• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
BNPB Sosialisasikan Kajian Risiko Bencana Sekunder Erupsi Gunungapi Ibu Kepada Masyarakat

BNPB Sosialisasikan Kajian Risiko Bencana Sekunder Erupsi Gunungapi Ibu Kepada Masyarakat

Juni 10, 2024
Pemimpin MSG Membahas Papua Barat dalam Pertemuan Pre-COP31

Pemimpin MSG Membahas Papua Barat dalam Pertemuan Pre-COP31

Oktober 8, 2026
Peran Tim Terpadu Dipertanyakan, Saksi Ahli: Pengamanan Sengketa Bukan Tugasnya

Peran Tim Terpadu Dipertanyakan, Saksi Ahli: Pengamanan Sengketa Bukan Tugasnya

Oktober 8, 2026
ADVERTISEMENT
Prediksi BMKG: Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Kamis 8 Oktober 2026, Waspadai Potensi Petir dan Awan Cumulonim

Prediksi BMKG: Hujan Ringan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia Kamis 8 Oktober 2026, Waspadai Potensi Petir dan Awan Cumulonim

Oktober 8, 2026
Wakil Komisi XII DPR Dukung Peningkatan Produksi Migas Nasional untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor

Wakil Komisi XII DPR Dukung Peningkatan Produksi Migas Nasional untuk Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor

Oktober 8, 2026
Warga Vanuatu Mendapat Pelayanan Kesehatan dari Indonesia

Warga Vanuatu Mendapat Pelayanan Kesehatan dari Indonesia

Oktober 8, 2026
Presiden Prabowo Kumpul 800 Perwira TNI-Polri Di Istana, Dudung : Masalah Pertahanan

Presiden Prabowo Kumpul 800 Perwira TNI-Polri Di Istana, Dudung : Masalah Pertahanan

Oktober 8, 2026
RAJAWALI Batam Terbentuk Tetapkan Tiga Pengurus KSB

RAJAWALI Batam Terbentuk Tetapkan Tiga Pengurus KSB

Oktober 7, 2026
Soal Ijazah Wapres Gibran, KPU RI : Pakai Surat Penyetaraan dari Kementerian

Soal Ijazah Wapres Gibran, KPU RI : Pakai Surat Penyetaraan dari Kementerian

Oktober 7, 2026
Respon Berbagai Isu Internasional, BKSAP DPR RI : Pentingnya Diplomasi Parlemen

Respon Berbagai Isu Internasional, BKSAP DPR RI : Pentingnya Diplomasi Parlemen

Oktober 7, 2026
Hilirisasi hingga AI Jadi Sorotan Investor Daily Summit 2026, Abdul Harris Bobihoe Hadiri Forum

Hilirisasi hingga AI Jadi Sorotan Investor Daily Summit 2026, Abdul Harris Bobihoe Hadiri Forum

Oktober 7, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Kamis, Oktober 8, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home BNPB

BNPB Sosialisasikan Kajian Risiko Bencana Sekunder Erupsi Gunungapi Ibu Kepada Masyarakat

[BNPB - Kajian Bencana Sekunder disosialisasikan Kepada Masyarakat]

Juni 10, 2024
in BNPB, Daerah, News
0
0
SHARES
45
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
KET. FOTO: Tim BNPB bersama BPBD Kabupaten Halmahera Barat memberikan sosialisasi hasil pemetaan udara kawasan rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu di Desa Duono, Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (7/6).

HALMAHERA BARAT, SATUKANINDONESIA.Com – Tim pemetaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan sosialisasi temuan di lapangan dari hasil monitoring visual menggunakan pesawat nirawak (drone) wilayah rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu kepada warga pengungsi maupun mereka yang tinggal di desa-desa yang dilalui jalur sungai berhulu di lereng puncak gunungapi berketinggian 1.325 mdpl itu.

Tim pemetaan yang terdiri dari Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom), Direktorat Pemetaan Risiko Bencana dan Direktorat Mitigasi itu membawa hasil visualisasi pencitraan udara kepada masyarakat yang memang sebelumnya mereka telah menantikan informasi penting sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan.

Abdul Muhari, Ph.D., Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam Release BNPB yang diterima SatukanIndonesia.Com, Sabtu, (8/6), mengabarkan hasil pemetaan sementara itu dicetak dengan ukuran yang besar dan dipasang di pos pengungsian agar masyarakat dapat melihat dengan jelas bagaimana kondisi geografis dan topografi di wilayah permukiman mereka. Selain itu, tim juga membagikan informasi melalui perangkat komputer jinjing untuk menunjukan di mana wilayah permukiman mereka, apa saja potensi risiko bencananya dan bagaimana langkah mitigasi serta antisipasinya.

Bagi masyarakat yang bermukim di wilayah kaki Gunungapi Ibu, kehadiran tim pemetaan BNPB memberikan pengalaman dan literasi baru terkait adanya potensi dampak risiko bencana sekunder dari aktivitas vulkanik gunungapi yang saat ini berada pada level IV atau “Awas”.

Segala informasi yang mereka dapatkan dari presentasi tim pemetaan BNPB, masyarakat menjadi lebih memahami apa yang harus dilakukan jika muncul tanda-tanda atau beberapa faktor lain yang dapat memicu terjadinya bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu.

Enam Desa Prioritas di Halamahera Barat

Dari kegiatan pemetaan, tim BNPB telah memotret aliran sungai yang berhulu ke Sungai Ibu. Foto udara tersebut selanjutnya diolah menjadi peta permukiman dengan resolusi tinggi, yaitu untuk Desa Duono, Desa Togoreba Sungi, Desa Togoreba Tua, Desa Naga, Desa Podol dan Desa Togowo.

