• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
April 2026, Total Pengungsi Internal di Tanah Papua Berjumlah 107.000

April 2026, Total Pengungsi Internal di Tanah Papua Berjumlah 107.000

April 21, 2026
Komisi VIII DPR Dorong Layanan Haji 2026 Harus Optimal Sejak Kloter Pertama

Komisi VIII DPR Dorong Layanan Haji 2026 Harus Optimal Sejak Kloter Pertama

April 21, 2026
Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas Kementan, Usulkan Penguatan Irigasi ‎

Bupati Tapanuli Utara Hadiri Rakornas Kementan, Usulkan Penguatan Irigasi ‎

April 21, 2026
ADVERTISEMENT
Menteri PPPA Sebut Tantangan Besar Kesetaraan Gender di Hari Kartini 2026

Menteri PPPA Sebut Tantangan Besar Kesetaraan Gender di Hari Kartini 2026

April 21, 2026
Menko Yusril: Pemulihan Aset Jadi Fokus Penanganan Kejahatan Siber

Menko Yusril: Pemulihan Aset Jadi Fokus Penanganan Kejahatan Siber

April 21, 2026
Wali Kota Batam Tegaskan Stabilitas Sosial jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

Wali Kota Batam Tegaskan Stabilitas Sosial jadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi

April 21, 2026
Ketua DPR Berharap Kritik Harus Mengedepankan Sikap Saling Menghargai

Ketua DPR Berharap Kritik Harus Mengedepankan Sikap Saling Menghargai

April 21, 2026
Uang Gereja Paroki Aek Nabara Dikembalikan Full, Suster Natalia Ucapkan Terima Kasih ke Presiden dan DPR

Uang Gereja Paroki Aek Nabara Dikembalikan Full, Suster Natalia Ucapkan Terima Kasih ke Presiden dan DPR

April 21, 2026
Tri Adhianto Komitmen Penataan Kabel Semrawut, Wujudkan Kota Yang Aman Dan Nyaman

Tri Adhianto Komitmen Penataan Kabel Semrawut, Wujudkan Kota Yang Aman Dan Nyaman

April 21, 2026
Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Dinilai Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

Harga BBM Subsidi Tetap, Pemerintah Dinilai Komitmen Lindungi Rakyat dan Perkuat Solidaritas Sosial

April 21, 2026
SUKSES DIGELAR: Festiku 2026 Jadi Magnet Diaspora Kutoarjo, UMKM Laris Manis

SUKSES DIGELAR: Festiku 2026 Jadi Magnet Diaspora Kutoarjo, UMKM Laris Manis

April 21, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, April 21, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

April 2026, Total Pengungsi Internal di Tanah Papua Berjumlah 107.000

(Daerah)

April 21, 2026
in Daerah
0
0
SHARES
61
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

 

FOTO: Dewan Gereja Papua dan Pastor Pribumi saat menyikapi krisis kemanusiaan di Tanah Papua//ISTIMEWA

JAYAPURA, satukanindonesia.com – Dewan Gereja Papua menyatakan, jumlah pengungsi internal di berbagai wilayah di Tanah Papua hingga April 2026, mencapai 107.000 orang. Pengungsi internal di berbagai wilayah, di Tanah Papua ini terjadi sejak akhir 2018 silam.

 

Demikian Pdt. Dorman Wanimbo dari Dewan Geraja Papua melalui keterangan pers tertulis, Selasa (21/04/2026).

 

Ia mengatakan, pengungsian internal ini terjadi akibat meningkatnya eskalasi kekerasan dan krisis kemanusiaan di Tanah Papua. Situasi itu makin terlihat pada Maret-April 2026, terutama di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Puncak dan Dogiyai.

 

Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan operasi militer yang berdampak langsung pada warga sipil.

 

“Selain menimbulkan korban jiwa, situasi ini juga memicu pengungsian internal secara massal serta terganggunya layanan dasar masyarakat,”kata Pdt. Dorman Wandikbo.

