
JAYAPURA, SatukanIndonesia.com – Penjabat atau Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong mempertanyakan apa yang menjadi tolak ukur menuju Indonesia emas pada 2045 mendatang.
Pertanyaan itu disampaikan Ramses Limbong disela-sela kegiatan internalisasi peta jalan pembangunan kependudukan untuk periode 2025-2029 dan rencana aksi dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah regional VII, yang diselenggarakan BKKBN di Kota Jayapura, Papua, Jumat (13/06/2025).
“Pak Deputi, sampaikan asta cita kita menuju Indonesia emas, pertanyaan besarnya, tolak ukurnya apa? Ada ngak? mulai dari sekarang sampai 2045, sehingga saya tidak suka hanya ada acara seremonial yang kita hadir tetapi tidak ada tolak ukur yang ternilai,”kata Ramses Limbong.
Menurutnya, meski perencanaan sangat penting sebagai indikator keberhasilan maupun bahan evaluasi suatu kegiatan, namun harus ada satu tolak ukur yang disepakati terkait untuk suatu persoalan.
“Masalah kependudukan, itu tidak hanya masalah penduduk. Tetapi mulai dari lahir sampai usia produktif, hingga meninggal dunia, di daerah ada anggaran, tetapi tolok ukurnya apa? Ada output dan outcome yang bisa dirasakan oleh masyarakat itu sendiri. Ini menjadi tantangan buat kita semua,”ucapnya.
Menurutnya, di masing-masing daerah ada anggaran yang diberikan pemerintah pusat. Akan tetapi, belum terlihat secara detail yang menjadi tolok ukur menuju Indonesia emas pada 2045.
“Saya tidak mau masyarakat kita, orang asli Papua seolah-olah diafrimasi. Kita harus berubah agar memiliki daya saing, masyarakat kita ada banyak yang putus sekolah,”ujarnya.
Katanya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN agar tidak hanya menerima laporan. Akan tetapi membuat evaluasi kinerja pemerintah di seluruh Tanah Papua.
“Saya minta BKKBN tidak hanya menerima laporan, tetapi membuat evaluasi anggaran yang dikeluarkan apakah digunakan ngak? Kalau tidak digunakan baik apa sangsinya?”kata Limbong.
Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ukik Kusuma Kurniawan mengatakan, visi Indonesia emas 2045 merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk menjadi negara maju dan sejahtera.
”Visi ini dibangun berdasarkan semangat kualitas hidup masyarakat Indonesia, yang menjadi Indonesia sebagai negara yang berdaulat maju dan sejahtera,” kata Ukik.
Katanya, untuk mencapai visi itu diperlukan upaya sistematis dan terstruktur oleh seluruh pihak, termasuk pemerintah pusat dan daerah. Kementerian kependudukan dan pembangunan keluarga ikut serta mempersiapkan sumber daya yang unggul, dan membangun keluarga yang berkualitas menuju Indonesia emas.
“Tantangan yang perlu kita respons bersama yakni, ketimpangan pembangunan antarwilayah, pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk akses keluarga berencana dan pelayanan kesehatan reproduksi, masalah kualitas stunting. Masih tingginya angka putus sekolah diusia muda, dan merespons isu kependudukan lainnya,”tukasnya. [**/GRW]













