• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Update Corona 16 Juni: 40.400 Positif, 15.703 Sembuh

Covid-19 Membutuhkan Ketenangan dan Bisa Membuat Kehidupan Kita Berwarna

Januari 8, 2021
Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

Republik Indonesia Kuasai Sawit Dunia

April 18, 2026
DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

DPR Dukung Komdigi Tegas soal PSE, Wikimedia Foundation Diminta Patuh

April 18, 2026
ADVERTISEMENT
Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

Presiden Prabowo Berikan Arahan kepada Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang

April 18, 2026
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah pada Sabtu

April 18, 2026
Wakil Ketua DPR Tekankan Komitmen Indonesia Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas

Wakil Ketua DPR Tekankan Komitmen Indonesia Kembangkan Pasar Karbon Berintegritas

April 18, 2026
Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Siap Kolaborasi dengan Pemda Manokwari

Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Siap Kolaborasi dengan Pemda Manokwari

April 18, 2026
Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

Gowes dari Rumah, Walikota Bekasi Hadiri Penyerahan SK Kepala Sekolah

April 17, 2026
Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

Musrenbang RKPD 2027, Tri Adhianto Sebut Perkuat Sinergi Pembangunan Lintas Sektor

April 17, 2026
Diberi Waktu Sepekan,  Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

Diberi Waktu Sepekan, Ini Penjelasan Bahlil  Soal Penataan Izin Tambang di Kawasan Hutan

April 17, 2026
Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

April 17, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Sabtu, April 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Covid-19 Membutuhkan Ketenangan dan Bisa Membuat Kehidupan Kita Berwarna

[Opini]

Januari 8, 2021
in Ragam Info, Ragam Opini
0
0
SHARES
179
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Covid-19 Membutuhkan Ketenangan dan Bisa Membuat Kehidupan Kita Berwarna

oleh :

Gurgur Manurung*

Gurgur Manurung (Staff Ahli Komisi VI DPR RI).

Jakarta, SatukanIndonesia.com – Sejak awal Maret tahun 2020 kehidupan ini terasa mencekam karena pandemic Covid-19. Kehidupan sehari-hari yang biasanya bebas keluar rumah, berubah total menjadi lebih banyak beraktifitas di rumah.

Ketika ini janjian berjumpa pun berpikir berulangkali walaupun dengan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker, pakai hand sanitizer, rajin cuci tangan adalah kata demi kata yang berulang tiap hari.

Lain halnya dengan tadi malam ketika saudara kami hadir ke rumah. Saudara yang datang pun meminta bertatap muka di teras saja.

Saudara saya itu menceritakan pengalamannya soal Covid-19 yang membuat saya puas tertawa. Suasana tertawa yang sudah lama tidak saya alami selama pandemic Covid-19.

Kemarin pagi, saudara saya itu menghubungi saya lewat whatsapp (WA) menanyakan jam berapa aku ada di rumah. Sejujurnya, saya mau menolak karena jika ada yang penting bisa komunikasi lewat WA atau telepon saja. Tetapi, saya jawab bahwa malamnya aku ada di rumah.

Tadi malam, saya telponan dengan sahabat di Kalimantan, kami bercerita tentang Pilkada di daerahnya dan kampung halaman. Lewat telpon kami berdialog tentang Analisa Pemenang dalam Pilkada ini.

Dalam kondisi asyik telponan, istri saya mendekati saya memberitahukan bahwa saudara kami sudah di teras rumah.

Mendengar informasi dari istriku, saya mempercepat pembicaraan dengan sahabat yang di Kalimantan. Saya menjumpai saudara kami itu depan rumah dan menyambut dengan kata “horas” sambil melipat kedua tangan di dadak.

Biasanya, kalau Orang Batak berjumpa bersalaman dengan mengucapkan kata “horas” sambil salaman yang sangat erat. Ternyata, istriku sudah menyediakan teh hangat dan roti di teras rumah menyambut saudara kami itu.

