
Dolok Sanggul, SatukanIndonesia.com – Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan patut berduka dan kehilangan seorang tokoh teladan yang selama ini menjadi tempat mereka bertanya, yaitu disaat Sang Khalik telah menjemput pulang ke Sorga Alm. Maju Lumban Gaol, S.H., pada hari Buruh Sedunia, Selasa (01/05/2018).
Kepergian untuk selamanya Alm. Maju Lumban Gaol sungguh tak disangka oleh siapapun, baik keluarga dekat, anak dan istrinya, maupun sahabat dan koleganya karena mendiang tidak ada tanda-tanda kelainan, seperti sakit-sakit atau tanda lainnya, mulai pagi hingga sore disaat ajal menjemputnya, Alm masih melakukan aktifitas sebagaimana rutinitasnya setiap hari.
“Tidak ada kelainan atau tanda-tanda bapak sakit. Kami masih kerja memperbaiki pagar batas dikandang ternak mulai pagi sampai sore sama Bapak. Tapi sore-sore, sekitar pkl. 17.00 sampai pkl. 17.30 WIB, saat terjadi cekcok mulut dengan Marga Manullang tetangga di areal ternak kita mengenai perbatasan dengan keluarga Si Manullang itu, bapak tiba-tiba jatuh dan roboh, tak lama kemudian saat dibawa ke rumah sakit Dolok Sanggul, nyawa bapak tidak tertolong lagi, dan akhirnya meninggal,” kata Ny. Maju Lumban Gaol Br. Sinambela menceritakan kondisi terakhir ikhwal kematian Alm. Maju Lumban Gaol, S.H., kepada keluarga, Senin (07/05/2018) setelah selesai semua proses pemakaman dengan baik.
Sehingga setiap orang yang mendengar kematian Alm. Maju Lumban Gaol bagaikan disambar petir disiang bolong, termasuk segenap pejabat dilingkungan Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
Tidak disangka-sangka, kepergian Maju Lumban Gaol yang dikenal seorang Tokoh berpengaruh, sabar, rendah hati, bijaksana dan dermawan di seantero Humbang Hasundutan, bahkan Sumatera Utara, membuat masyarakat dan seluruh pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dipimpin Bupati Dosmar Banjar Nahor dan Wakil Bupati Saut Simamora beserta Aparatur Sipil Negara pada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan datang melayat, menghibur keluarga yang ditinggalkan sekaligus memberi penhormatan terakhir kepada Alm. Maju Lumban Gaol, S.H., pada hari Kamis malam (03/05/2018), di Rumah Duka, Desa Aek Nauli, Kec. Pollung. Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Kami (segenap aparatur pemerintah kabupaten humbang hasundutan-Red), turut berduka cita atas meninggalnya Alm. Bapak Maju Lumban Gaol. Kami ikut kehilangan”, kata Saut Simamora, Wakil Bupati Humbang Hasundutan.
Dalam kata penghiburan dan penghormatan terakhir kepada Alm. Maju Lumban Gaol, Saut Simamora mengisahkan secara rinci pengalamannya bersama Alm semasa muda, sejak Alm. Maju kuliah di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, berkarir di lingkungan birokrasi di wilayah Provinsi Sumatera Utara, bersama-sama menjadi Pimpinan Pemuda di Kabupaten Tapanuli Utara, dan terakhir setelah Humbang Hasundutan menjadi Daerah Otonomi Baru awal tahun 2000-an, Alm dipercaya menjadi Kepala Bapeda, dirotasi menjadi Asisten I dan Asisten II Sekretariat Daerah, dan terakhir menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja pada Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Karena beliau ini (Alm. Maju Lumban Gaol-Red), mempunyai kemauan dan kemampuan yang luar biasa, karena bisa mengayomi semua kami anggota, kami memilih dan mendukungnya (Alm. Maju Lumban Gaol-Red), menjadi Ketua KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kab. Tapanuli Utara dan saya minta jadi Sekretaris,” kata Saut Simamora mengisahkan pengalamannya.
Bahkan, lanjut Saut, karena kehebatan dan kebaikan pergaulan Alm., beberapa waktu lalu saat Bapak Lambok Nathan Simorangkir (Staf Khusus Menko Kemaritiman), sahabatnya semasa kuliah di Fakultas Hukum UI, berada di Doloksanggul untuk melakukan kunjungan kerja, Pak Lambok mencari-cari dan meminta untuk bertemu dengan Alm.
