dan strategi pembangunan nasional, diperlukan paket pasang calon Presiden/Wakil Presiden PS – AH sebagau jalan tengah yang bisa dijadikan sebagai alternatif yang lahir dari Rahim pemerintahan saat ini untuk melanjutkan pembangunan diberbagai sector di nusantara guna kesejahteraan rakyat.
“Munculnya paket kepemimpinan nasional yang kebetulan berasal dari rahim kabinet yang sedang berjalan sebenarmya adalah berkah bagi rakyat agar selain ada jaminan keberlanjutan juga menghindari distorsi agenda- agenda pembagunan yang pro rakyat oleh calon yang tidak memiliki nafas kesinambungannya”, tutur Sabil yang merupakan Bakal Caleg DPR RI Sulsel itu.
Sabil berharap paket PS- AH bisa terwujud sehingga transformasi utuh idealisme pembangunan dimasa Pemerintahan Jokowi mudah diwujudkan. Karenanya, lanjut Sabil, tidak ada alasan bagi Jokowi untuk tidak mendukung pasangan ideal ini.
“Pasangan ini tentu saja tidak akan menempatkan Jokowi dalam posisi sulit melainkan membantu memilih diantara calon yang disebut antitesis Jokowi dan calon yang diduga kuat akan didukung oleh Jokowi karena berasal dari Parpol yang sama dengan tugas yang sama sebagai petugas partai,” imbunya.
Lebih lanjut Sabil berpesan, Presiden Jokowi tidak perlu ragu dengan Pasangan Capres/Cawapres antara PS – AH atau sebaliknya.
“Sejatinya tidak perlu ada keraguan bagi Presiden Jokowi terhadap pasangan Capres/Wapres PS- AH, karena jika kelak terpilih pada pemilu 2024 mendatang, keduanya telah memahami jalan pikiran Jokowi dan ide- ide kebangsaan masa depan yang belum diwujudkan oleh Presiden Jokowi yang akan dilaksanakan, meskipun tentu saja tetap ada ruang penyesuaian atas peningkatan tuntutan masyarakat”, katanya. (Bardo Silaban/Redaksi)













