Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid menanggapi terkait ucapan capres nomor urut satu Ganjar Pranowo yang memberikan skor 5 soal penegakan hukum dan HAM di era kepemimpinan Presiden Jokowi.
Nusron mengatakan, seharusnya Ganjar Pranowo menyampaikan nilai tersebut kepada pasangannya, Mahfud MD. Sebab, Mahfud merupakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam).
“Sebaiknya mas Ganjar menyampaikan itu kepada Pak Mahfud MD yah. Menkopolhukam-nya yang paling bertanggung jawab dalam penegakan hukum,” kata Nusron kepada awak media di GBK, Jakarta, sebagaimana dilansir SinPo.id, Minggu, 19 November 2023.
Nusron juga meminta capres nomor urut tiga itu untuk ber-tabayun. Menurutnya, bertemu langsung dengan Mahfud MD merupakan langkah yang tepat untuk mengetahui penyebab merosotnya penegakan hukum di Indonesia.
“Tanya pak Mahfud, dia kan menilai pemerintahan, kalau menilai pemerintahan tentang penegakan hukum ya sebaiknya tabayun dan tanya sama pak Mahfud,” paparnya.
Sebelumnya, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa penegakan hukum dan demokrasi di masa pemerintahan Jokowi menurun setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai persyaratan usia capres dan cawapres.
“Ya dengan kasus ini (MK) jeblok. (Nilainya) 5,” kata Ganjar dalam acara Sarasehan Nasional Ikatan Keluarga Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), pada Sabtu, 18 November 2023.
Pernyataan itu diperkuat dengan data yang dipaparkannya, yakni persepsi penegakan hukum saat ini hanya 30,7 persen. Untuk memperbaiki, Ganjar menyatakan yang harus dilakukan ialah supremasi hukum untuk melindungi seluruh warga.
“Sementara untuk indeks hukum dan HAM pada 2017-2022 memiliki skor 6,2. Sehingga yang harus dilakukan ialah memperkuat lembaga HAM, perkuat pendidikan HAM pada publik,” kata Ganjar.(***)













