
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Arus lalu lintas semakin meningkat di pos penyekatan operasi peniadaan mudik Tanjungpura Karawang, Rabu (12/5/2021) dini hari.
Petugas berkali-kali menerapkan buka tutup penyekatan untuk mengurangi kemacetan.
“Hari ini padat karena mungkin hari terakhir kerja bagi karyawan, prediksi kami memang arus semakin padat,” kata Kapolres Karawang AKBP Rama Samtama Putra, Rabu (12/5/2021).
Sistem buka tutup penyekatan ditempuh untuk mengurai kemacetan baik dari arah Bekasi menuju Karawang maupun sebaliknya.
“Tapi kami terus koordinasi dengan pos penyekatan sebelum Tanjungpura di Kedungwaringin, dan setelah Tanjungpura di perbatasan Subang, Indramayu, Cirebon,” kata Rama.
Rama mengatakan, banyak modus pemudik agar bisa menembus penyekatan. Seperti dengan menyamar sebagai pengendara ojek online yang sedang mengantar penumpang. Atau beralasan keluarga sakit.
“Tapi ketika petugas meminta ditunjukkan surat keterangan dan surat negatif COVID-19, mereka tidak bisa menunjukkan. Kami putarbalikan,” ujarnya.
“Sepanjang pemudik bisa menunjukkan dua surat tersebut, tetap kami beri lewat,” terangnya.
Sementara itu di lokasi yang sama, Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol Eddy Sumitro Tambunan mengatakan puncak arus mudik bisa terjadi sampai malam takbiran.
“Namun kami tetap standby mau puncak atau tidak,” katanya.
Polda Jawa Barat tidak akan melakukan penambahan personel. Informasi terakhir, sebanyak 17 ribu personel disiagakan di 158 titik penyekatan di Jawa Barat.
Pantauan di lokasi, petugas memutarbalik ribuan kendaraan berpelat nomor luar. Sementara khusus untuk kendaraan berpelat nomor T berhak melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. (FA/SI).