 

Katanya, pengungsi internal di Tanah Papua menghadapi kondisi memprihatinkan, terutama keterbatasan pangan, layanan kesehatan, dan perlindungan. Situasi ini diperparah oleh meluasnya aktivitas militer di ruang-ruang sipil seperti kampung, gereja, sekolah, dan pasar.

 

“Dampaknya, kehidupan sosial masyarakat terganggu, termasuk aktivitas pendidikan, ekonomi, dan ibadah. Akses terhadap layanan kesehatan juga sangat terbatas, sehingga banyak korban tidak tertangani secara cepat dalam kondisi darurat,”ucapnya.

 

Dikemukakannya, dalam beberapa hari terakhir kembali terjadi peristiwa yang mengorbankan warg sipil di Distrik Pogama dan Kembru, Kabupaten Puncak, Papua Tengah akibat operasi militer di sana pada 12-15 April 2026, dengan melibatkan kekuatan darat dan udara.

 

Ia mengatakan, serangan itu menyebabkan kerusakan pemukiman warga, serta adanya warga sipil yang meninggal dunia dan luka-luka.

Ada laporan yang menyebut, korban meninggal dunia dalam operasi itu sembilan orang dan lima warg terluka. Namun laporan lain menyebut, korban meninggal dunia dari kalangan warga sipil 15 orang dan tujuh lainnya terluka.

 

“Sekitar tujuh kampung terdampak langsung dan sebagian wilayah masih sulit diakses. Kesaksian warga menyebutkan bahwa serangan juga terjadi di area yang selama ini dianggap sebagai zona sipil dan tempat pengungsian,”ucapnya.

 

Sementara Pastor Pribumi, Pastor John Bunay mengatakan, Dewan Gereja Papua menilai kondisi ini tidak terlepas dari kebijakan negara, termasuk Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2017 dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2020 tentang percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

 

“Kami menilai pendekatan pembangunan yang dikombinasikan dengan pendekatan keamanan justru memperdalam krisis kemanusiaan dan membuat masyarakat asli Papua semakin terpinggirkan,”kata Pastor John Bunay.

 

Dikatakannya, sejumlah penelitian sebelumnya seperti yang dilakukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menunjukkan bahwa akar konflik Papua meliputi persoalan rasisme, kegagalan pembangunan, isu politik, serta lemahnya akuntabilitas aparat keamanan.

 

“Namun hingga kini, pendekatan dialog damai belum menjadi prioritas utama dalam penyelesaian konflik,”kata Pastor John Bunay.

 

Dalam pernyataannya, Dewan Gereja Papua menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian segera operasi militer di wilayah sipil, perlindungan maksimal bagi warga sipil, serta pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan bagi para pengungsi.

 

Dewan Gereja Papua juga mendesak, adanya investigasi independen atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia serta membuka akses bagi jurnalis asing untuk meliput situasi di Papua.

 

Menyerukan pentingnya dialog damai sebagai jalan penyelesaian konflik. Gereja, masyarakat sipil, dan seluruh pihak juga diajak bersatu dalam doa dan tindakan nyata guna menyelamatkan kehidupan masyarakat Papua yang saat ini berada dalam krisis kemanusiaan.

Sebab, masa depan Papua hanya dapat dibangun di atas keadilan, kemanusiaan, dan dialog damai yang bermartabat, bukan kekerasan. [GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Dewan Gereja Papua (DGP)Operasi MiliterPdt. Dorman Wanimbopengungsi
ShareTweetSend

Related Posts

Intan Jaya Papua darurat kemanusiaan, DGP : Hentikan Operasi Militer

Intan Jaya Papua darurat kemanusiaan, DGP : Hentikan Operasi Militer

Mei 31, 2025
DPR: Pemberantasan Terorisme Harus Dilakukan Serentak!

DPR: Pemberantasan Terorisme Harus Dilakukan Serentak!

September 22, 2020
Cerita Pengungsi Asal Vietnam Menang Undian Rp640 Miliar

Cerita Pengungsi Asal Vietnam Menang Undian Rp640 Miliar

September 1, 2019
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?