
WONDAMA, SatukanIndonesia.Com – Guna mendukung penurunan stunting di wilayah provinsi Papua Barat, tim program Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi melaksanakan pelayanan kesehatan di Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen (SMPTK) Tiranus Kaibi, kabupaten Teluk Wondama, Rabu (11/10/2023).
Tim pelayanan kesehatan bagi kelompok remaja tersebut dibantu oleh Dinkes kabupaten Teluk Wondama, dan Puskemas setempat melakukan sosialisasi dan Imunisasi Tetanus Difteri (Td) Wanita Usia Subur (WUS), pemberian Tablet Tambah Darah (TTD), Scrining PMT.
Kegiatan tersebut menindaklanjuti Perpres RI Nomor 72 tahun 2021, Pergub Nomor 17 tahun 2023 tentang percepatan penurunan stunting pada kelompok remaja dan surat keputusan bersama Menristek Dikti, Menkes, Menag dan Mendagri Nomor 03/KB/2022, Nomor HK.01.08/Menkes/1352/2022, Nomor 835 tahun 2022, Nomor 119, 5091.A tahun 2022.
Kepala Dinkes kabupaten Teluk Wondama, dr Habel I. Y Pandelaki mengapresiasi tim program Imunisasi Dinkes provinsi, yang sudah berkolaborasi dengan Dinkes kabupaten, dalam rangka mendukung penurunan stunting.
“Kami di kabupaten juga sudah pernah melakukan program seperti ini, Tapi dengan adanya gerakan bersama oleh provinsi, itu sangat menyakinkan orang tua murid dan guru bahwa ini benar program pemerintah,”ujarnya.
Lanjut dia, kehadiran tim kesehatan tingkat provinsi sangat menambah kepercayaan orang tua murid dan para siswa-siswi. Pasalnya, sejak masa Pandemi Covid-19, pihaknya (dinkes-red) kabupaten Teluk Wondama sulit melaksanakan imunisasi.
“Kita susah melakukan imunisasi Td WUS. banyak yang menolak, karena orang tua murid dan mereka para siswa-siswi menganggap ini vaksinasi Covid-19. Ini langkah luar biasa dan membantu kami untuk menyadarkan pentingnya berbagai kegiatan yang bisa divaksinasi atau imunisasi, secara khusus anak-anak putri berusia remaja sebagai persiapan untuk berkeluarga nanti,”tuturnya.
Dokter Puskesmas Wondiboy, dr Yohan Yoteni mengatakan, pelayanan Imunisasi Td bagi WUS berusia 15 tahun keatas, sedangkan untuk wanita usia subur yang belum mencapai 15 tahun hanya diberikan TTD dan salah satu penyebab stunting juga adalah kekurangan TTD.
“TTD ini menentukan Hb selama seorang wanita remaja, dewasa, sampaikan dengan menikah. Supaya Hb tetap terjaga, kareta perempuan apabila sudah hamil otomatis harus berbagi dengan janin. Sehingga terkadang membuat Hb seorang perempuan yang hamiul menurun,”jelasnya.
Selain Imunisasi Td bagi WUS, dia mengemukakan, tim kesehatan juga melaksanakan pelayanan penyakit tidak menular (PTM). “Ada bebarapa penyakit yang bisa dicegah melalui imunisasi atau vaksinasi,”
Sementara Kepala SMPTK Tiranus Kaibi, Benyamin Sanoy, S.Th, M,Pd, K menyampaikan terimakasih karena mendapat perhatian dari Dinkes provinsi Papua Barat dan Dinkes kabupaten Teluk Wondama serta Puskesmas Wondiboy.
“Kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam hal pencegahan stunting melalui program Imunisasi, karena ini untuk masa depan anak-anak kami,”tutupnya. [GRW/redaksi]












