MANOKWARI, SatukanIndonesia.com – Pemerintah daerah (Pemda) mendukung program strategis nasional (PSN) melalui investasi kelapa sawit, di wilayah Manokwari, provinsi Papua Barat. Namun, tidak membuka lahan baru.
Hal ini diungkapkan Bupati kabupaten Manokwari Hermus Indou, S.IP., MH kepada wartawan, Kamis (19/03/2026).
Bupati mengatakan, sebagai kepala daerah tentunya mendukung PSN Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, salah satunya investasi kelapa sawit.
Tetapi, khusus di wilayah Manokwari tidak ada pembukaan lahan baru melainkan Pemda hanya melanjutkan program peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan kerjasama Koperasi Sawit Arfak Sejahtera.
Tak hanya PSR, ia menegaskan, pemerintah juga tengah berjuang untuk menghadiri pabrik pengolahan kelapa sawit.
“Tapi memang butuh perjuangan untuk memastikan pabrik pengolahan sawit yang bisa mewadahi para petani kita. Agar hasil petani bisa diproduksi sampai dengan menghasilkan minyak,”katanya.
Katanya, saat ini Manokwari hanya terdapat satu pabrik kelapa sawit milik PT Medco Papua Hijau Selaras (PT Medco) Capitol, tapi tidak bisa menampung seluruh buah yang dihasilkan oleh para petani.
“Banyak buah kelapa sawit yang dihasilkan, tapi sedikit yang bisa diolah. Maka hampir sebagian besar petani pemilik lahan kelapa sawit di wilayah masni, sibey, wasirawi dan sekitarnya memilih untuk bekerja tambang,”sebut Bupati.
Dicecar mengenai hasil audit Analisis Mengenai Dampak Linkungan (AMDAL) sejak perusahaan sawit tersebut didirikan, Bupati mengatakan, Pemda berencana menurunkan tim untuk melakukan peninjauan langsung.
“Kita akan turunkan tim untuk meninjau serta melihat kondisi limbah yang ada dipabrik sawit tersebut. Kita (Pemda) juga akan membicarakan hal ini dengan pihak perusahaan,”pungkasnya. [GRW]













