
Surabaya, SatukanIndonesia.com – Mengikuti jejak Presiden Prabowo yang menyelenggarakan retret kepala daerah 21 hingga 28 Februari 2025 lalu di Akademi Militer, Magelang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyelenggarakan Retret bagi Pejabat di lingkungan Pemprov Jatim. Retret bertajuk “Jatim Retreat 2025 dengan tema Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara” ini berlangsung sabtu (27/4) dan Minggu hari ini (28/4) diselenggarakan di Pusat Pendidikan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud), Kota Batu, Jawa Timur.
Dalam keterangan pers yang disampaikan, acara ini diikuti oleh 72 pejabat eselon satu dan dua di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka adalah Khofifah sendiri, Wakil Gubernur Emil Dardak, para staf ahli, Sekretaris Daerah Adhy Karyono Bersama para Asisten Sekretariat Daerah Jawa Timur, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Kepala Biro di lingkungan Pemprov Jatim, Kepala Badan, Kepala instansi di lingkungan pemprov Jatim dan juga Kepala Sekretriat DPRD Jatim.
Terkait dengan retret yang diselenggarakan tersebut, Khofifah yang juga dikenal dekat dengan Joko Widodo dan Presiden Prabowo ini menyatakan bahwa retret tersebut dilaksanakan dalam rangka mengorkestrasi semua elemen di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam rangka penguatan pelaksanaan Sembilan program prioritas Khofifah Emil Nawa Bakti Satya dalam sinergi dan keselarasan dengan Asta Cita yang merupakan program pemerintah Presiden Prabowo.
Dalam rangka ini, menurut Khofifah, pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win. Hal tersebut diterapkan dalam pelaksanaan kesembilan Bhakti dalam Nawa Bhakti Satya yaitu : Jatim Sejahtera, Jatim Kerja, Jatim Cerdas, Jatim Sehat, Jatim Akses, Jatim Berkah-Amanah, Jatim Agro, Jatim Harmoni dan Jatim Lestari.
Sejumlah pembicara dihadirkan dalam acara ala militer namun penuh keakraban ini selain Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak. Beberapa diantaranya seperti Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syahdily, Pangdam V Brawijaya , Mayje TNI Rudi Saladin, Kapolda Jatim Irjen Pol. Nanang Avianto Perwakilan KPK dan beberapa lainnya. Tak ketinggalan dalam sesi penutupan Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Zudan Arief Fakrulloh juga sempat menyampaikan pandangannya.
Dalam pandangan yang disampaikan, mantan pejabat senior di lingkungan Kementerian Dalam Negeri tersebut Kembali mengingatkan jajaran pimpinan Pemprov Jatim yang juga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jatim untuk mengedepankan profesionalisme dan totalitas dalam melayani masyarakat dan tentu saya harus tetap setia pada Pancasila dan NKRI.
Dalam kesempatan tersebut Gubenur Jawa Timur juga Kembali menegaskan bahwa ASN merupakan faktor kunci dalam mewujudkan reformasi birokrasi serta dalam menghadirkan pelayanan publik prima, adaktif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Sebagai garda terdepan perubahan menuju yang lebih baik, bagi Khofifah, ASN harus memilki mindset pembelajar, selalu berinovasidan berorientasi pada pelayanan.
Menindaklanjuti pernyataannya dalam pembukaan, dalam penutupan gubernur Wanita Jawa Timur dua periode ini Kembali mengingatkan agar jajaran pimpinan di lingkungan Pemprov Jatim mampu mengoptimalkan sinergi dan kolaborasi dalam menjalankan tugas dan tanggunh jawabnya seraya tetap memperkokoh nilai-nilai kebangsaaan. Menurutnya hal ini merupakan dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tak hanya itu, hal ini merupakan modal kekuatan bagi Jawa Timur yang merupakan gerbang baru Nusantara.
Sebelumnya, dalam pembukaan di hari Sabtu (26/4) Khofifah menyatakan bahwa retret yang ini bertujuan agar para pimpinan dan penanggung jawab pelayanan publik di lingkungan Pemprov Jatim makin memahami, menguatkan dan mengedepankan implementasi ideologi Pancasila serta penguatan terhadap pelaksanaan Hak Asasi Manusia (HAM).
Secara jujur dalam sambutan pembukatan dan Kembali mengulang dalam beberapa momen, sosok yang dikenal dekat dengan Jokowi maupun Presiden Prabowo ini mendapatkan inspirasi dari Langkah Presiden Prabowo yang mengadakan retret dan mengumplkan kepala daserah di lembah Tidar Magelang. Menurutnya acara tersebut merupakan acara yang lengkap karena menghadirkan penguatan nilai-nilai kebangsaan sekaligus penguatan sinergi dan kolaborasi antar pimpinan daerah di Indonesia. (Yos/Tim)













