
JAKARTA, satukanindonesia.com – Vanuatu akan mendesak isu Papua Barat (West Papua) dan Kaledonia Baru mendapat perhatian yang lebih besar di tingkat regional saat para pemimpin Pasifik berkumpul, di Palau untuk Pertemuan Pemimpin Forum Kepulauan Pasifik ke-55.
Menteri Perubahan Iklim, Ralph Regenvanu mewakili Vanuatu dalam pertemuan tersebut, yang secara resmi dimulai hari ini di Koror dan berlangsung hingga 4 September 2026.
Regenvanu mengatakan, kedua isu Melanesia tersebut akan menjadi salah satu prioritas utama Vanuatu selama pembahasan dengan para pemimpin Pasifik.
Mengenai West Papua, Vanuatu ingin isu tersebut kembali dimasukkan ke dalam agenda Forum Kepulauan Pasifik setelah tidak dibahas dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri bulan lalu di Fiji.
“Vanuatu akan bekerjasama dengan mitra-mitranya di Melanesian Spearhead Group (MSG) untuk menyepakati posisi bersama dan mendesak Forum, agar melanjutkan pembahasan mengenai situasi hak asasi manusia yang memengaruhi komunitas Melanesia di West Papua,”jelas Regenvanu.
Mengenai New Caledonia, Vanuatu sedang mengupayakan dukungan regional yang kuat untuk proses dekolonisasi wilayah tersebut.
Presiden Front Pembebasan Nasional Kanak dan Sosialis (FLNKS), Christian Tein, juga berada di Palau sebagai bagian dari delegasi Vanuatu.
Regenvanu mengatakan, Vanuatu akan berupaya untuk memastikan disepakatinya resolusi yang kuat mengenai New Caledonia dan mendorong para pemimpin Pasifik untuk mendukung dekolonisasi wilayah tersebut dalam Forum Kepulauan Pasifik.
`PERUBAHAM IKLIM DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN’
Perubahan iklim juga akan menjadi salah satu agenda utama Vanuatu di Forum tersebut.
“Perubahan iklim tetap menjadi salah satu ancaman terbesar yang dihadapi negara-negara kepulauan Pasifik, dan Vanuatu akan mengupayakan komitmen yang lebih kuat terkait tindakan iklim,”kata Regenvanu.
Pembahasan tersebut juga akan menyoroti pertemuan Pra-COP di Fiji dan Tuvalu pada awal Oktober, di mana negara-negara Pasifik akan berupaya mendorong negara-negara di luar kawasan tersebut untuk turut serta dalam prioritas-prioritas Pasifik.
Vanuatu akan memanfaatkan Forum ini untuk mencari dukungan keuangan yang lebih besar bagi proyek-proyek adaptasi iklim, infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
Regenvanu mengatakan, pertemuan dengan mitra pembangunan dan donor akan menjadi bagian penting dari agenda pekan ini, termasuk diskusi dengan Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, dan mitra lainnya.
Memperkuat kemitraan internasional
Sebagai ketua delegasi Vanuatu, Regenvanu juga diharapkan mengadakan pertemuan bilateral dengan berbagai mitra internasional.
Di antaranya adalah perwakilan dari Selandia Baru, Australia, dan Tiongkok, serta negara-negara Eropa, Prancis, Kanada, dan Jerman.
Pembahasan akan berfokus pada penguatan hubungan, proyek-proyek pembangunan, dan memastikan Vanuatu terus memperoleh manfaat dari dukungan yang diberikan melalui kemitraan internasionalnya.
Pertemuan Pemimpin Forum Kepulauan Pasifik ke-55 akan mempertemukan para pemimpin dan perwakilan Pasifik dari tanggal 31 Agustus hingga 4 September untuk membahas prioritas dan tantangan regional. [***/GRW]













