• Latest
  • Trending
  • All
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Internasional
  • Ragam Info
Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

Agustus 18, 2026
Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

September 15, 2026
RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

September 15, 2026
ADVERTISEMENT
Pakar Hukum Sebut RUU Perampasan Aset Harus Jamin Keadilan dan Perlindungan HAM

Pakar Hukum Sebut RUU Perampasan Aset Harus Jamin Keadilan dan Perlindungan HAM

September 15, 2026
FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton

September 15, 2026
Ketum PWI Pusat Lantik PWI Surakarta Masa 2026-2031

Ketum PWI Pusat Lantik PWI Surakarta Masa 2026-2031

September 15, 2026
Berangkatkan Satgas Port Visit 2026, TNI AL Emban Misi Diplomasi dan Kemanusiaan ke Kawasan Pasifik Selatan dan Oseania

Berangkatkan Satgas Port Visit 2026, TNI AL Emban Misi Diplomasi dan Kemanusiaan ke Kawasan Pasifik Selatan dan Oseania

September 15, 2026
Penyisiran Hari Keenam di Perairan Selat Sunda, TNI AL Kembali Temukan Pelampung

Penyisiran Hari Keenam di Perairan Selat Sunda, TNI AL Kembali Temukan Pelampung

September 15, 2026
Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan

Reforma Agraria Harus Berujung pada Kesejahteraan

September 15, 2026
Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara Resmi Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

September 14, 2026
Indonesia Siap Berkontribusi bagi Ketahanan Pangan Dunia

Indonesia Siap Berkontribusi bagi Ketahanan Pangan Dunia

September 14, 2026
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro
Selasa, September 15, 2026
  • Login
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Ragam Info
  • Daerah
  • GALERI SatukanIndonesia.com
  • Infografis
  • Metro
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home News

Sayangkan Pernyataan Soal Insiden Maybrat, Pangdam XVIII Kasuari Diminta Klarifikasi

(Daerah)

Agustus 18, 2026
in News
0
0
SHARES
238
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke Whatsapp
ADVERTISEMENT

SORONG, satukanindonesia.com – Aktivis dan tokoh pemuda Papua Barat Daya, Thomas Jefferson Baru, menyayangkan pernyataan Pangdam XVIII Kasuari melalui Kolonel Inf. Imantri Daniel Pemanon Manulu yang menyebut luka tiga warga korban kekerasan di wilayah Aifat Timur Tengah, Kabupaten Maybrat, berdasarkan analisis sementara diduga akibat senjata tajam.

Thomas menilai, pernyataan tersebut seharusnya tidak disampaikan sebagai sebuah kesimpulan sebelum proses pemeriksaan dan investigasi dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, penentuan penyebab luka terhadap korban semestinya didasarkan pada hasil pemeriksaan medis, termasuk visum dokter, serta proses investigasi yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya sangat menyayangkan seorang Pangdam XVIII Kasuari bisa menyampaikan hal demikian tanpa melalui sebuah proses hukum yang benar. Ini sangat-sangat menyakitkan bagi masyarakat yang menjadi korban,”kata Thomas.

Ia mempertanyakan, dasar dari pernyataan tersebut dan meminta agar publik diberikan penjelasan apakah kesimpulan mengenai jenis luka korban telah didasarkan pada hasil visum dokter atau pemeriksaan pihak independen.

“Apakah pernyataan yang disampaikan oleh Pangdam sudah melalui hasil visum dokter? Atau sudah melalui tim independen yang turun melakukan investigasi?”ujarnya.

Thomas menegaskan, proses pengungkapan fakta terkait kasus tersebut harus dilakukan secara transparan dan tidak hanya berdasarkan analisis sementara dari satu pihak.

Ia mendorong, adanya tim independen yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Komnas HAM dan unsur penegak hukum, untuk melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa kekerasan yang terjadi di Aifat Timur Tengah.