Kami duduk dengan jarak yang cukup jauh. Saya duduk di kursi pojok dan saudara saya itu pun di pojok.

Saya menanyakan apa kegiatannya selama Covid-19. Dia menceritakan mengurus izin pengelolaan limbah dan menceritakan bahwa pegawai pemerintah di tempat pengurusan itu terpapar Covid-19. Jadi, agak ditunda untuk mengevaluasi perkembangan perizinan yang diurusnya.

Saudaraku itu menceritakan bahwa Covid-19 ini membuat suasan mengerikan dan sekaligus membuat suasana lucu-lucu.

Beberapa waktu lalu, tetangga anaknya yang pertama ada yang meninggal dunia. Puluhan orang melayat dan mengucapkan belasungkawa. Masyarakat yang mengucapkan belasungkawa hampir semua memeluk saudara yang ditinggalkan, termasuk istrinya.

Para ibu memeluk dan mengatakan “kuat iya mengahadapi cobaan ini”. Beberapa hari kemudian, diinformasikan bahwa yang meninggal itu positif Covid-19. Semua yang hadir ketika melayat akan di-rapid test.

Mendengar informasi itu banyak yang kucar kacir. Istrinya ketakutan luar biasa. Hal yang ditakutkan istrinya adalah jika hasil rapid test positif maka akan dijemput ke rumah sakit.

Takut yang berlebihan

Saya lelah banget meyakinkan agar jangan takut berlebihan. Menantu saya yang bersebelahan dengan yang meninggal lagi hamil dan meminta pulang ke Pemalang ke tempat orang tuanya. Anak saya lagi tidak ada pekerjaan karena pelatih renang. Tidak ada latihan renang di masa pandemic Covid19, jadi anak saya tidak memiliki pekerjaan. Melihat menantu saya yang minta pulang kampung dan istrinya yang ketakutan maka dia menyimpulkan agar istrinya ikut mengantarkan menantunya dan anaknya ke Pemalang.

Di Pemalang didengar berita bahwa 40 orang yang rapid test yang hadir ketika melayat semuanya negatif. Walaupun semua negatif, istrinya tetap saja masih takut.

Selama di pemalang istrinya dibawa jalan-jalan ke temapat yang indah-indah agar bisa melupakannya. Melihat keindahan lupa, sebentar lagi ketakutan. Pada hari ke-10 di Pemalang istrinya masih ketakutan. Baru setelah hari ke-14 mulai percaya diri dan tidak takut lagi, kami pulang ke Tangerang.

Lega rasanya ketika tidak takut lagi. Tiba di rumah, saya mendengar beberapa tetangga kami terpapar Covid-19, katanya. Mereka yang terpapar Covid adalah mereka yang bekerja di rumah sakit pada umumnya. Tetangga saya ada yang kurang enak badan. Kemudian tetangganya ke tukang urut dan dibekam. Setelah diurut dan dibekam, mereka ngopi dengan beberapa tetangga lain, termasuk tukang urut yang melakukan bekam itu.

Mereka minum kopi, makan gorengan, dan tiba-tiba datang telpon dari rumah sakit tempatnya bekerja. Isi telpon itu mengatakan bahwa yang bersangkutan positif Covid-19 hasil swab test dan segera akan dijemput Rumah Sakit (RS) untuk diisolasi.

Mendengar cerita itu, mereka yang sedang cerita penuh canda berubah menjadi ketakutan, terutama si tukang urut dan bekam. Kopi dan gorengan tidak ada lagi yang mau menyentuh. Suasana menjadi kelam.

Dalam suasana kelam, sebuah mobil datang untuk menjemputnya. Semua mata melihat mobil yang menjemput dan suasana takut dan sedih. Tetangga itupun pergi, kami menelpon pak Haji petugas rapid test supaya tukang urut dan semua yang minum kopi bersamanya di rapid test.

