
SORONG, satukanindonesia.com – Guna mendukung pertanian berbasis data, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tambrauw melakukan pendataan ulang terhadap kelompok tani yang tersebar di wilayah kabupaten, di Papua Barat Daya.
Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tambrauw, Yulianus Semunya mengatakan, pendataan yang dimulai dari distrik Selemkai di bagian barat hingga distrik Kasi di bagian timur Tambrauw itu menyasar seluruh kelompok tani aktif, yang terdata dan terverifikasi secara lengkap.
“Selain sebagai bentuk pembaruan data, pendataan ini merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah daerah dalam membangun sistem pertanian yang inklusif, akurat, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani,”ujar Semunya.
Dikatakannya, salah satu tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah untuk mengintegrasikan data kelompok tani di Tambrauw dengan Sistem Informasi Penyuluh Pertanian (Simluhtan), platform Nasional milik Kementerian Pertanian.
Melalui integrasi tersebut, kata dia, kelompok tani yang terdata akan memiliki legalitas yang lebih kuat, termasuk pengesahan resmi melalui Surat Keputusan (SK) Bupati.
“Pendataan ini sangat strategis, untuk memperkuat kebijakan pembangunan pertanian daerah ke depan,”katanya.
Menurutnya, melalui data yang valid dan terverifikasi, pemerintah bisa menyalurkan bantuan secara lebih tepat sasaran, menyusun program pelatihan dan pendampingan sesuai kebutuhan, serta memantau perkembangan kelompok tani secara berkelanjutan.
“Oleh karena itu, pendataan ini bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi penting untuk membangun ekosistem pertanian yang produktif dan mandiri,”tuturnya.
Semunya mengutarakan, pendataan itu akan membuka akses yang lebih luas bagi petani terhadap informasi dan teknologi pertanian terbaru.
“Data yang terintegrasi juga memungkinkan kelompok tani untuk lebih mudah menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, seperti lembaga keuangan, penyuluh pertanian, serta institusi riset dan pengembangan,”katanya.
Pendataan itu merupakan bagian dari langkah konkret Pemkab Tambrauw, untuk mendorong sistem pertanian yang modern dan terstruktur.
“Selain berfungsi sebagai basis perencanaan program, data kelompok tani juga menjadi kunci dalam menyiapkan intervensi kebijakan yang lebih terarah, baik dalam bentuk bantuan sarana produksi, pembiayaan, pelatihan, maupun akses pasar,” lujar dia.
Diharapkan dengan kolaborasi antara pemerintah, petani dan pemangku kepentingan lainnya, sektor pertanian Tambrauw akan tumbuh menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat kampung.
“Saya minta supaya seluruh kelompok tani, termasuk yang berada di wilayah-wilayah terpencil, dapat terlibat aktif dalam proses pendataan ini,”tandasnya. [**/GRW]













