MANSEL, SATUKANINDONESIA.Com – Kader Posyandu dari kampung Raipawi dan Kampung Tobou, kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), di provinsi Papua Barat meminta kenaikan insentif bulan.
Pasalnya, mereka (kader) menilai penghargaan finansial tersebut perlu disesuaikan dengan kontribusi mereka dalam melayani masyarakat.
Arista Biet, Kader Posyandu kampung Raipawi mengungkapkan, insentif yang mereka terima semula Rp500 ribu per bulan saat awal pembentukan Posyandu tiga tahun lalu, kini turun menjadi hanya Rp200 ribu.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah terkait insentif ini,”ujarnya.
Sementara Mina Mandacan, Kader Posyandu Tobou, juga menyuarakan hal serupa. Dimana, insentif di wilayahnya masih Rp500 ribu per bulan.
Maka, ia berharap, nominal tersebut dapat ditingkatkan mengingat besarnya peran kader dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi permintaan kenaikan insentif, Wakil Ketua Komisi B DPR Mansel, Joni Saiba, SE, menyatakan, penambahan insentif kader merupakan wewenang kampung melalui dana desa.
“Itu hak kampung, apakah akan ditambah atau tidak,” katanya.
Oleh karena itu, Ia menyarankan, Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui Puskesmas setempat melakukan perencanaan yang mencakup seluruh kampung di Mansel, tidak hanya terbatas pada kampung Abreso dan Tobou.
“Kalau boleh, ini direncanakan dari Puskesmas, kemudian diajukan ke Dinas Kesehatan hingga masuk dalam DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Dinas Kesehatan,”jelasnya.
Namun, ia mengakui bahwa penambahan anggaran melalui dana kampung saat ini cukup sulit karena pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran.
“Saat ini sedang ada refocusing dan efisiensi anggaran pemerintah. Namun sektor kesehatan dan pendidikan perlu mendapatkan perhatian lebih,”pungkasnya. [**/GRW]













