
JAYAPURA, satukanindonesia.com – Duta Besar Republik Indonesia di Suva, Fiji, Dupito Simamora mengklaim, isu Papua Barat sebagai masalah internal Indonesia.
Ia mendesak, negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) menghormati kedaulatan Indonesia, sekaligus menyoroti kontribusi Jakarta bagi inisiatif perdamaian dan keamanan regional.
Indonesia menegaskan, Papua Barat tidak akan menjadi topik bahasan dalam diskusi Strategi Perdamaian dan Keamanan MSG. Demikian dilaporkan mengutip laman fijisun.com.fj, Sabtu (27/09/2025).
Dicecar mengenai isu Papua Barat di pertemuan Strategi Perdamaian dan Keamanan MSG, Simamora menegaskan, ‘Isu yang Anda minati itu bukanlah isu yang akan dibahas, dan tentu saja itu merupakan masalah internal Indonesia.’
Papua Barat telah lama menjadi isu yang memecah belah MSG, dengan sebagian negara Pasifik mendukung gerakan kemerdekaan, sementara yang lain memilih mempertahankan hubungan erat dengan Jakarta.

“Saya rasa perlu diketahui bahwa setiap negara Melanesia yang berdaulat dan merdeka harus sepenuhnya menjunjung tinggi prinsip menghormati kedaulatan dan integritas wilayah, serta tidak mencampuri urusan internal negara lain,”ujarnya.
Ia menegaskan, pentingnya fokus pada kontribusi Indonesia terhadap Strategi Perdamaian dan Keamanan MSG dan kerjasama regional yang lebih luas.
Sementara Menteri Kepolisian Fiji, Ioane Naivalarua menilai, kekuatan MSG terletak pada kemampuannya mengatasi perbedaan politik.
“Kita berbicara tentang upaya terpadu untuk mewujudkan kawasan yang lebih damai, sejahtera, dan bersatu. Akan selalu ada perbedaan dalam segala aspek politik, ekonomi, maupun keamanan. Namun semangat MSG adalah bekerja bersama untuk memajukan kawasan,”katanya.
Indonesia bergabung dengan MSG sebagai anggota asosiasi pada 2015, yang membuat isu Papua Barat semakin menjadi sorotan di kawasan. Provinsi di Indonesia ini telah memperjuangkan kemerdekaan sejak 1960-an, setelah Jakarta mengambil alih kendali wilayah tersebut. [/GRW]













