
MANOKWARI, SATUKANINDONESIA.Com – Guna memajukan perekonomian di provinsi Papua Barat, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) provinsi periode 2024-2029, Hj Suryati Faisal diminta perkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Pasalnya, Kadin merupakan organisasi pengusaha Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian sesuai dengan amanat dan semangat Pasal 33 Undang Undang Dasar (UUD) 1945.
“Kadin Papua Barat merupakan wadah dan wahana bagi pengusaha, baik itu perseorangan dan persekutuan berbadan hukum yang mendirikan dan menjalankan usaha. Maka, sudah seharusnya setiap pengusaha harus menjadi anggota Kadin,”ujar Roni Mambrasar, seorang Pengusaha Muda Papua di Manokwari, Senin (01/07/2024).
Menurutnya, pasca ditinggalnya almarhum Imanuel Yenu selaku ketua yang memiliki kapasitas dan sangat merangkul, Kadin Papua Barat tidak berjalan atau stagnan cukup lama.
“Oleh karena itu, sebagai salah satu pengusaha asli Papua berharap kepada ketua kadin terpilih, agar dapat mengurus dan mengakomudir semua pengusaha untuk bersatu memajukan ekonomi Papua Barat,”ucapnya.
Dikemukakannya, Kadin Papua Barat harus melaksanakan pelatihan bagi pengusaha terlebih khusus orang asli Papua (OAP), supaya bisa melahirkan pengusaha OAP yang profesional, produktif dan inovatif.
“Kadin Papua Barat juga harus mendorong pemerataan kesempatan berusaha yang seluas-luasnya di dunia usaha Indonesia dalam ikut serta melaksanakan pembangunan nasional dan daerah di bidang ekonomi,”bebernya.
Tak hanya itu, Roni Mambrasar mengatakan, kehadiran Kadin di provinsi Papua Barat juga menjadi wadah yang dapat memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan rakyat DPR), agar dapat memproteksi pengusaha OAP dengan membuat sebuah regulasi atau Perda.
Misalnya, melarang setiap investor yang ada di Papua Barat untuk tidak mensuplai bahan makanan seperti ikan, telor, daging, bawang dan sayuran.
“Tetapi wajib mengambil produk dari pengusaha lokal. Pada prinsipnya, Kadin harus mampu perkuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) daerah,”tukasnya. [GRW]













