
JAKARTA, SATUKANINDONESIA.Com – Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaruan Indonesai (DPP AMPI) mengadakan Rapat Pleno keempat dengan agenda konsolidasi organisasi yang berlangsung di Ruang Rapat DPP AMPI, Slipi, Sabtu (14/9/2024).
Jerry Sambuaga selaku Ketua Umum DPP AMPI memimpin langsung rapat pleno tersebut yang berlangsung sekitar 10 Jam untuk menghasilkan beberapa keputusan penting.
Dengan penuh dinamika dan warna – warni pemikiran yang timbul dalam rapat hingga memakan waktu 10 jam rapat tersebut, Jerry mampu menghasilkan beberapa keputusan untuk menjadi pedoman dalam menjalankan roda organisasi sayap Partai Golkar tersebut.
Adapun beberapa keputusan penting organisasi, diantaranya menonaktifkan Sekjen Ahmad Andi Bahri yang diduga tersangkut berbagai permasalahan organisasi. Penon-aktifan terhadap Sekjen DPP AMPI, Ahmad Andi Bahri, pasalnya Sekjend AMPI tersebut mempunyai berbagai permasalahan yang dialamatkan kepadanya saat ini oleh beberapa pengurus sehingga harus diklarifikasi.
Kedua, ditunjuknya Plt Sekjen DPP AMPI yaitu Rizky Maulana. Keputusan ini diambil untuk mengisi kekosongan posisi Sekjen dan memastikan agar roda organisasi tetap berjalan.
Ketiga, dibentuknya tim khusus untuk melakukan rapat terbatas sesuai dengan Peraturan Organisasi untuk membahas permasalahan Sekjen Ahmad Andi Bahri.
Rapat khusus ini langsung dikomandoi oleh Wakil Ketua Umum DPP AMPI Ema Lamajido yang nantinya akan melaporkan hasilnya dalam rapat pleno khusus terkait pelanggaran disiplin organisasi.
“Keputusan dalam rapat pleno ini diambil dalam rangka mendengar aspirasi dari peserta rapat pleno dan mencari solusi bersama. Walaupun sempat dinamis tetapi keputusan rapat pleno harus berlandaskan mekanisme organisasi seperti perihal terkait pelanggaran disiplin organisasi sebagaimana diatur dalam Perarutan Organisasi,” ujar Jerry Sambuaga, Sabtu (14/9), sebagaimana dilansir dari SUARAINVESTOR.COM.
Ditanya terkait insiden kekerasan yang terjadi dalam rapat pleno Jerry Sambuaga mengatakan bahwa memang terjadi beberapa insiden dalam rapat pleno.
“Ada aksi provokasi, bahkan ada aksi anarkis, yakni penarikan paksa bahkan pemukulan oleh oknum yang tidak dikenal terhadap Sekjen Ahmad Andi Bahri. Ada juga aksi walkout oleh sekelompok pengurus DPP AMPI dan membuat rapat pleno sendiri,” ujar Jerry.
“Tidak boleh ada aksi kekerasan ketika menyikapi perbedaan pendapat. Tindakan kekerasan dan anarkis kepada siapapun sama sekali tidak bisa dibenarkan,” ujar Jerry.
Jerry pun menyampaikan sesuai dengan mekanisme organisasi AMPI yang berlaku dalam setiap forum, rapat, dan sidang, ketika ada pengurus yang walkout, artinya mereka tidak lagi mengikuti rapat. Tentu ini sikap yang kita hormati.
“Tetapi apapun sikap itu, tidak mengubah keputusan resmi yang sudah diputuskan dalam rapat pleno yang tetap kuorum yang dipimpin oleh saya. Jadi apapun yang mereka lakukan di luar rapat resmi pleno yang saya pimpin adalah tidak sah, termasuk mosi tidak percaya yang secara sepihak mereka ajukan. Berbeda pendapat adalah hal biasa dalam organisasi, tetapi mekanisme dan prosedur dalam organisasi harus tetap dijalankan,” tutup Jerry.(***)











