
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Lubang menganga berdiameter sekitar 4 meter akibat amblesnya jalan penghubung Brebes-Tegal tepatnya ruas Kaliwadas Desa Batursari, Kecamatan Sirampog arah Tuwel-Tegal terjadi pada Sabtu, (13/02/2021) akhir pekan lalu.
Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, perbaikan jalan yang biasa dilewati warga untuk mengirim hasil pertanian itu akan memakan waktu lima hari ke depan. Perbaikan jalan dilakukan oleh Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal.
“Untuk sementara alan tidak bisa dilewati karena jalan ambles sedang diperbaiki,” ucapnya kepada wartawan, sebagaimana dikutip dari Kompas.com, Senin (15/02/2021).
Lokasi tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Alhasil, penyaluran hasil pertanian turut tersendat.
“Kendaraan roda empat tidak bisa lewat, kalau pun bisa hanya roda dua atau jalan kaki untuk melansir hasil pertanian warga,” katanya.
Idza mengatakan, peristiwa yang terjadi Sabtu akhir pekan lalu itu juga turut merusak sejumlah pipa air bersih. Akibatnya, pasokan air bersih masih tersendat hingga saat ini.
“Perumda Tirta Baribis saat ini tengah melakukan perbaikan,” katanya.
Perbaikan Tahap Pertama
Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Tegal Wahyutoro Soetarno menyampaikan, perbaikan tahap pertama dilakukan dengan pemasangan armco (gorong-gorong baja bergelombang) sepanjang aliran air di bawah jalan, kemudian akan ditimbun material.
“Selanjutnya, akan dibuatkan kontruksi permanen dengan melebarkan lubang gorong gorong,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah bencana tebing longsor menimbun jalan provinsi yang menghubungkan Tegal- Brebes, tepatnya di ruas jalan Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (13/2/2021).
Akses jalan lumpuh total akibat hujan deras yang terjadi sejak Jumat malam. Selain itu, muncul sebuah lubang besar berdiameter sekitar 4 meter.
Koordinator Satgas PB BPBD Brebes Budi Sujatmiko mengungkapkan, tanah dari tebing menutup jalan sepanjang 20 meter dan lebar 8 meter. Sementara lubang besar itu berada di jalan yang mengarah ke obyek wisata Curug Cantel.
“Yang ambles (berlubang) merupakan gorong-gorong,” kata Budi Sujatmiko.
Menurut Budi, jalan di atas gorong-gorong itu rusak karena tidak kuat menahan gerusan air sungai yang cukup deras. Akibatnya, jalan di atasnya ikut terkikis dan berlubang.
“Di bawah jalan memang gorong-gorong yang dilewati air sungai. Titiknya memang jembatan yang diaspal,” kata dia.(*)











