
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Gubernur provinsi Papua, Matius D. Fakhiri menegaskan, pentingnya pembangunan hubungan persaudaraan antara Provinsi Papua dan Papua Nugini (PNG), mengingat kedua wilayah berbatasan langsung, dan memiliki banyak potensi kerja sama lintas negara.
Matius D. Fakhri sebagai Gubernur menerima kunjungan kerja Duta Besar (Dubes) RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Andriana Supandi di Kota Jayapura, Rabu (10/12/2025).
“Selaku provinsi yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini (PNG) membutuhkan hubungan persaudaraan, sehingga kami perlu mendapat masukan dari Duta Besar,”kata Fakhiri melalui keterangan yang diterima, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, kerja sama luar negeri justru dapat memberi nilai ekonomi lebih besar bagi Papua. Untuk itu, apa yang sudah disampaikan Dubes akan kami (pemerintah) segera tindaklanjuti.
“Tentunya kalau hubungan luar negara bisa kita lakukan, nilainya pasti lebih baik dan lebih besar untuk membantu Provinsi Papua menambah PAD. Ini saya akan bangun,”ujarnya.
Gubernur Fakhiri menilai, narasi positif tentang Papua perlu terus disampaikan, agar tidak dikalahkan oleh informasi yang menyesatkan.
“Menceritakan bahwa Papua sesungguhnya lebih maju dan tidak ada lagi kata-kata bahwa Papua ada kekerasan ini, kekerasan itu bahkan mungkin yang lain-lain,”ujarnya.
Oleh karena itu, Gubernur Fakhiri berharap kunjungan diplomatik dapat membuka pandangan negara-negara Pasifik.
“Papua harus menjadi etalase bangsa, kita sudah maju. Mudah-mudahan dengan kunjungan ini kami juga akan datang nanti ke Pasifik,”tuturnya.
Duta Besar RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon, Andriana Supandi mengatakan pihaknya melihat potensi kerja sama yang sangat besar antara Papua dan PNG.
“Kami melihat banyak sekali potensi kerjasama dan kami mendapat juga masukan dari Gubernur. Apalagi setiap bulannya 8.000 warga negara masuk ke wilayah kita di Papua. Ini banyak potensi yang bisa kita kerjasamakan,”kata Andriana.
Menurut Andriana, sejumlah program konektivitas sedang berjalan dan akan diperluas.
“Sepertinya sekarang dalam waktu dekat kita akan melihat juga ada konektivitas jalan darat, yang mana sudah ada Damri dengan rute Jayapura–Vanimo pulang pergi. Sebentar lagi ada penerbangan langsung resmi ke Sentani Jayapura,”ujarnya.
Meskipun demikian, Andriana menegaskan, bahwa kerja sama dibidang kesehatan dan pendidikan menjadi prioritas karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat kedua negara.
“Banyak fasilitas modern di Papua yang dapat dipromosikan ke PNG dan Kepulauan Solomon. Sebagai contoh Rumah Sakit Umum Pusat Jayapura yang baru. Itu bisa kami promosikan ke Papua Nugini dan Solomon untuk berobat ke sini,”ucapnya.
Selain itu, sektor pertambangan, ekonomi, perdagangan, dan investasi dinilai memiliki prospek besar.
“Tentunya banyak kerjasama lainnya yang bisa dilakukan, dan tentu membawa keuntungan bagi Papua dan PNG,”tandasnya. [**/GRW]













