
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Ratusan advokat yang tergabung dalam Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) menyatakan sikap terhadap perkembangan situasi dan kondisi keamanan, ketertiban sosial, politik dan hukum di Indonesia.
Di Ruang Rupatama Mabes Polri, Rabu (29/05/19), Pendiri FAPP Juniver Girsang menyebutkan, kehadiran 250 advokat itu guna menegaskan pentingnya perdamaian.
“Kita juga ingin membuat ketegasan dan advokat mendukung tindakan kepolisian dan TNI. Supaya kepolisian tidak ragu dalam mengambil keputusan,” tandas ketua umum Peradi itu.
Peristiwa pada 21, 22 dan 23 Mei, kata Juniver, terdapat tindakan anarkis. FAPP meminta seluruh masyarakat terutama elit politik dan tokoh masyarakat untuk menjaga persatuan.
“Kami mengharapkan ada tindakan tegas dan nyata sesuai hukum yang berlaku diberikan terhadap semua pihak yang terlibat hingga ke seluruh aktor intelektual dan penyandang dana tindak pidana penyebaran kebencian, hoax, fitnah, terror atau ancaman, makar dan kerusuhan,” tegas dia.
Dalam kesempatan itu, Wakapolri Komjen Pol Ari Dono menyebutkan, pihaknya terus berusaha menciptakan soliditas.
“Bau-baunya ingin kita pecah dan ramai itu sudah ada. Dari mulai Bhabinkamtibmas, Kapolres, Kapolda. Kita terus monitor,” tutur mantan Kabareskrim Mabes Polri itu. (rul)
Penyidikan Secara Teliti
Lalu, untuk isu korban tewas, Juniver ingin polisi harus melakukan penyidikan secara teliti. Ia juga menyarankan pelaku kejahatan yang menyebabkan perusuh tewas wajib mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Inilah tugas polisi meneliti itu,” ucapnya.
Sementara itu, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto menegaskan, tidak ada anggota polisi yang menggunakan peluru tajam saat bertugas dalam aksi 21-22 Mei 2019. Ia memastikan, hal itu lantaran sebelum melakukan pengamanan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan petugas.
“Lagi pula kalau pun sesuai SOP, anggota akan mengarahkan ke kaki,” tegas Jenderal bintang tiga.
Sampai saat ini, Polri masih menunggu hasil otopsi terhadap masyarakat yang tewas terkena peluru tajam. Beberapa proyektil peluru telah ditemukan pihaknya dan menyasar pelaku menembak.(*)