Dilihat dari udara, jalur aliran sungai itu ditumbuhi beberapa jenis vegetasi yang secara alami tumbuh subur di wilayah lembah di laki Gunungapi Ibu itu. Jarak antara sungai dan permukimam penduduk juga bervariasi. Ada yang berjarak kurang lebih 5 meter ada pula yang yang mencapai kurang lebih 15 meter. Selain permukiman, wilayah jalur sungai itu juga terdapat tempat ibadah, sekolah, balai pertemuan dan fasilitas umum lainnya.

Dari hasil monitoring wilayah sungai tersebut, tim BNPB memberikan rekomendasi kepada masyarakat agar senantiasa memantau kondisi sungai terlebih jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu hingga hilir. Apabila debit air semakin besar dan air berubah warna menjadi cokelat keruh kehitaman, maka agar dilaporkan ke pemerintah desa setempat dan segera mengambil upaya kesiapsiagaan. Di sisi lain, masyarakat yang tinggal dekat dengan aliran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan.

Berikutnya warga juga diharapkan dapat menjaga lingkungan sungai dengan tidak menebang pohon, tidak membuang sampah di sungai dan melakukan gotong-royong untuk normalisasi sungai. Jika sungai terhalang material berupa bebatuan maupun potongan batang pohon agar segera dibersihkan karena jika tidak maka dapat menyumbat aliran sungai yang kemudian berpotensi terjadi banjir bandang jika debit air terus meningkat ditambah dengan terbatasnya daya tampung sungai itu sendiri.

Selanjutnya, warga juga diminta agar terus meningkatkan kesiapsiagaan apabila terjadi gempabumi, mengingat tumpukan material vulkanik dari aktivitas erupsi Gunungapi Ibu telah melebar ke wilayah utara dan barat laut. Gempabumi dapat menjadi faktor pemicu longsornya material vulkanik berupa pasir dan bebatuan, terlebih jika terjadi hujan yang berkonsentrasi di wilayah hulu atau puncak kawah utama.

Rencana Kontijensi

Sebelumnya tim pemetaan juga telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat dan Kodim 1501 Ternate, sebagai langkah awal rencana kontijensi yang harus ditindak lanjuti terkait potensi bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu.

Tim BNPB bersama BPBD Kabupaten Halmahera Barat dan anggota Kodim 1501 Ternate memberikan sosialisasi hasil pemetaan udara kawasan rawan bencana sekunder erupsi Gunungapi Ibu di pos pengungsian Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Jumat (7/6).//FOTO: Humas BNPB

Hasil pemetaan tim BNPB akan dianalisa lebih dalam lagi oleh tim PVMBG untuk kajian terbaru mengenai deformasi kawah, bukaan mahkota kawah dan besaran serta arah lelehan material vulkanik. Data tersebut akan diolah dan diseminasikan kepada pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait termasuk masyarakat sebagai dasar rekomendasi dari potensi bahaya erupsi Gunungapi Ibu dan bencana turunannya.

Sementara itu BWS Maluku Utara di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga akan menggunakan data pemetaan tim BNPB sebagai bahan untuk kajian penanganan jangka panjang terkait lahar dingin dengan pemasangan sabo dam, kantung pasir dan sebagainya. Namun, untuk jangka pendek, khususnya masa tanggap darurat, kementerian PUPR menyiagakan alat berat untuk pengerukan dan normalisasi sungai. Tim BWS Maluku Utara juga akan turun ke lapangan secara berkala untuk memonitor langsung apa saja yang perlu dilakukan sebagai antisipasi dan mitigasi bencana sekunder erupsi gunungapi.

Sementara itu BPBD Kabupaten Halmahera Barat bersama Kodim 1501 dan Polres Halmahera Barat akan senantiasa melakukan sosialisasi kepada masyarakat, memonitor daerah rawan bencana sekunder dan mempersiapkan hal-hal lain yang dianggap perlu dalam penguatan mitigasi, kesiapsiagaan hingga kedaruratan bencana. (Redaksi)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Abdul MuhariBadan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat dan Kodim 1501 TernateBalai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utarabencana sekunder erupsi Gunungapi IbuDesa DuonoDesa NagaDesa Podol dan Desa TogowoDesa Togoreba SungiDesa Togoreba TuaDirektorat MitigasiDirektorat Pemetaan Risiko BencanaEnam Desa Prioritas di Halamahera BaratGunungapi IbuKepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPBpesawat nirawak (drone) wilayah rawanPusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Pusdatinkom)Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)Rencana Kontijensisosialisasi temuan hasil monitoring visualtim BNPB Halmahera Barat
ShareTweetSend

Related Posts

Tanah longsor yang melanda Desa Tulabolo, Kecamatan Suwaw, wilayah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Minggu (7/7).

Banjir Landa Lima Kecamatan di Bone Bolango

Juli 9, 2024
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Batang bersama TNI dan Polri melakukan kaji cepat dampak kerusakan bangunan rumah warga setelah diguncang gempabumi M 4.4 di wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (7/7).Kerusakan Bangunan

Gempabumi M 4.4 Batang Sebabkan Kerusakan Bangunan dan Warga Luka-Luka

Juli 9, 2024
Sebanyak 19 Desa Terdampak di Bolaang Mongondow Selatan

Sebanyak 19 Desa Terdampak di Bolaang Mongondow Selatan

Juli 9, 2024

673 Keluarga Terdampak Banjir di Tangerang Selatan

Juli 9, 2024

Banjir di Kota Bengkulu Surut, BPBD Tetap Siaga

Juli 9, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?