Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Menteri-menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak kompak. Kabar tersebut berembus menjelang pemungutan suara Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024.
Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana menyebut narasi tidak kompak menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju (KIM) yang berhembus belakangan ini tidak benar.
“Narasi politik itu jelas tidak sesuai fakta yang sesungguhya,” katanya dalam pesan singkat sebagaimana dilansir Beritasatu.com, dari Antara, Rabu (31/1/2024).
Ari memaparkan, bekalangan banyak narasi yang cenderung tendesius kepada pemerintah. Beberapa di antaranya, mulai dari kabinet kompak, suasana kerja tidak nyaman, menteri tidak dilibatkan dalam rapat tim penilai akhir (TPA), menteri diperiksa ketat masuk istana, hingga wacana menteri minta mundur.
Dari rangkaian narasi tersebut, Ari mengatakan, dibangun persepsi seolah-olah para menteri kecewa dengan kepemimpinan Presiden Jokowi.
“Padahal, kalau teman-teman media mengikuti suasana menjelang sidang kabinet paripurna atau rapat terbatas kabinet, menteri-menteri ngeriung, saling sapa, ngobrol, atau bercanda satu sama lain. Tidak ada suasana pemilu dalam rapat-rapat kabinet,” bebernya.
Bahkan, Ari mengeklaim, para menteri yang berasal dari latar belakang partai politik yang beragam dan berada dalam koalisi pilpres yang berbeda juga saling berkomunikasi dengan akrab. “Silaturahmi antarmenteri tetap terjalin dengan baik tanpa harus terganggu situasi politik jelang pemilu,” kata dia.
Ari juga membantah adanya pemeriksaan yang diperketat bagi para menteri untuk mengikuti sidang atau kabinet. Pemeriksaan masuk dan ke luar istana berjalan seperti biasa sesuai SOP pengamanan di lingkungan Istana oleh Paspampres.
Pengambilan keputusan di kabinet, menurut dia, juga dilakukan dengan melibatkan menteri-menteri terkait, sesuai dengan tema yang dibahas.
“Rapat kabinet dan rapat TPA disiapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Semua isu kebijakan dibahas di atas meja. Semua menteri punya kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat dan gagasannya. Presiden juga membuka ruang-ruang perdebatan sebelum diputuskan oleh Bapak Presiden (Jokowi),” tuturnya.
Selain itu, koordinasi dan kekompakan antar menteri terus terjaga dengan digelarnya rapat-rapat tingkat menteri yang dipimpin para menteri koordinator. Rapat koordinasi tingkat menteri itu, menunjukkan konsolidasi di internal pemerintahan tetap berjalan, kompak, dan solid sesuai dengan arahan Presiden.
“Saya berharap suasana kerja kabinet yang sudah sangat baik, yang dilakukan untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara, jangan justru diganggu dengan narasi-narasi politik yang hanya dirancang untuk kepentingan sesaat, apalagi hanya untuk menurunkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat pada pemerintahan Presiden Jokowi,” ungkap Ari. (***)