Hal yang sama tentang duka cita yang mendalam dan telah kehilangan sosok seorang Tokoh tempat bertanya tentang berbagai cara penyelesaian persoalan sosial, politik dan kemasyarakatan di Humbang Hasundutan juga diungkapkan Bupati, Dosmar Banjar Nahor.
Menurut Dosmar, selain Alm. Maju Lumban Gaol yang merupakan tokoh berpengaruh dan segudang pengalaman dibidang pemerintahan semasa hidupnya, Mendiang juga merupakan salah satu Tokoh Nasional di lingkungan Toga Marbun (Marga Banjar Nahor, Lumban Batu dan Lumban Gaol).
“Kami turut berduka cita yang mendalam. Selain Alm. Tokoh di Kabupaten Humbang Hasundutan, Alm juga merupakan Tokoh Nasional di Toga Marbun. Jadi Toga Marbun juga ikut merasa kehilangan,” tandas Dosmar Banjar Nahor setelah Istrinya menyampaikan rasa turut berduka cita yang mendalam dengan penuh isak tangis disertai air mata yang berlinang mengucur dipipinya.
Ketokohan Alm. Maju Lumban Gaol bagi Bupati dan Wakil Bupati dan elit politik di Humbang Hasundutan tidak lagi diragukan. Pasalnya, disaat tensi politik di kabupaten Humbang Hasundutan memuncak yang memanas yang mengarah pada impeachment Bupati Humbang Hasundutan melalui hak Angket Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan menjelang akhir tahun 2017 silam (September-Desember 2017), Alm. Maju Lumban Gaol merupakan salah satu tim inti Bupati Dosmar Banjar Nahor untuk menghadapi dan menyelesaikan permasalahan politik tersebut.
Kala itu, Maju Lumban Gaol mampu menjalankan fungsi dan peran penting dan strategis dalam mencari solusi terbaik antara kelompok yang mengusulkan hak angket dan yang tidak setuju dengan hak angket tersebut.
Alhasil, upaya dan rencana impeachment sang Bupati berakhir dengan win-win solution demi masa depan Kabupaten Humbang Hasundutan yang lebih baik berkat keterlibatan dan kehadiran Maju Lumban Gaol yang mampu menjadi katalisator dan fasilitator diantara pihak-pihak yang bertikai secara politik di Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Hampir tidak ada waktu kita istrahat untuk mencari jalan terbaik dalam menyelesaikan hak angket ini,” ujar Maju Lumban Gaol, medio Oktober 2017 saat berbincang-bincang dengan beberapa Pengacara di Kantor Hukum, Jongar Purba, S.H., Maruli Silaban, S.H, Dan Rekan, di Jln. Sentosa Nomor 66 Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Kehadiran segenap Pimpinan SKPD yang dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati serta segenap Aparatur Sipil Negara pada Pemkab Humbang Hasundutan saat melayat dan memberi penghormatan terakhir kepada Alm. Maju Lumban Gaol mengkonfirmasi bahwa Kepala Daerah dan Elit Politik Pendukung Bupati Humbang Hasundutan bahkan lawan politik Bupati tidak bisa melupakan jasa-jasa mendiang.
“Wajar Bupati tidak bisa melupakan jasa dan upaya yang dilakukan Bupati Humbang Hasundutan, mulai dari proses Pilkada Humbang Tahun 2015 hingga rencana impeachment terhadap Bupati melalui hak angket DPRD Humbang tahun lalu, Alm. Maju Lumban Gaol berada digarda terdepan untuk mengawal dan menjaga pemerintahan Bupati Dosmar Banjarnahor,” ujar Jongar Purba, S.H., Pengacara yang juga pengamat politik di Humbang Hasundutan.
Selain itu, kata Jongar, Maju Lumban Gaol merupakan tokoh dan pejabat yang mempunyai segudang pengalaman di Pemerintahan di Kabupaten Humbang Hasundutan yang juga menyumbangkan putra terbaiknya di Pemkab Humbang Hasundutan, yaitu Pahala Lumban Gaol alumni ITB, S-2 UGM dan Master Engineer dari Belanda.