Alhamdulilah, semua negatif dan semua sehat-sehat saja. Ketika tetangga itu sudah pulang dari isolasi dan semua yang hadir di tempat minum kopi ketika itu kini terbahak-bahak mengingat cerita itu. Kami saling memaafkan, jika sikap saling menjauh ketika itu kami lakukan. Kami saling memaafkan.

Cerita Lucu

Cerita lain adalah tetangga kami yang jualan kopi. Ada pelanggan minum kopinya terpapar Covid19. Saya selaku ketua RT meminta kedai kopinya ditutup saja dulu. Pemilik kedai kopi tidak mau dan mengatakan, “ jika kututup kedai kopi ini maka aku mati tidak makan, sekalian saja mati karena Covid-19”. Saya selaku ketua RT tak berdaya, katanya.

Dua minggu lalu katanya, dia sholat ke masjid. Saya mengenal tetangga yang kuduga postif Covid-19. Dia datang mendekati saya, dan saya pun pindah untuk menghindar. Dia menceritakan sambil ketawa. Imanku sudah hilang karena Covid-19. Masa gara-gara ada orang datang, saya pindah? Sikap yang berlebihan atau waspada, tidak jelas lagi. Padahal, itu dalam masjid.

Tetangga saya ada lagi yang usianya 80 tahun. Dulu, bapak itu paling rajin beribadah. Pagi, siang dan malam beribadah. Sejak Covid-19 tidak pernah lagi. Orang usia uzur pun takut Covid-19. Ada lagi tetangganya yang rambutnya gondrong tidak dipangkas sejak Covid-19. Dia takut pergi mencukur rambut dengan berbagai alasan.

Jika saya melihat gondrongnya, lucu sekali. Pensiunan pegawai Lapas berambut gondrong itu tidak pernah keluar rumah. Keluar rumah jarang sekali Bersama istrinya yang berjuang dengan asma.

Banyak sekali cerita-cerita sedih yang berujung lucu setelah sembuh. Cukup banyak yang terpapar Covid-19 tetangganya, dan semua sembuh total. Menurutnya, Covid-19 ini telah membuat kita berpikir berlebihan. Kita tak lagi bisa tenang.

Ketika dia menceritakan bahwa Covid-19 membuat kita berlebihan, saya menceritakan bahwa saya pernah mengalaminya. Ketika kuatir, saya ciumi berbagai macam makanan atau obat-obatan untuk menguji apakah saya kehilangan penciuman. Saya seperti orang gila, pikirku. Diapun ketawa lepas atas pengakuan jujurku.

Malam makin larut, kamipun menyudahi pembicaraan. Kami menyimpulkan bahwa jangan terlalu takut berlebihan dengan Covid-19. Cukup waspada dan taat akan protokol kesehatan. Menurutnya hampir semua tetangganya sembuh dengan istirahat yang banyak, minum vitamin dan menenangkan hati dan pikiran. Kita waspada dan berserah kepada Tuhan.(GM/Aj)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Covid-19OpiniOpini Gurmanpandemic covid-19
ShareTweetSend

Related Posts

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Perlindungan Data Pribadi di Dunia Cyber Lemah, Paslon Gubernur Jakarta Nomor 2 Dharma Pongrekun Doakan Paslon Gubernur Nomor 3 Kelak Jadi Presiden

Oktober 7, 2024
Abdul Makmur Saba, pengusaha ternak ayam petelur dan ayam di kabupaten. Manokwari, Papua Barat//GRW

Kadin Papua Barat Diminta Perjuangan Hak Peternak Ayam Petelur Lokal

Juli 5, 2024
AHY Apresiasi Kerja Semua Era Pemerintah Serta Puji Mega dan SBY

AHY Sebut Banyak yang tak Sadar Jasa Prabowo Selama Masa Pandemi Covid 19

Januari 19, 2024

Kasus Covid-19 Naik Lagi, Jokowi Perintahkan Menkes Amati Perkembangan

Desember 15, 2023

Dinkes Catat Kasus Aktif Covid-19 di Jakarta Bertambah 365

Desember 13, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?