
JAKARTA, satukanindonesia.com – Wakil Perdana Menteri (PM) dan Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles mengatakan, perekrutan warga Papua Nugini (PNG) ke dalam Angkatan Pertahanan Australia berdasarkan Perjanjian Pukpuk diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2027.
Menteri Marles mengadakan pertemuan menteri pertama dengan Menteri Pertahanan PNG, Elias Kapavore, Minggu, 16 Agustus 2026, di Port Moresby dan kedua menteri sepakat bahwa perekrutan diperkirakan akan dimulai sekitar waktu yang sama tahun depan.
“Kami membahas ini hari ini, dan kami berdua sangat berkomitmen untuk memastikan bahwa, pada waktu yang sama tahun depan (2027), perekrutan dari PNG ke Angkatan Pertahanan Australia benar-benar berjalan lancar,”kata Marles.
Katanya, pihaknya sedang mempertimbangkan program percontohan awal yang akan memulai proses pembuktian jalur perekrutan.
Awalnya dalam jumlah kecil, tetapi seiring waktu pihaknya melihat ini terjadi dalam skala besar selama dekade berikutnya. Membayangkan ribuan orang, ribuan warga Papua Nugini, direkrut ke dalam Angkatan Pertahanan Australia.
“Jadi kami sangat gembira mengambil langkah-langkah substantif pertama di jalur ini, dan kami sangat yakin bahwa, pada waktu yang sama tahun depan, ini akan berjalan dengan baik,”ucapnya sebagaimana dilansir dari laman tvwan.com.pg, Senin (17/08/2026).
Rekrutmen ini adalah proyek pertama di bawah Perjanjian Pukpuk, yang ingin dimulai oleh kedua Negara sesegera mungkin.
“Yang pertama adalah proyek yang sedang kami kerjakan, untuk merekrut warga Papua Nugini ke dalam Angkatan Pertahanan Australia,”kata Marles.
Pembicaraan tingkat menteri merupakan bagian dari Pasal 9 Perjanjian Pukpuk (dialog reguler tentang Perjanjian Pukpuk). Kedua Negara menetapkan kerangka kerja formal, untuk diskusi wajib dan reguler tentang isu-isu pertahanan dan operasi umum perjanjian tersebut.
Pemerintah Australia akan mendanai proyek tersebut dalam dua tahun ke depan. Forum atau pembicaraan tingkat menteri akan diadakan tahun ini antara kedua negara dan akan menyoroti langkah-langkah spesifik yang harus diambil dalam rekrutmen lintas Negara.
Tujuan utama dari pembicaraan bilateral hari ini, Minggu, 16 Agustus 2026, adalah untuk membahas isu-isu dan tantangan di Angkatan Pertahanan PNG serta kemajuan Perjanjian Pukpuk.
Isu-isu penting lainnya yang ditekankan selama diskusi hari ini adalah penguatan infrastruktur pertahanan dan penerbangan PNG, serta penegasan kembali upaya Australia di bawah Perjanjian Pukpuk.
“Kami juga mempertimbangkan berbagai isu lain. Infrastruktur, kami membahas penerbangan hari ini, dan di mana telah terjadi banyak kerjasama dalam mempertimbangkan berbagai pengaturan implementasi yang akan mempermudah pasukan pertahanan kita untuk beroperasi di negara masing-masing,”ujarnya.
Katanya, Perjanjian Pukpuk sekarang akan diimplementasikan oleh gugus tugas yang ditunjuk untuk mengawasinya dan melaporkan kepada dua menteri, yang bertanggung jawab atas Pertahanan.
“Semua pekerjaan itu berjalan di bawah kepemimpinan gugus tugas, yang berada di bawah tanggung jawab kami berdua. Kita melihat pasukan pertahanan kita semakin erat bekerjasama dalam mengatasi masalah ini,”katanya.
Ia juga menyoroti, program yang saat ini sedang berlangsung di Lae, yang mencakup Latihan Puk Puk. Program ini melibatkan lebih dari 20 individu dari Angkatan Pertahanan PNG untuk berpartisipasi, dan merupakan komitmen yang lebih luas dari Australia untuk memperkuat Angkatan Pertahanan PNG.
