
JAKARTA, satukanindonesia.com – Setelah dilantik sebagai Gubernur Papua periode 2025-2030, dilanjutkan dengan upacara serah terima jabatan (Sertijab) Gubernur Papua, di Gedung C Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat pada Rabu (08/10/2025).
Upacara yang berlangsung khidmat itu, dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah provinsi Papua.
Matius Fakhiri menjalani upacara serah Sertijab dari Penjabat Gubernur Papua, Agus Fatoni. Upacara itu dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Pada kesempatan itu, Agus Fatoni menyampaikan, keyakinan bahwa kepemimpinan Matius Fakhiri-Ayoko Rumaropen akan membawa Papua menuju masa depan yang jauh lebih maju dan sejahtera.
“Walaupun saya tidak dilahirkan di Papua, tapi saya lahir untuk Papua. Saya bangga menjadi bagian dari Papua,”kata Agus Fatoni.
Agus menyampaikan, ada tiga tugas utama yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri selama masa tugasnya sebagai Penjabat Gubernur Papua.
Pertama, mengawal pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus yang lalu.
Kedua, memperbaiki tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah dengan fokus pada penataan jabatan, efisiensi anggaran, dan peningkatan kinerja aparatur sipil negara.
Ketiga, mengembangkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Regional Papua sebagai pusat pendidikan dan pelatihan pemerintahan di Tanah Papua.
“Papua mampu menjaga demokrasi dengan damai. Ini bukti bahwa masyarakat Papua dewasa dalam berdemokrasi dan mampu menjadi teladan bagi daerah lain,”katanya.
Gubernur Papua periode 2025-2030, Matius Fakhiri menyampaikan, apresiasi dan penghargaan kepada semua pihak yang telah menjaga stabilitas politik dan sosial selama proses transisi pemerintahan di Papua.
Jenderal bintang tiga ini berkomitmen, membangun Papua secara inklusif dan transparan, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Tidak ada lagi pasangan calon atau tim sukses. Sekarang hanya ada satu Gubernur dan Wakil Gubernur Papua. Mari kita sama-sama bangun Tanah Papua, demi kesejahteraan rakyat Papua,”kata Fakhiri.
Dihadapan Menteri Dalam Negeri, Fakhiri berjanji, memperkuat pengelolaan keuangan daerah secara akuntabel dan memastikan tidak ada satu rupiah pun yang disalahgunakan.
Fakhri juga berkomitmen, membangun pemerintahan yang bersih, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Saya yakin Papua kini melangkah ke babak baru pembangunan. Saya percaya provinsi paling timur di Indonesia ini dapat tumbuh sejajar dengan daerah lain, dengan masyarakat yang sejahtera, damai, dan penuh harmoni,”pungkasnya. [**/GRW]