“Tidak ada lagi yang meragukan ketokohan Alm. Maju Lumban Gaol di Kabupaten Humbang ini,” ungkap Jongar Purba salah satu pengacara senior di Humbang Hasundutan itu.
Masih mengenai ketokohan Alm. Maju Lumban Gaol, G. Manurung, usia 68 tahun, tinggal di Rantau Parapat, Kabupaten Labuhan Batu, yang tidak ada hubungan darah dengan Alm. Maju Lumban Gaol, salah satu rekan mendiang saat masih bekerja di lingkungan pemerintahan Provinsi Sumatera Utara 20 tahun silam, khusus datang hanya untuk melayat dan memberi penghormatan terakhir kepada Alm. Maju Lumban Gaol.
“Saya bersama istri dan satu orang anak saya, khusus datang dari Rantau Parapat dan sengaja harus menginap satu malam di Doloksanggul khusus untuk melihat adikku yang baik, rendah hati, sabar dan dermawan ini”, kata Manurung seraya mengisahkan hubungannya yang sangat akrab, lebih dari saudara kandungnya sendiri terhadap mendiang.
Kehadiran Bupati, Wakil Bupati dan segenap Pimpinan SKPD beserta aparatur sipil negara di Pemerintahan Kab. Humbang Hasundutan, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Humbang Hasundutan, serta handai tolan untuk melayat dan memberi penghormatan terakhir kepada Alm. Maju Lumban Gaol, diapresiasi dan merupakan kehormatan yang tidak ternilai oleh Keluarga yang ditinggalkan Alm. Maju.
“Kami mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat, serta Seluruh aparatur sipil negara pada Pemkab Humbang Hasundutan. Kami tidak dapat membalas kebaikan bapak/ibu semua, kiranya Tuhanlah yang membalas kebaikan Bapak dan Ibu sekalian,” ungkap Pahala Lumban Gaol Ahli waris Alm. Maju.
Pahala menambahkan doa dan harapannya kepada Bupati/Wakil Bupati serta rombongan Pemkab Humbang Hasundutan dimasa yang akan datang supaya lebih baik dan lebih solid.
“Kita berdoa dan berharap supaya pemerintah Kabupapaten humbang hasundutan lebih solid dimasa yang akan datang.” kata Pahala.
Untuk mewakili Keluarga besar Lumban Gaol yang berduka, Bahal Gaja Lumban Gaol, kakak tertua dari Alm. Maju Lumban Gaol menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati/Wakil Bupati Humbang beserta rombongan.
Ketokohan Alm. diikuti dengan keunggulan dalam prosesi dan seremoni adat pemakaman Alm, yang relatif mewah dan lebih besar dari prosesi acara adat pemakaman pada umumnya di Aek Nauli dan Humbang Hasundutan, melalui kesepakatan Tokoh Adat di Desa Aek Nauli.
Kelebihan dan kemewahan Adat tersebut dilakukan dengan cara pengorbanan 3 (tiga) ekor kerbau, sekitar 500 Kg (lima ratus kilo gram) daging Babi, dan puluhan kilo gram daging ayam, dan menyawer (menggalang) semua undangan yang hadir.
“Oleh karena Alm., seorang tokoh terkenal di wilayah Humbang Hasundutan dan tidak ada yang tidak kenal dengan Alm., jadi sangat wajar dan layak kita buat acara lebih besar dari yang biasanya dengan mengorbankan 3 (tiga) ekor kerbau dan akan mengundang kelompok masyarakat adat dari berbagai lapisan sesuai dengan garis keturunan keluarga kita Lumban Gaol yang ada di Aek Nauli dan Kecamatan Pollung,” kata Tokoh Adat Lumban Gaol dalam bahasa Batak Toba saat permusyawaratan Para Tokoh Adat Lumban Gaol dalam Penentuan Susunan Acara Adat Pemakaman Alm, Kamis (03/05/2018) di Aek Nauli.
Alm. Maju Lumban Gaol, lahir di Aek Nauli pada tanggal 01 April 1951 dan tutup usia pada 67 tahun. Almarhum meninggalkan 1 orang istri, satu orang putra dan satu orang putri serta dua menantu dan 6 orang cucu. (Redaksi SatukanIndonesia.com)














