• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

Oktober 25, 2026
Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Tahun 2027, Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun

Oktober 25, 2026
Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Pemerintah Indonesia akan Hentikan Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Oktober 25, 2026
ADVERTISEMENT
Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Rencana Tambang oleh PT ANTAM, Hak Masyarakat Adat dan Pertambangan Rakyat

Oktober 25, 2026
Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Jaga Kepercayaan Publik, Bakom Satukan Narasi Pusat dan Daerah

Oktober 25, 2026
Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Mendagri Tito Dukung Program 3 Juta Rumah melalui Kemudahan Regulasi bagi MBR

Oktober 25, 2026
Zulhas Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

Zulhas Lepas Ekspor Perdana 40 Ton Terasi UMKM Asahan ke Thailand

Oktober 25, 2026
Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Kegiatan Dokter Keliling Gerindra Jawa Barat di Jatiasih

Wakil Wali Kota Bekasi Hadiri Kegiatan Dokter Keliling Gerindra Jawa Barat di Jatiasih

Oktober 25, 2026
Prediksi BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan

Prediksi BMKG: Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini Berpotensi Hujan

Oktober 25, 2026
BPOM-Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Farmasi Nasional, Bidik Transfer Teknologi Insulin dan Obat Kanker

BPOM-Rusia Perkuat Kerja Sama Industri Farmasi Nasional, Bidik Transfer Teknologi Insulin dan Obat Kanker

Oktober 25, 2026
KPK Perkuat Kerja Sama dengan Nigeria, Berantas Korupsi dan Kejahatan Lintas Negara

KPK Perkuat Kerja Sama dengan Nigeria, Berantas Korupsi dan Kejahatan Lintas Negara

Oktober 25, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Ragam Info

Greenpeace luncurkan Buku Anak Tentang Hutan, Laut, dan Menjaga Alam

(Ragam Info)

Oktober 25, 2026
in Ragam Info
0
0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT
FOTO : (Kiri dan tengah) Titah AW dan Sekar Bestari dalam peluncuran buku cerita anak _Luka-Luka Pulau Kecil_ dan _Rumah Kami Bukan Tanah Kosong_ di Ubud Writers and Readers Festival pada Sabtu, 24 Oktober 2026//GRW-Dok.Greenpeace Buku

JAKARTA, satukanindonesia.com – Greenpeace kembali meluncurkan dua buku anak bergambar yang mengangkat tema tentang hutan, laut dan pentingnya menjaga dan memperjuangkan kelestarian alam.

Kedua buku itu bertajuk Luka Pulau-Pulau Kecil dan Rumah Kami Bukan Tanah Kosong yang berkolaborasi dengan penulis Titah AW dan ilustrator Sekar Bestari.

Peluncuran ini diselenggarakan dalam perhelatan Ubud Writers dan Readers Festival (UWRF) 2026 di Rumah Kayu, Taman Baca Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, Sabtu (24/10/2026).

Luka Pulau-Pulau Kecil menceritakan kisah Pin, seorang anak Raja Ampat, yang menghabiskan hari-harinya di antara pulau-pulau kecil yang indah bersama orang tua dan sahabatnya Ruga si penyu belimbing, mendayung perahu, berenang di laut, dan menikmati alam yang penuh warna di sekitarnya.

Suatu hari, sesuatu datang ke rumah Pin dan warna-warna itu mulai menghilang satu per satu dan bagaimana Pin menyelamatkan rumahnya.

Sementara itu, Rumah Kami Bukan Tanah Kosong mengajak anak menyelami kehidupan masyarakat yang bergantung pada hutan.

Buku ini berbicara tentang seorang anak laki-laki bernama Yema yang dipercaya oleh kakeknya yang sedang sekarat untuk menjaga tujuh pohon raksasa di hutan adat dekat rumah mereka, pohon-pohon yang dipercaya membawa keberuntungan dan kehidupan bagi kampung mereka.

Suatu hari, orang-orang asing datang naik tank dan buldoser, bertekad merobohkan pohon-pohon itu dan upaya Yema menghentikan mereka.

Titah AW, penulis kedua buku ini, mengatakan, cerita asli dari semua serial buku anak itu aslinya pahit dan sesuatu yang menyedihkan.

“Akan tetapi karena kami bicara ke generasi muda, kami ingin menghimpun solidaritas antar generasi dan berusaha menaruh sedikit harapan dari ceritanya,”kata Titah AW dalam siaran pers Greenpeace, Sabtu malam (24/10/2026).

Katanya, ini menjadi ajakan untuk anak-anak, setelah membaca jadi bisa ikut bersuara atau setidaknya mereka mengerti dan kemudian membuka obrolan di lingkaran keluarga, atau pertemanan mereka masing-masing mengenai permasalahan ini.

Ilustrator asal Yogyakarta, Sekar Bestari mengatakan, sasaran pembaca buku ini salah satunya adalah anak-anak yang hidup di wilayah urban.

