
Surabaya, SatukanIndonesia.Com – Dua Pejabat utama di lingkungan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Perak. Kedua pejabat utama tersebut adalah Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol. Farman dan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimum) Kombes Pol. Totok Suhariyanto.
Penghargaan ini diberikan pada saat upacara peringatan hari Bhayangkara yang ke-77 di Gedung Grahadi Gubernur, Surabaya, Sabtu (1/7).
Penghargaan dalam bentuk lencana perak yang diberikan bersamaan dengan penghargaan Tan Hanna Dharma Mangrwa kepada Gubernur Jawa Timur ini, diberikan berdasarkan SK Gubernur Jatim Nomor 188/281/KPTS/013/2023.
Sebagaimana disampaikan Gubernur Khofifah, penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pengungkapan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di wilayah Jawa Timur. Demikian informasi yang dilansir Diskominfo Jatim dan Mabes Polri.
Sebagaimana diketahui Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki potensi terjadinya tindak pidana perdagangan orang. Beberapa kasus perdagangan orang yang melibatkan berbagai elemen terjadi di Jawa Timur.
Bertolak dari hal tersebut Gubernur Khofifah yang pernah menjabat sebagai Menteri Peranan Wanita di era Presiden Gus Dur dan Menteri Sosial di era Presiden Joko Widodo ini memiliki perhatian yang cukup serius.
Berbagai Upaya pencegahan dan penindakan dilakukan secara serius melalui sinergi yang dibangun dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan jajaran Kepolisian di Iingkungan Polda Jatim. Gubernur yang dikenal dengan jargon IKI (Inisiatif, kolaborasi dan sinergi) ini dalam berbagai kesempatan menandaskan pentingnya upaya Bersama pencegahan TPPO.
Terkait dengan Lencana Jer Basuki Mawa Beya yang diberikan Gubernur Khofifah menyatakan bahwa Lencana Jer Basuki Mawa Beya diberikan kepada pihak yang turut berpartisipasi dan berjasa bagi pembangunan Jawa Timur. Penghargaan untuk Pak Totok dan Pak Farhan diberikan karena jasa beliau dalam penanganan tindak pidana perdagangan manusia. Ini sangat mendukung keberadaan Jawa Timur sebagai daerah ramah perempuan dan layak anak (yos/redaksi).













