• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Ada Apa di Balik Manuver Effendi dan Masinton?

Ada Apa di Balik Manuver Effendi dan Masinton?

Agustus 3, 2021
Papua Barat Naikkan Status Karhutla Jadi dari Siaga ke Waspada

Papua Barat Naikkan Status Karhutla Jadi dari Siaga ke Waspada

September 12, 2026
Studi Tiru Ke SLB Negeri 1 Bantul, Wiwiek Hargono Dorong Penguatan Keterampilan dan Kemandirian Siswa SLB Patriot Kota Bekasi

Studi Tiru Ke SLB Negeri 1 Bantul, Wiwiek Hargono Dorong Penguatan Keterampilan dan Kemandirian Siswa SLB Patriot Kota Bekasi

September 12, 2026
ADVERTISEMENT
Pemkot Bekasi Dan DPRD Tandatangani Perubahan KUA-PPAS

Pemkot Bekasi Dan DPRD Tandatangani Perubahan KUA-PPAS

September 12, 2026
Pastikan Distribusi Energi, Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker

Pastikan Distribusi Energi, Pertamina Kerahkan 350 Kapal Tanker

September 12, 2026
Dari Rapat Paripurna: DPRD Kota Batam Tambah 30 Hari Masa Kerja Pansus Ranperda Pengelolaan Sampah

Dari Rapat Paripurna: DPRD Kota Batam Tambah 30 Hari Masa Kerja Pansus Ranperda Pengelolaan Sampah

September 12, 2026
Gelar Paripurna, Fraksi-Fraksi DPRD Kota Batam Sampaikan Pemandangan Umum Terkait Ranperda APBD 2027

Gelar Paripurna, Fraksi-Fraksi DPRD Kota Batam Sampaikan Pemandangan Umum Terkait Ranperda APBD 2027

September 12, 2026
DPRD Kota Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Naik Rp294,35 Miliar

DPRD Kota Batam Sahkan Perubahan APBD 2026, Belanja Daerah Naik Rp294,35 Miliar

September 12, 2026
TNI AL Gelar Apel Siaga dan Tasyakuran Hari Jadi TNI AL Ke-81 Tahun 2026

TNI AL Gelar Apel Siaga dan Tasyakuran Hari Jadi TNI AL Ke-81 Tahun 2026

September 12, 2026
Hari Ketiga Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak, TNI AL dan Tim Gabungan Terus Berupaya Menyisir Selat Sunda

Hari Ketiga Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak, TNI AL dan Tim Gabungan Terus Berupaya Menyisir Selat Sunda

September 12, 2026
Tiga ASN yang Ditembak, Mentan RI : Gugur sebagai Pahlawan Pangan

Tiga ASN yang Ditembak, Mentan RI : Gugur sebagai Pahlawan Pangan

September 12, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, September 12, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Ada Apa di Balik Manuver Effendi dan Masinton?

[Nasional]

Agustus 3, 2021
in Nasional
0
0
SHARES
206
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
Illustrasi Duo Kader PDIP, Effendi dan Masinton Foto: habanusantara.net/
Illustrasi Duo Kader PDIP, Effendi dan Masinton Foto: habanusantara.net/

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Serangan duo Effendi-Masinton dinilai cara PDIP jaga jarak dari Jokowi, duo kader PDIP, Effendi Simbolon dan Masinton Pasaribu, kompak mengkritik pemerintah terkait penanganan pandemi Corona. Effendi terang-terangan mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi), sedangkan Masinton menyentil Luhut Binsar Pandjaitan.

“PDIP mencoba mencari langkah aman, dengan tidak membela kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 ini secara membabi buta,” kata Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Menurut doktor politik lulusan University of Queensland ini, sikap Effendi dan Masinton muncul karena PDIP melihat celah negatif dalam pendekatan pemerintah untuk menangani pandemi Corona. PDIP disebut ingin sedikit menjaga jarak. Baca juga: Diperpanjang Lagi, PPKM Level 4 Berlangsung Hingga 9 Agustus

“Hal itu mengindikasikan bahwa PDIP juga telah melihat sejumlah celah-celah kelemahan pendekatan pemerintah, baik dalam penanganan pandemi maupun penyelamatan ekonomi,” ujar Umam.

“Dengan berstrategi mengambil jarak dari pemerintah, PDIP bisa terhindar jika masyarakat Indonesia kelak menyalahkan pemerintah terkait dengan penanganan pandemi yang telah mengorbankan nyawa rakyat yang tidak tertangani secara medis dengan memadai,” imbuhnya.

Pengajar di Universitas Paramadina ini menyebut PDIP seperti sedang menyiapkan kapal penyelamat atau sekoci jika melihat komentar-komentar Effendi Simbolon dan Masionton Pasaribu. Sekoci ini disebutnya dibutuhkan andai kritik masyarakat kepada pemerintah soal Corona semakin menjadi-jadi.

“Penilaian kritis terhadap kualitas kinerja pemerintah itu kini sudah mulai bermunculan dari kalangan masyarakat sipil maupun media-media di luar negeri. Dengan demikian, sejumlah komentar kritis para politisi PDIP merupakan ikhtiar untuk menyediakan ‘sekoci’ jika arus kritisisme masyarakat terus berkembang dan dampak sosial-ekonomi akibat pandemi semakin tidak terkendali,” ujar Umam.

Baca juga: ICW: “Pimpinan KPK Tidak Mau Menangkap Harun Masiku”, Takut Nyasar ke Elit Politik!

Kritik Effendi Simbolon kepada Jokowi ini terkait penilaian epidemiolog soal kemungkinan Indonesia masuk jebakan pandemi. Sementara itu, Masinton Pasaribu, yang menanggapi kritik Effendi Simbolon, malah menyalahkan Koordinator PPKM Darurat Luhut Binsar Pandjaitan. Masinton menyebut kritik Effendi Simbolon tak khusus untuk Jokowi.

“Ada Menko yang ditunjuk sebagai koordinator dalam penanggulangan COVID di beberapa provinsi dan mengkoordinir penerapan PPKM, justru hasilnya di beberapa provinsi yang dikoordinir malah terjadi lonjakan dan fasilitas medis untuk perawatan tidak siap. Mengabaikan kerja mitigasi penanggulangan COVID dan terlalu reaksioner menanggapi kritik dan masukan dari masyarakat, ngoceh sendiri tak ada solusi,” ujar Masinton.

Baca juga: Sumbangan Akidi Tio Rp2 Triliun Ternyata Bermasalah, Polda Sumsel Akan Pidanakan Anaknya

(nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Covid-19Effefndi SimbolonMasinton PasaribuPDIPPresiden Jokowi
ShareTweetSend

Related Posts

Anggaran MBG Diambil dari Pos Pendidikan di APBN 2026

Anggaran MBG Diambil dari Pos Pendidikan di APBN 2026

Februari 26, 2026
Ketum Megawati Paksakan Olly Dondokambey Tetapkan Ketua DPD Sulut Meski Melanggar AD/ART PDI-P

Ketum Megawati Paksakan Olly Dondokambey Tetapkan Ketua DPD Sulut Meski Melanggar AD/ART PDI-P

Desember 24, 2025
Dasco Sambut Baik Dukungan PDIP Untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Dasco Sambut Baik Dukungan PDIP Untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran

Agustus 4, 2025

Megawati : PDIP Diluar Kabinet Tapi Tidak Oposisi

Agustus 4, 2025

PDIP Pastikan Tak Ada Transaksional di Amnesti Hasto Kristiyanto

Agustus 2, 2025
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?