
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma mewakili Kasal Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menjadi penceramah dalam acara Perwira Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXVI TA 2024 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI di Gedung Pancagatra, Lemhannas RI, Jakarta Pusat, Selasa (2/7). Dalam paparannya, Wakasal memberikan gambaran kebijakan pembinaan kekuatan TNI AL 2025-2044.
Pokok pembahasan dalam ceramah kali ini, Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma memberikan gambaran serta langkah-langkah strategis demi terwujudnya postur kekuatan TNI AL yang modern, menggentarkan dan berproyeksi global dalam momentum 100 tahun Republik Indonesia untuk mewujudkan kekuatan maritim yang disegani di kawasan serta diakui dunia.
Dalam Rilis Dispenal yang diterima SatukanIndonesia.Com, Selasa, (2/7), dikabarkan, ceramah Wakasal bahwa pembangunan dan pengembangan kekuatan matra laut yang selaras dengan visi Indonesia Tahun 2045 yakni Negara Nusantara Berdaulat, Maju dan Berkelanjutan ini tidak hanya terbatas pada modernisasi Alutsista, tetapi juga mencakup penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana (Sarpras) pendukung, fasharkan, sarana pelatihan, serta dukungan dari Industri Pertahanan Nasional (Inhan).
“TNI AL harus memiliki kemampuan operasional untuk melaksanakan misi-misi utama (operational approach) guna mendukung tugas-tugas TNI AL. Untuk dapat melaksanakan misi-misi utama, TNI AL harus memiliki kemampuan melaksanakan fungsi-fungsi operasi (operational functions)”, ujar Wakasal.
Dalam kesempatan tersebut, Wakasal turut menyampaikan bahwa pengembangan kekuatan TNI AL mengacu pada kebijakan pemerintah dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan meneguhkan visi TNI AL yang modern, berdaya gentar kawasan dan berproyeksi global dengan menitikberatkan pengembangan kekuatan TNI AL yang bertumpu pada striking dan amphibious force yang didukung Gun Unmanned System, Patrolling dan Supporting force yang digelar sampai dengan luar wilayah yurisdiksi nasional Indonesia. (Redaksi)













