• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Demi Kelanjutan Hutan Papua, G-SPHA Papua Minta Majelis Hakim Pegang Teguh Prinsip In Dobio Pro-Natura

Demi Kelanjutan Hutan Papua, G-SPHA Papua Minta Majelis Hakim Pegang Teguh Prinsip In Dobio Pro-Natura

November 1, 2023
Tiga Pati Polri Terduga Penyadapan Presiden Prabowo Sudah Ditahan

Tiga Pati Polri Terduga Penyadapan Presiden Prabowo Sudah Ditahan

November 4, 2026
Dugaan Penyadapan Prabowo Diungkap, Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka

Dugaan Penyadapan Prabowo Diungkap, Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka

November 3, 2026
ADVERTISEMENT
OTK Bakar Sasi Salib di wilayah Adat Marga Kamuyend

OTK Bakar Sasi Salib di wilayah Adat Marga Kamuyend

November 3, 2026
Produksi Emas dan Tembaga Freeport Terjun Bebas

Produksi Emas dan Tembaga Freeport Terjun Bebas

November 3, 2026
Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen di Mabes

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen di Mabes

November 3, 2026
Mabes Polri Janji Beri Penjelasan Terkait Kabar Sejumlah Polisi Ditangkap

Mabes Polri Janji Beri Penjelasan Terkait Kabar Sejumlah Polisi Ditangkap

November 3, 2026
Dukung Pernyataan Menteri HAM, Pansus Papua DPD RI Tolak Dandhy Laksono di Pidanakan

Dukung Pernyataan Menteri HAM, Pansus Papua DPD RI Tolak Dandhy Laksono di Pidanakan

November 3, 2026
Menkop: ODA Smart Factory Korea dan Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Menkop: ODA Smart Factory Korea dan Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

November 3, 2026
Gerindra Pecat Tiga Anggota DPRD Jawa Timur Terkait Kasus Narkoba, Habiburokhman: Tak Intervensi Polisi

Gerindra Pecat Tiga Anggota DPRD Jawa Timur Terkait Kasus Narkoba, Habiburokhman: Tak Intervensi Polisi

November 3, 2026
Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital dan Lintas Negara

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital dan Lintas Negara

November 3, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Rabu, November 4, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Daerah

Demi Kelanjutan Hutan Papua, G-SPHA Papua Minta Majelis Hakim Pegang Teguh Prinsip In Dobio Pro-Natura

[Daerah]

November 1, 2023
in Daerah, News
0
0
SHARES
68
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : Gerakan Solidaritas Perlindungan Hutan Adat (G-SPHA) Papua saat berada di Pengadilan Tata Usaha Negara, Jayapura//GRW

JAYAPURA, SatukanIndonesia.Com – Ratusan organisasi masyarakat sipil, akademisi dan individu dari berbagai daerah dan negara, termasuk solidaritas dari masyarakat adat Ka’apor, Amazon, Brazil yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Perlindungan Hutan Adat Papua (G-SPHA) Papua meminta, Majelis Hakim Pegang Teguh Prinsip In Dubio Pro-Natura dalam Membuat Putusan Perkara demi Kelanjutan Hutan Papua Sumber Kehidupan Masyarakat Adat Papua.

Pasalnya, tujuh bulan lamanya (13 Maret-November 2023) pemimpin masyarakat adat Suku Awyu Hendrikus Woro, menjalani proses persidangan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jayapura melalui gugatan Nomor Perkara 6/G/LH/2023/PTUN.JPR terkait Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Nomor 82 Tahun 2021 tentang Kelayakan Lingkungan Hidup Rencana Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit seluas 36.096,4 hektar milik perusahaan PT Indo Asiana Lestari (PT IAL), yang berada di wilayah adat Suku Awyu, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan (sekarang).

Bukan waktu yang singkat untuk mengupayakan keadilan bagi masyarakat adat, tanah dan hutan, ditengah-tengah kebijakan pembangunan ekstraktif dan belum memihak kepada masyarakat adat dan lingkungan hidup.

Memilih menempuh peradilan Gugatan Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, bukan upaya yang mudah dan murah menjangkau lembaga peradilan dan buruknya akses keadilan.

Salah satu alasan gugatan ini adalah lantaran pemerintah daerah menutup informasi tentang perizinan perusahaan dan pengabaian partisipasi masyarakat adat secara bermakna dalam pembuatan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan).

Oleh sebab itu, (G-SPHA) Papua yang peduli dengan keadilan, hak-hak masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan hidup dan aksi perubahan iklim, yang mengikuti dan memantau proses hukum, memandang perizinan kelayakan lingkungan hidup yang diterbitkan oleh DPMPTSP Provinsi Papua untuk perusahaan PT IAL melanggar hukum, yakni berdasarkan AMDAL yang bermasalah, mengabaikan hak masyarakat adat, cacat substansi dan mengabaikan analisis konservasi perlindungan lingkungan dan perubahan iklim.

Anastasya Manong, Juru Bicara (G-SPHA) Papua mengungkapkan, perkara ini telah menjadi perhatian publik nasional dan internasional. Sehingga, aspirasi sosial ini harus dijadikan oleh hakim sebagai kesadaran hukum masyaraka dan sebagai dasar memutus perkara.

Dijelaskannya, gerakan solidaritas telah membuat Surat Terbuka (terlampir) dan menyerahkan pada Majelis Hakim PTUN Jayapura di Jayapura, Ketua Komisi Yudisial, Ketua Mahkamah Agung (MA) dan Komnas Hak Asasi Manusi di Jakarta menuntut dan memohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut harus berpegang teguh pada prinsip In Dubio Pro-Natura, demi kelanjutan Hutan Papua sebagai sumber kehidupan masyarakat adat Papua. Sehingga Majelis Hakim untuk memerintahkan pencabutan izin kelayakan lingkungan hidup PT IAL.

Sementara Wirya Supriadi menyatakan, kini putusan masa depan masyarakat adat dan lingkungan hidup di tanah Papua berada pada Majelis Hakim yang mengadili perkara ini, apakah hakim akan berfikir dan memutus layaknya corong undang-undang, memutuskan hukum bersama keadilan bagi bumi dengan mengabulkan gugatan lingkungan dan iklim ini?.

“Atau berpihak pada penguasa (korporasi sawit) yang akan menghancurkan hutan Papua dan menyingkirkan masyarakat adat,”pungkas Wirya Supriadi. [GRW/redaksi]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Demi Kelanjutan Hutan PapuaG-SPHA PapuaMajelis hakimPrinsip In Dobio Pro-Natura
ShareTweetSend

Related Posts

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Teddy Minahasa

Jaksa Minta Hakim Tolak Eksepsi Teddy Minahasa

Februari 6, 2023
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?