
SatukanIndonesia.com – Diharapan ratusan relawan Prabowo Subianto Sandiaga Salahudin (PASS) di Hotel Dafam Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Sabtu (10/11/18), Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno memastikan angka keterpilihan pasangan Prabowo-Sandiaga terus menanjak walaupun survey internal tersebut tidak pernah dirilis.
Menurut Sandiaga, tingginya tingkat keterpilihan ini merupakan hasil kerja keras selama dua bulan terakhir ini. Sandiaga juga meminta kepada para relawannya untuk tetap terus melanjutkan program-program kerja tersebut untuk mengambil hati masyarakat dan tetap menciptakan kampanye yang sejuk dan menggembirakan.
“Alhamdulillah atas kerja keras semua pihak kita sedikit demi sedikit mulai mengejar dalam tingkat kepemilihan. Momentum ini harus terus dijaga. Masyarakat menerima pesan kita, 2019 ganti kebijakan ekonomi,” kata Sandi.
Sandiaga juga menuturkan bahwa pesan yang harus disampaikan kepada masyarakat bahwa ekonomi 2019 akan menjadi lebih baik jika Prabowo dan Sandi terpilih. Pasangan ini akan fokus pada penciptaan lapangan kerja dan menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau.
“Kami akan memutuskan untuk mendahulukan para pekerja dalam negeri ketimbang dari luar negeri. Kita akan maksimalkan ekonomi kerakyatan dengan gerakan ekonomi rakyat (gerak) One Kabuapten/ Kota One Center for Entrepreneurship,” katanya.
Enggan Tanggapi Politik Genderuwo
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga enggan menanggapi terkait pernyataan Joko Widodo mengenai politik genderuwo. Menurutnya pernyataan Joko Widodo ditujukan kepada pelaku ekonomi dan para politisi yang tidak ingin melihat Indonesia maju.
“Politisi Genderuwo yang dimaksud oleh Presiden (Jokowi) itu adalah yang mem-backing melindungi pelaku ekonomi Genderuwo juga yang melanggengkan mafia rente dan impor,” kata Sandiaga Uno
Sandiaga Uno mengatakan lontaran Jokowi soal politik genderuwo itu ditujukan untuk politisi yang tidak ingin melihat Indonesia maju dan mendukung mafia rente.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melontarkan pernyataan tajam untuk mengkritik para politikus di Indonesia dengan sebutan “Politik Genderuwo” saat memberi sambutan dalam acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (09/11/18).
Jokowi mengatakan saat ini banyak politikus yang tidak beretika. Politikus model ini, kata dia, menyebarkan propaganda yang menakutkan kepada masyarakat. “Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Enggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik gerenduwo, genderuwo, nakut-nakuti,” kata Jokowi. (*)













