
MANOKWARI, satukanindonesia.com – Untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras bantuan Juli-Septembet 2026. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Gudang Bulog.
Sidak yang dilakukan pada tanggal 14 Agustus 2026 lalu ini guna memastikan bantuan beras yang didistribusikan kepada masyarakat di 14 distrik hingga tingkat kampung, sesuai dengan standar kualitas dan jumlah yang telah ditetapkan.
Bupati Manokwari, Hermus Indou menegaskan, ketersediaan pangan berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat.
“Bicara beras sama dengan bicara kesejahteraan, dan yang paling penting masyarakat harus terus makan. Kita ingin memastikan rakyat Manokwari tidak kelaparan. Terima kasih karena negara hadir di sini melalui Bulog,”kata Hermus.
Dia menekankan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan sungguh-sungguh, tidak hanya sekadar menyalurkan bantuan tetapi juga menjamin mutu beras yang diterima warga.
“Ini bentuk pelayanan yang harus dilakukan dari hati. Kita kejar kualitasnya, masyarakat harus menerima yang terbaik dan layak konsumsi,”tegasnya.
Sementara Sheika Irawaty, Kepala Perum Bulog Cabang Manokwari menjelaskan, bantuan pangan tahap kedua ini dialokasikan untuk tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Dirincikannya, total penerima bantuan pangan (PBP) di Kabupaten Manokwari tercatat sebanyak 22.480 penerima yang tersebar di 14 distrik.
Diman, masing-masing penerima mendapatkan alokasi 30 kilogram beras, sehingga total beras yang disalurkan mencapai 674,4 ton (674.400 kilogram). Penyaluran bantuan pangan ini ditargetkan tuntas paling lambat 30 September 2026.
“Apabila terdapat kekurangan volume atau kerusakan beras selama proses pengangkutan, seperti beras basah atau rusak, hal tersebut menjadi tanggung jawab transporter untuk segera diganti,”katanya. [***/GRW]