Menteri Kavapore menyampaikan terimakasih kepada Australia atas komitmennya yang berkelanjutan, untuk memperkuat Angkatan Pertahanan PNG.
Sebelumnya dikutip dari laman nit.com.au bahwa ribuan warga Papua Nugini akan memenuhi syarat untuk bergabung dengan Angkatan Pertahanan Australia dalam beberapa bulan mendatang.
Sebuah gugus tugas khusus akan dibentuk untuk merekrut warga negara PNG, dengan perkiraan sebanyak 10.000 warga Papua Nugini akan bergabung dengan Angkatan Pertahanan Australia, termasuk prajurit infanteri dan tenaga medis.
Warga negara PNG yang berstatus penduduk tetap di Australia akan memenuhi syarat, untuk bergabung dengan angkatan pertahanan mulai Januari 2026.
Satuan tugas tersebut dibentuk sebagai bagian dari perjanjian Pukpuk penting yang ditandatangani oleh negara-negara tetangga dengan Australia memberikan janji jutaan dolar, untuk memperkuat kemampuan pertahanan Papua Nugini.
Pelaksana Tugas Perdana Menteri Richard Marles, Menteri Luar Negeri Penny Wong, dan Menteri Urusan Pasifik Pat Conroy mengumumkan pendanaan untuk fasilitas, pelatihan, dan persenjataan bersama delegasi menteri PNG di Canberra 20 Oktober 2025, selama forum menteri pertama antara kedua negara sejak perjanjian tersebut ditandatangani.
“Forum menteri hari ini sangat berfokus pada pengoperasian aliansi yang baru saja kita bentuk,” kata Marles.
Satuan tugas perekrutan dijadwalkan, akan mengadakan pertemuan pertamanya tahun ini.
“Mereka akan menjadi anggota ADF, jadi tidak akan ada pelatihan dari Angkatan Pertahanan Papua Nugini,” kata Menteri Pertahanan PNG Billy Joseph yang telah diganti oleh Elias Kapavore.
Wakil Perdana Menteri PNG John Russo menyebutnya sebagai “situasi yang menguntungkan kedua belah pihak” karena meningkatkan kemampuan pertahanan Australia sekaligus menyediakan lapangan kerja bagi kaum muda Papua Nugini.
Australia juga akan menyediakan $7,7 juta untuk mendanai pembangunan fasilitas berkapasitas 200 tempat tidur di Barak Goldie River di PNG dan $2,2 juta untuk mendesain barak di provinsi Hela.
“Hal ini akan memungkinkan pelatihan tambahan sebanyak 200 tentara setiap tahunnya untuk PNG,” kata Marles.
“Kami juga mengumumkan bahwa mulai tahun depan, kami akan melatih enam pilot PNG setiap tahun untuk membangun kapasitas [awak pesawat],” tambahnya.
Marles mengatakan 3500 senapan akan diberikan kepada pasukan pertahanan PNG selama empat tahun ke depan.
Paket pendidikan dan keterampilan senilai lebih dari 150 juta dolar AS akan diberikan untuk mendukung “produktivitas, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan manusia” PNG, serta paket bantuan kemanusiaan untuk penanggulangan bencana senilai 25 juta dolar AS.
Di antara inisiatif pertahanan, Conroy menambahkan bahwa Australia adalah mitra perdagangan dan investasi terbesar bagi PNG, dan menyebut tim NRL baru, PNG Chiefs, sebagai kemitraan ekonomi utama.
“Saya tak sabar melihat mereka turun ke lapangan pada tahun 2028 dan mereka akan segera mendominasi kompetisi,” kata Conroy.
Pakta tersebut berarti PNG bergabung dengan Amerika Serikat dan Selandia Baru sebagai sekutu pertahanan ketiga Australia, dan yang terbaru dalam 70 tahun terakhir.
Penandatanganan perjanjian Pukpuk, yang dinamai berdasarkan kata dalam bahasa PNG Puk Puk artinya buaya, menyusul upaya yang gagal di Port Moresby pada September, menghancurkan harapan bahwa perjanjian lintas Torres akan dikonfirmasi bersamaan dengan perayaan 50 tahun kemerdekaan PNG, sebagaimana dikutip dari Kantor Berita Asosiasi Australia. [***/GRW]