Menurutnya, hasil pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan penyebab luka korban sekaligus menghindari munculnya kesimpulan yang dapat menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

“Kalau hanya membuat pernyataan berdasarkan analisa, sebaiknya tidak boleh seorang Pangdam menyampaikan pernyataan demikian. Harus menunggu proses hukum yang jelas,”tegasnya.

Thomas mengatakan, hasil visum dokter dan investigasi independen harus menjadi dasar sebelum kesimpulan mengenai penyebab luka korban disampaikan kepada publik.

“Proses yang benar itu melalui hasil visum dokter, kemudian tim independen turun melakukan investigasi. Bisa melibatkan Komnas HAM dan kepolisian. Dari situ baru dapat ditarik kesimpulan penyebabnya apa,”katanya.

Lebih lanjut, Thomas menilai, pernyataan tersebut berpotensi menambah rasa sakit yang dirasakan masyarakat, khususnya warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Bahkan, ia menyebut, pernyataan yang disampaikan tanpa didukung hasil pemeriksaan yang transparan dapat menimbulkan kesan bahwa suara dan penderitaan masyarakat Papua tidak mendapatkan perhatian yang semestinya.

“Apa yang disampaikan oleh Pangdam seakan-akan orang Papua tidak punya nilai, tidak punya harga di mata mereka sebagai seorang manusia. Saya sangat menyayangkan itu,”ujarnya.

Thomas menegaskan, seorang pemimpin militer harus berhati-hati dalam menyampaikan informasi kepada publik, terlebih ketika informasi tersebut berkaitan dengan korban warga sipil dan sebuah peristiwa kekerasan.

“Seharusnya Pangdam tidak boleh menyampaikan kalimat yang demikian. Sebagai pimpinan, sebagai panglima, harus menunggu proses hukum yang jelas, lalu disampaikan kepada publik,”katanya.

Atas persoalan tersebut, mantan pemuda Katolik Papua Barat ini secara terbuka meminta, Pangdam XVIII Kasuari segera memberikan klarifikasi terhadap pernyataan mengenai kondisi luka korban.

Untuk itu, dia berharap, klarifikasi dilakukan secara terbuka agar tidak semakin memperkeruh situasi serta memberikan kepastian kepada keluarga korban dan masyarakat.

“Oleh sebab itu, sebagai seorang aktivis, seorang tokoh pemuda, saya meminta kepada Pangdam untuk segera mengklarifikasi pernyataan yang disampaikan ke publik,”tegas Thomas.

Menurutnya, klarifikasi tersebut penting karena peristiwa kekerasan di Maybrat menyangkut warga sipil yang harus mendapatkan perlindungan dan kepastian hukum.

“Ini sangat menyakiti hati orang Papua, terlebih khusus warga masyarakat yang mengalami kekerasan dan menjadi korban. Tidak boleh seorang Pangdam mengeluarkan pernyataan demikian tanpa melalui suatu proses yang benar,”pungkasnya. [***/GRW]

ADVERTISEMENT

Komentar Facebook

ShareTweetSend

Related Posts

Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

Konflik Lahan Berujung Maut di Setokok Batam: Dua Nyawa Melayang Dalam Bentrok Antar Kelompok, Keluarga Korban Menuntut Keadilan

September 15, 2026
RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

RUU Reforma Agraria Diminta Perkuat Hak Masyarakat Adat Papua

September 15, 2026
Pakar Hukum Sebut RUU Perampasan Aset Harus Jamin Keadilan dan Perlindungan HAM

Pakar Hukum Sebut RUU Perampasan Aset Harus Jamin Keadilan dan Perlindungan HAM

September 15, 2026

FIFA ASEAN Cup 2026 Berpotensi Disaksikan Lebih dari 1 Miliar Penonton

September 15, 2026

Ketum PWI Pusat Lantik PWI Surakarta Masa 2026-2031

September 15, 2026
Load More
ADVERTISEMENT
  • Tentang
  • Periklanan
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Redaksi
  • Karir

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Politik
  • Profil
  • Metro

© 2018 SatukanIndonesia.com - Saluran Berita Pemersatu Bangsa

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?