• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan dan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan dan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

Mei 22, 2026
Komnas HAM Disurati Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Komnas HAM Disurati Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua

Agustus 18, 2026
Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Anggota Komisi III DPR Dukung Penuh Kapolri-Panglima TNI Tindak Beking Tambang Ilegal

Agustus 18, 2026
ADVERTISEMENT
Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Wakil Ketua I Dewan Apresiasi Semangat Peserta

Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI, Wakil Ketua I Dewan Apresiasi Semangat Peserta

Agustus 18, 2026
Wakil Ketua II DPRD Hadiri Upacara Pemberian Remisi WBP Lapas Batam, 915 Narapidana Terima Pengurangan Hukuman

Wakil Ketua II DPRD Hadiri Upacara Pemberian Remisi WBP Lapas Batam, 915 Narapidana Terima Pengurangan Hukuman

Agustus 18, 2026
Pimpinan dan Anggota Dewan Kota Batam Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Dataran Engku Putri, Ketua DPRD Bacakan Teks Proklamasi

Pimpinan dan Anggota Dewan Kota Batam Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Dataran Engku Putri, Ketua DPRD Bacakan Teks Proklamasi

Agustus 18, 2026
Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Ikut Lepas Pawai Obor HUT ke-81 RI, Apresiasi Semangat Peserta

Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Ikut Lepas Pawai Obor HUT ke-81 RI, Apresiasi Semangat Peserta

Agustus 18, 2026
Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Pusara Bhakti Bulan Gebang

Ketua DPRD Kota Batam Hadiri Renungan Suci HUT ke-81 Kemerdekaan RI di TMP Pusara Bhakti Bulan Gebang

Agustus 18, 2026
Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Agustus 18, 2026
Ribuan Personel dari PNG Akan Direkrut Angkatan Pertahanan Australia?

Ribuan Personel dari PNG Akan Direkrut Angkatan Pertahanan Australia?

Agustus 18, 2026
Pemprov Papua Tengah Luncurkan Subsidi Penerbangan Gratis

Pemprov Papua Tengah Luncurkan Subsidi Penerbangan Gratis

Agustus 18, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional

Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan dan Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat

(Nasional)

Mei 22, 2026
in Nasional
0
0
SHARES
13
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

Presiden Prabowo Subianto mengikuti Rapat Paripurna DPR RI ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025—2026 dalam rangka penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026)./Bisnis-Eusebio Chrysnamurti

Jakarta, satukanindonesia.com — Presiden Prabowo Subianto menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi nasional dan belum optimalnya distribusi hasil pertumbuhan ekonomi dalam pidato penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Jakarta, dilansir dari infopublik, Rabu (20/5/2026).

Dalam pidatonya, Presiden menegaskan arah pembangunan ekonomi pemerintah akan difokuskan pada peningkatan kesejahteraan rakyat kecil, penguatan ekonomi produktif, serta pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Presiden menyebut sebagian besar rakyat Indonesia tidak memiliki mimpi hidup mewah, melainkan hanya ingin hidup layak, memperoleh pekerjaan yang cukup, rumah yang baik, pendidikan yang memadai, serta akses kesehatan bagi keluarga mereka.

“Mereka bermimpi bisa makan dengan baik tiap hari, memberi susu untuk anak-anaknya, punya rumah layak, dan melihat anak-anaknya sekolah dengan sehat,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, evaluasi pemerintah terhadap kondisi ekonomi nasional menunjukkan Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar, namun hasilnya belum sepenuhnya dinikmati rakyat secara merata.

Karena itu, pemerintah menegaskan pengelolaan bumi, air, dan kekayaan alam nasional harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia.

Di sektor kelautan dan perikanan, Presiden mengumumkan program pembangunan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi pesisir dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Pada 2026, pemerintah menargetkan meresmikan 1.386 desa nelayan di berbagai wilayah Indonesia.

Program tersebut mencakup pembangunan instalasi pembuat es batu, ruang pendingin hasil tangkapan ikan, serta SPBU khusus nelayan di setiap desa nelayan.

Presiden menilai nelayan selama ini menghadapi berbagai keterbatasan mendasar, termasuk sulitnya memperoleh es batu dan bahan bakar solar untuk melaut.

