• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Blue Moon 2021, Akan Hiasi Langit RI pada 22 Agustus 2021

Blue Moon 2021, Akan Hiasi Langit RI pada 22 Agustus 2021

Agustus 19, 2021
Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

September 23, 2026
Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
ADVERTISEMENT
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026
Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026
Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026
Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

Pemerintah Didesak Data Pengungsi di Daerah Konflik Papua

September 23, 2026
Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

Bertemu Sekjend PBB Guterres, Perdana Menteri Wale Minta Dukungan

September 23, 2026
TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

TNI AL Berhasil Gagakan Penyelundupan 3 Ton Sianida Asal Filipina di Perairan Gorontalo

September 22, 2026
TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

TNI AL Ungkap Dugaan Pengangkutan BBM Ilegal di Semarang

September 22, 2026
Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

Mobil Mewah Dibeli Baru, Diduga Tak Sesuai & Garansi Hangus, Pembeli Mobil Mewah di Batam Mengadu ke DPRD Batam

September 22, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, September 23, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Blue Moon 2021, Akan Hiasi Langit RI pada 22 Agustus 2021

[Ragam Info]

Agustus 19, 2021
in Ragam Info
0
0
SHARES
256
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Blue Moon. [Macau Photo Agency/Unsplash]
Blue Moon. [Macau Photo Agency/Unsplash]
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Bulan biru atau Blue Moon akan menerangi langit Indonesia, pada Minggu (22/8) malam. Peneliti Pusat Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Pussainsa LAPAN), Andi Pangerang, menjelaskan bahwa ada dua definisi terkait Bulan Biru.

Pertama, Bulan Biru Musiman (Seasonal Blue Moon), yaitu Bulan Purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali Bulan Purnama.

Kemudian yang kedua adalah Bulan Biru bulanan (Monthly Blue Moon), yakni Bulan Purnama kedua dari salah satu bulan di dalam kalender Masehi yang di dalamnya terjadi dua kali Bulan Purnama.

Purnama yang akan terjadi pada Minggu mendatang merupakan Bulan Biru Musiman, istilah Bulan biru dikutip dari salinan Almanak Petani Maine di Amerika Serikat edisi 1937 yang sekarang sudah tidak berfungsi.

Berdasarkan keterangan di laman resmi LAPAN, purnama tersebut dinamakan sebagai Purnama Sturgeon dikarenakan pada bulan Agustus, ikan Sturgeon (ikan penghasil kaviar) muncul ke permukaan danau sehingga mudah ditangkap.

Purnama ini juga memiliki nama lain: Purnama Jagung Hijau (Green Corn Moon), Purnama Ceri Hitam (Black Cherry Moon) dan Purnama Terbang Tinggi (Flying Up Moon). Baca juga: BNPB Cek Efektivitas Alat Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat di Bangli

Fenomena Bulan Biru pernah terjadi pada 19 Mei 2019 dan 22 Mei 2016, dan memang fenomena ini terjadi tiga tahun sekali, ia juga akan terjadi kembali pada 20 Agustus 2024 dan 20 Mei 2027 mendatang.

enomena alam yang akan terjadi pada hari minggu nanti tidak akan memperlihatkan Bulan yang memancarkan sinar berwarna kebiruan. Dilansir dari Space, di masa lalu, ada keadaan atmosfer yang sangat tidak biasa, menyebabkan bulan dan matahari tampak kebiruan.

Hal itu disebabkan oleh aerosol antropogenik yang disuntikkan ke atmosfer seperti abu dan debu vulkanik setelah letusan gunung Krakatau pada Agustus 1883, atau asap akibat kebakaran hutan di Kanada bagian barat pada September 1950.

Karena hal tersebut, penutur cerita rakyat berkebangsaan Kanada, Philip Hiscock, mengusulkan bahwa penyebutan “Bulan Biru” bermakna bahwa ada hal yang ganjil dan tidak akan pernah terjadi. Kali ini tidak ada hal seperti demikian, jadi purnama yang akan disaksikan pada akhir pekan ini akan terlihat seperti biasanya.

Di halaman Almanak untuk Agustus 1937, arti kalender untuk istilah “Bulan Biru” diberikan.
Penjelasan tersebut mengatakan bahwa bulan purnama biasanya datang penuh dua belas kali dalam setahun, tiga kali untuk setiap musim. Namun kadang-kadang, akan datang tahun ketika ada tiga belas bulan purnama.

Kemunculan bulan purnama ketiga belas itu dianggap sebagai keadaan yang sangat disayangkan karena mengacaukan Peringatan Hari Besar Kristen seperti Prapaskah dan Paskah yang menggunakan Bulan Purnama.

Karena alasan tersebut angka tiga belas dianggap sebagai angka sial. Dengan bulan purnama ekstra itu, itu juga berarti bahwa salah satu dari empat musim tahun itu akan berisi empat bulan purnama, bukan tiga seperti biasanya. Baca juga: Pemkot Bekasi Gelar Vaksinasi Untuk Pedagang Pasar

Ketika musim tertentu memiliki empat bulan purnama, yang ketiga tampaknya disebut Bulan Biru sehingga yang keempat dan terakhir dapat terus disebut “bulan akhir”.

Bulan Biru Musiman terjadi sedikit lebih jarang daripada Bulan Biru bulanan, dalam 1100 tahun antara 1550 dan 2650, hanya ada 408 Bulan Biru Musiman sedangkan Bulan Biru Bulanan ada 456.

Dengan demikian, Bulan Biru, baik Musiman atau Bulanan hanya terjadi kira-kira setiap dua atau tiga tahun, sedangkan untuk Bulan Biru, yang benar-benar memancarkan cahaya biru, kemunculannya sangatlah langka.

Tidak ada hubungannya dengan kalender, fase Bulan atau jatuhnya musim, melainkan akibat dari kondisi atmosfer. Hanya abu vulkanik, droplet di udara, atau jenis awan tertentu dapat menyebabkan Bulan Purnama tampak kebiruan.

(nal/SI)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

ShareTweetSend

Related Posts

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

Bukit Sanggul Dipersoalkan, Kades dan Camat Ulu Talo Buka Suara

September 23, 2026
Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

Polri Didesak Hentikan Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat Malind di Merauke

September 23, 2026
Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

Bertemu Presiden RI, KEPP Papua Usulkan Dana Otsus untuk Orang Papua Disalurkan Lewat Skema BLT

September 23, 2026

Dubes Belanda untuk Indonesia dan Uskup Jayapura Bahas Kondisi Papua

September 23, 2026

Serangan-serangan awal Indonesia Terkait Sengketa West Papua

September 23, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?