Menurutnya, hubungan mereka dengan hutan hanya sebatas melihatnya sebagai latar belakang pemandangan.

“Aku merasa kalau sejak kecil sudah dikenalkan bahwa hutan itu juga organisme yang hidup, di dalamnya banyak makhluk, bahkan manusia, itu bisa membangun empati mereka juga yang akan dibawa ke masa depan,”ujar Sekar Bestari.

Proses kreatif pembuatan buku ini melalui serangkaian tahapan yang panjang, Titah dan Sekar mewawancarai orang-orang yang mengalami langsung peristiwa yang melatarbelakangi kedua cerita tersebut.

Keduanya juga melakukan observasi langsung ke Raja Ampat dan Papua Selatan untuk mendalami konteks dan karakteristik setiap wilayah, sehingga ilustrasi yang dihasilkan dapat merepresentasikan tempat dan kehidupan masyarakat di dalamnya secara lebih akurat.

Dalam kedua buku tersebut, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sekar Banjaran Aji menyoroti, peran anak-anak dalam perjuangan menjaga hutan.

“Anak-anak punya imajinasi sendiri tentang perlawanan yang mereka pelajari dari kakek, nenek, serta keluarga. Perlawanan tersebut tidak selalu besar dan bisa dimulai dari hal-hal kecil,”ucap Sekar Banjaran Aji.

Katanya, dengan begitu, perlawanan bisa lebih mengakar pada ruang hidup dan komunitas masing-masing. Sebab, hutan adalah ruang hidup bersama, mulai dari komunitas, keluarga di dalam komunitas yang anak-anak termasuk di dalamnya.

Belgis Habiba, Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia mengatakan, buku cerita anak adalah salah satu medium yang penting bagi anak-anak untuk mengenalkan persoalan lingkungan yang dihadapi saat ini.

Sebagai generasi yang akan hidup di masa depan, anak-anak perlu memahami apa yang terjadi pada lingkungan mereka. Melalui buku cerita anak, suara, pemikiran, dan harapan mereka dapat terdengar.

“Kami merasa bahwa hal-hal ini penting untuk diketahui oleh generasi mendatang, karena pembangunan dan industri ekstraktif yang merusak dapat berdampak pada keberlangsungan masa depan mereka. Mereka harus tahu apa yang dialami Bumi saat ini karena pertaruhannya adalah masa depan mereka,”ujarnya.

Peluncuran dua buku cerita anak adalah satu dari serangkaian agenda Greenpeace Indonesia di UWRF 2026, salah satu festival penulis dan pembaca terbesar di Asia.

Selain peluncuran buku cerita anak, Greenpeace juga membawa suara dari Papua dengan menghadirkan Yosepina Sreklefat, perempuan dari Kampung Kwowok di Papua Barat Daya dalam panel A Feast of Stories dan Maria Guriti Amote dari Boven Digoel, Papua Selatan dalam panel Our History, Our Hands sebagai perwakilan Masyarakat Adat dalam melindungi hutan di Tanah Papua.

Selain itu, dua Juru Kampanye Hutan Greenpeace Indonesia, Sekar Banjaran Aji dan Belgis Habiba juga turut berpartisipasi dalam sejumlah diskusi panel seperti Environment Vulnerability and Activism in Indonesia, Fast Forward Climate Edition dan pemutaran dokumenter Tutaha Subang: A Tale of My Daughter. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: Buku Anak Tentang HutanGreenpeaceLautLuncurkan BukuMenjaga Alam
ShareTweetSend

Related Posts

Desak Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Hak Masyarakat Adat, Greenpeace: Penundaan adalah Penghancuran

Desak Perlindungan Keanekaragaman Hayati dan Hak Masyarakat Adat, Greenpeace: Penundaan adalah Penghancuran

Oktober 19, 2026
Pemerintah Indonesia Cabut Izin Tambang di Raja Ampat, Greenpeace : Ini Langkah Awal

Pemerintah Indonesia Cabut Izin Tambang di Raja Ampat, Greenpeace : Ini Langkah Awal

Juni 10, 2025
Luncurkan Buku “The Prabowo Mind, The New Indonesia Economy 5.0 Manifesto”, Frans Meroga S. Panggabean Siap Dukung Prgram Prabowo – Gibran

Luncurkan Buku “The Prabowo Mind, The New Indonesia Economy 5.0 Manifesto”, Frans Meroga S. Panggabean Siap Dukung Prgram Prabowo – Gibran

Oktober 14, 2024

“LAUT MENGHUBUNGKAN ANTAR BANGSA”, LATIHAN NON PERANG SKALA INTERNASIONAL SEGERA DIGELAR TNI AL

Mei 31, 2024

Dua Kapal Perang TNI AL Asah Naluri Tempur Di Laut

April 29, 2024
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?