“Kita akan menjamin tiap nelayan bisa punya es batu dan fasilitas pendingin. Nelayan kita harus diberdayakan karena mereka berada di ujung terdepan penguasaan laut kita,” katanya.

Selain nelayan, Presiden juga menegaskan peningkatan kesejahteraan guru menjadi prioritas nasional karena kualitas pendidikan ditentukan oleh kualitas tenaga pendidik.

Menurut Presiden, guru harus memperoleh kehidupan yang layak agar mampu menjadi teladan dan penggerak pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Pemerintah juga akan memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) guna memperluas lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di bidang perlindungan sosial, pemerintah menargetkan penguatan jaringan jaminan sosial untuk menopang kelompok lanjut usia dan masyarakat rentan agar dapat hidup lebih tenang dan sejahtera.

Presiden menegaskan Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, mulai dari posisi geografis strategis, bonus demografi, hingga kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Ia menyebut Indonesia merupakan eksportir minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan devisa ekspor mencapai 23 miliar dolar AS atau sekitar Rp391 triliun pada 2025.

Selain itu, ekspor batu bara Indonesia disebut mencapai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp510 triliun, sementara ekspor ferro-alloy menghasilkan devisa sekitar 16 miliar dolar AS atau setara Rp272 triliun.

Secara keseluruhan, tiga komoditas strategis tersebut menghasilkan devisa lebih dari 65 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.100 triliun per tahun.

Meski demikian, Presiden mengkritik rendahnya rasio penerimaan negara Indonesia dibanding negara-negara anggota G20 lainnya.

Menurut data IMF yang dipaparkan Presiden, rasio pendapatan negara Indonesia terhadap PDB masih berada di kisaran 11–12 persen, lebih rendah dibanding Meksiko sebesar 25 persen, Filipina 21 persen, India 20 persen, maupun Kamboja sebesar 15 persen.

Presiden menilai kondisi tersebut menjadi indikator perlunya evaluasi mendasar terhadap sistem ekonomi nasional.

Ia juga menyoroti fakta bahwa pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen selama tujuh tahun terakhir belum sepenuhnya mampu memperkuat kelas menengah dan mengurangi ketimpangan sosial.

“Saya bertanya kepada semua pihak, bagaimana bisa ekonomi tumbuh 35 persen tetapi kelas menengah menurun dan kemiskinan meningkat,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, persoalan tersebut menunjukkan adanya masalah struktural dan sistemik dalam pengelolaan ekonomi nasional yang harus segera diperbaiki agar Indonesia tidak terus kehilangan kekayaan nasional dan tertinggal dalam persaingan global.

Presiden menegaskan pemerintah akan menjalankan reformasi ekonomi dengan berpijak pada konstitusi, penguatan kedaulatan ekonomi, hilirisasi industri, serta optimalisasi pengelolaan sumber daya nasional untuk kesejahteraan rakyat.

Kebijakan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional dan Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo yang menitikberatkan pada penguatan kemandirian ekonomi, pemerataan kesejahteraan, serta pembangunan sumber daya manusia unggul. (***)

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

Tags: 5.000 Desa NelayanKerangka Ekonomi Makro (KEM)Presiden PrabowoRapat Paripurna ke-19
ShareTweetSend

Related Posts

Erick Thohir Apresiasi Kepercayaan Presiden Prabowo untuk Transformasi Kemenpora

Erick Thohir Apresiasi Kepercayaan Presiden Prabowo untuk Transformasi Kemenpora

Agustus 13, 2026
Bahlil Ungkap Arahan Presiden soal Listrik dan Harga BBM

Bahlil Ungkap Arahan Presiden soal Listrik dan Harga BBM

Agustus 6, 2026
Presiden Prabowo Didesak Ganti Menteri HAM RI

Presiden Prabowo Didesak Ganti Menteri HAM RI

Agustus 3, 2026

Menag: Kepemimpinan Prabowo di Jalur Tepat, Indonesia Patut Bersyukur

Agustus 2, 2026

Sudaryono Sosok Tepat Pimpin BGN, Momentum Perkuat Tata Kelola Program MBG 

Juli 25, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?