
Bengkulu, SatukanIndonesia.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Bengkulu melaksanakan audiensi dengan Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu, Irjen. Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., di Mapolda Bengkulu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara organisasi mahasiswa dan institusi kepolisian dalam memperkuat sinergi penegakan hukum di wilayah hukum Provinsi Bengkulu. Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan semangat kolaborasi demi menjaga stabilitas daerah dan menjamin keadilan bagi masyarakat.
Ketua DPC GMNI Bengkulu, Restu Alam, menyampaikan bahwa GMNI hadir sebagai mitra kritis yang tetap mendukung aparat penegak hukum, namun tidak menanggalkan fungsi kontrol sosialnya. Dalam forum tersebut, GMNI menyampaikan sejumlah catatan terkait pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta menyoroti potensi tindakan represif aparat dalam beberapa momentum penanganan massa.
“Kami ingin memastikan bahwa penegakan hukum di Bengkulu berjalan dengan mengedepankan prinsip keadilan, kemanusiaan, dan transparansi. Kritik yang kami sampaikan adalah bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat,” ujar Restu.
Secara khusus, GMNI Bengkulu juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penanganan kasus penembakan yang terjadi di wilayah Pinoraya. GMNI mendorong agar proses hukum dilakukan secara profesional, terbuka, dan akuntabel guna menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Mardiyono menegaskan komitmen Polda Bengkulu untuk memastikan praktik-praktik represif yang terjadi di beberapa wilayah lain, seperti di Maluku, tidak terjadi di Bengkulu.
“Kami berkomitmen untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap penanganan persoalan hukum. Jika terdapat oknum yang bertindak di luar prosedur, tentu akan kami evaluasi dan tindak sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolda juga memastikan bahwa penanganan setiap perkara, termasuk kasus di Pinoraya, akan dilaksanakan secara profesional sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun komunikasi berkelanjutan antara kepolisian dan gerakan mahasiswa. GMNI Bengkulu menegaskan akan terus menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam mengawal penegakan hukum serta menjaga nilai-nilai demokrasi di Provinsi Bengkulu.(rilis/red)













