
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Balim Barat mendesak, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Panglima TNI menghentikan pengiriman militer ke seluruh Tanah Papua, khususnya di wilayah kabupaten Lanny Jaya, provinsi Papua Pegunungan.
Desakan itu disampaikan KNPB Balim Barat dalam aksi nasional “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan” di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Lanny Jaya di Distrik Tiom, Senin (03/08/2026).
Ketua KNPB Balim Barat, Demin Tabuni dalam pernyataan sikap menyatakan, Presiden Prabowo segera menarik seluruh prajurit TNI dan polisi di Tanah Papua organik maupun non organik, dan hentikan penangkapan dan penembakan terhadap masyarakat sipil.
“Kami KNPB Balim Barat menyampikan kepada TNI-Polri dan prajurit TPNPB untuk tidak berada di daerah Kuyawage, karena itu tempat pengungsi internal warga sipil dari Nduga, Puncak, dan Sinak akibat perang TNI-Polri melawan TPNPB,”kata Demin Tabuni.
KNPB Balim Barat meminta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya dan DPRK Lanny Jaya, segera mengusut tuntas kasus orang hilang bernama Yoban Wenda, Wiringga Wenda dan kasus kematian Pedite Weya di Malagineri.
“Pemerintah dan DPRK Lanny Jaya [mesti] menjamin penuh keselamatan warga sipil yang mengunsi dari kampung Igemuli ke Wunambugu, serta memastikan akses terhadap pangan, kesehatan, pendidikan, tempat ibadah dan tempat layak huni,”ucapnya.
Tabuni mengatakan, KNPB Balim Barat juga minta segera dibuat peraturan daerah khusus atau perdasus untuk melindungi hak wilayah adat, tanah ulayat dan hutan adat masyarakat Lanny Jaya.
“Segera surati presiden republik indosesia tentang situasi Lanny Jaya yang darurat militer dan kemanusiaan harus segera di atasi. Kami KNPB Balim Barat menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, rapatkan barisan membangun kesatuan bersama untuk selamatkan rakyat yang tersisa dari ancaman genosida, ekosida dan etnosida di atas tanah Lanny Jaya,”ujarnya.
Sementara itu Koordinator Lapangan aksi, Wenda Murib mengatakan, KNPB Balim Barat menuntut keamanan bagi warga sipil pengungsi internal di Lanny Jaya.
“Aksi damai KNPB Balim Barat berjalan dengan aman terkendali dan terkomando, dengan ratusan massa aksi,”katanya.
Menurutnya, aksi damai yang digelar sejak pagi hingga siang itu diikuti berbagai elemen masyarakat. Mereka melakukan orasi politik, diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap politik.
Setelah membacakan pernyataan sikap, KNPB Balim Barat kemudian menyerahkannya kepada Wakil Ketua I DPRK Lanny Jaya, Win Kogoya. [**/GRW]













