
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pasca terjadinya aksi saling serang dan silang pendapat antara Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution di media sosial beberapa waktu lalau berkaitan dengan penentuan lokasi karantina bagi WNI dari luar negeri, Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander K. Ginting ikut angkat bicara.
Menurut Alexander K. Ginting, Silang pendapat antara Gubernur Sumut dengan Walikota Medan itu bukan hal yang mendasar, akan tetapi muatannya lebih kepada dimensi politik demi mencari popularitas diantara kedua tokoh untuk kepentingan politik pada Pilkada Sumut mendatang.
“Sudah saatnya Gubernur Sumut dan Walikota Medan menghentikan aksi selisih paham dan mengutamakan kepentingan rakyat karena perselisihan itu sarat dengan muatan politik untuk kepentingan Pilkada Sumut dimasa mendatang,” ujar Alexander K. Ginting beberapa waktu yang lalu saat dihubungi SatukanIndonesia.com melalui telpon selulernya.

Aksi perhelatan antara Gubernur Sumut Edy Ramayadi dengan Walikota Medan Bobby Nasution marak di media sosial sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, 6 Mei 2021, dengan judul “Panas! Saling ‘Serang’ Gubernur Sumut & Bobby Menantu Jokowi.”
Jika aksi antipati itu terus dipelihara, masyarakat akan muak karena pemerintah Pusat dan segenap masyarakat sedang diperhadapkan pada posisi sulit sehingga dibutuhkan kerja keras dan upaya untuk melawan pandemic corona virus covid-19 yang masih menghantui dan menakutkan segenap masyarakat.
Menurut Alexander Ginting yang pernah menjadi Tim Dokter Kepresidenan itu, dirinya prihatin melihat komunikasi diantara kedua tokoh penting di Sumut dan Medan itu, pasalnya saat ini Sumut secara keseluruhan tergolong kategori memprihatinkan penyebaran covid-19.
“Mari sama-sama kita kawal dan jaga Sumut itu, karena disana penyebaran Covid-19 tergolong tidak terkendali,” ujar Alexander yang juga merupakan Komut Kimia Farma itu.
Dalam kondisi sekarang ini, lanjut Alexander Ginting, Pemerintah Provinsi Sumut dan Pemko Medan perlu secara terus menerus memantu dan mengukur penerapan protokol kesehatan ditenga masyarakat dengan melakukan tiga hal strategi dalam rangka penanggulangan Covid-19 di daerah masing-masing, yaitu implementasi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak), kemudian pemerintah melaksanakan 3T (testing, tracing, treatment).
“Kemudian di tengah irisan itu ada vaksinasi,” ungkapnya. Ia juga menekankan perlunya penerjemahan yang tepat dan upaya yang maksimal dari setiap kepala Daerah dalam melakukan penanggulangan Covid-19 sesuai dengan kearifan lokal, sehingga lebih bisa dimengerti masyarakat di daerah masing-masing.
Sementara penyebaran virus corona di Sumut hingga 17 Mei 2021, bersadasarkan informasi yang dihimpun SatukanIndonesia.com dari berbagai sumber dalam laman resmi tentang penyebaran pandemic covid-19 di Sumut masih tergolong tinggi.
Adapun jumlah kasus warga yang terjangkit pandemic Covid-19 yang dimuat https://infeksiemerging.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/situasi-terkini-perkembangan-coronavirus-disease-covid-19-17-mei-2021, hingga tanggal 16 Mei 2021 terdiri dari Jumlah Kasus sampai tanggal 15/5/2021 sebanyak 30.552, jumlah terjangkit per (16/5/2021) sebanyak 80 orang, sehingga kumulasi kasus menjadi 30.632. Adapun jumlah kasus sembuh sampai dengan tanggal 15/5/2021 sebanyak 27.166, dan yang sembuh tanggal 16/5/2021 sebanyak 73 orang sehingga kumulasi sembuh hingga tanggal 16/5/2021 menjadi 27.239. Sedangkan jumlah kasus meninggal karena Covid-19 di Sumut hingga 15/5/2021 sebanyak 1.003 jiwa, dan meninggal tanggal 16/5/2021 sebanyak 4 orang, sehingga kumulasi yang meninggal akibat pandemic Covid-19 hingga 16/5/2021 sebanyak 1.007 jiwa.
Sementara terpapar pandemic Covid-19 di Kota Medan hingga tanggal 17 Mei 2021, Pkl. 17.00 dilansir dari twitter resmi Pemko Medan https://twitter.com/pemko_medan., dan laman Web Resmi Pemko Medan: https://covid19.pemkomedan.go.id/index.php?page=peta, tercatat sebanyak 23.619 orang Suspek dan terkonfirmasi sebanyak 15.909 orang, dan sembuh sebanyak 14.759, sedangkan yang meninggal dunia hingga 17 Mei 2021 sebanyak 528 jiwa. (SIM/MTS).













