
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap agar 43 daerah yang melaksanakan PPKM Ketat di luar Jawa-Bali dapat membatasi kegiatan masyarakat.
Airlangga juga mengharapkan agar kegiatan di malam hari ditiadakan selama pelaksanaan PPKM Ketat.
“Pengetatan Kabupaten Kota ini dengan tugas pertama menambah kapasitas rumah sakit, dua menurunkan mobilitas,” kata Menko Perekonomian Airlanggar Hartarto, di akun YouTube, Kementerian Koordinator Perekonomian, Rabu (7/7/2021).
“Sehingga, mobilitas masyarakat diperketat sehingga malam tidak ada kegiatan. Kegiatan masyarakat seluruhnya dihentikan pukul lima sore,” katanya.
Airlangga berharap, tidak ada kerumunan di tengah masyarakat daerah PPKM Mikro Ketat. Sehingga, kegiatan yang akan menimbulkan kerumunan harus dilarang.
“Kemudian, kegiatan-kegiatan di zona tempat tersebut tidak ada kegiatan-kegiatan kumpul kemasyarakatan baik itu untuk hajatan untuk pembelajaran maupun untuk kegiatan kegiatan peribadatan,” katanya.
Airlangga berharap, dengan pengetatan ini, akan menurunkan mobilitas masyarakat. Sehingga, hanya sebagian kecil masyarakat yang bergerak dan beraktivitas di lokasi itu.
“Dengan adanya pengetatan penurunan mobilitas yang ditargetkan mobilitas bisa ditekan di bawah 50% dan juga tentu idealnya kita rem sampai di bawah 30%. Tentu akan berefek pada aktivitas ekonomi. Aktivitas ekonomi yang kita jaga adalah yang berbasis ekspor atau manufaktur,” katanya. (FA/SI).













