
Kabupaten Toba, SatukanIndonesia.Com – Pengacara Kondang Indonesia, yang banyak menangani kasus besar di Indonesia, yakni Kamaruddin Hendra Simajuntak, S.H, secara gamblang menyampaikan, sangat apresiasi St. Harangan Hutahaen, selaku putra Batak sukses diperantauan, yang mau dan turut ber- inventasi di Kawasan Danau Toba, tepatnya di wilayah Kabupaten Toba, dengan membangun infrastruktur pariwisata, yakni Hotel Labersa yang bertaraf Bintang Empat dan sarana prasarana infrastruktur pendukung lainnya, guna mendukung Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Hal ini, dia katakan belum lama ini, saat berkunjung dan menginap di Hotel Labersa, bersama Arsitektur kenamaan, yang juga ber-suku Batak Toba, yang dia bawa langsung dari Jakarta, untuk mempersiapkan perencanaan pembangunan Rumah Batak (Sopo Batak), miliknya, yang dalam waktu dekat, segera dibangun, tepatnya di Lumban Simanjuntak, Kecamatan Siborong-borong, Kabupaten Tapanuli Utara, yang juga merupakan salah satu daerah yang ditetapkan pemerintah pusat, sebagai daerah pembangunan Kawasan Strategis Danau Toba, Destinasi Pariwisata Super Prioritas Nasional.
“Ini kan (Hotel Labersa, red), satu- satunya untuk saat ini hotel yang paling bagus didaerah ini, ( Wilayah Danau Toba, red). Jadi kita pun nyaman, ketika pulang dari perantauan, sehingga dengan terbangunnya Infrastruktur, maka masyarakat diperantauan, termasuk mancanegara, tidak segan- segan lagi datang kesini, tapi mereka senang berkunjung ke Danau Toba, untuk menikmati keindahan alam Danau Toba, kan begitu,” ujar pengacara keluarga brigadir polisi Josua Hutabarat itu.
Lebih lanjut dia katakan, Falsafah Arga Do Bona Ni Pinasa (Tanah pusaka, tanah leluhur kita, red), terkait pandangannya akan korelasi dampak pembangunan pariwisata, dan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
“Kepada perantau sukses suku Batak, seperti Amang St. Harangan Hutahaen, ini sangat bagus dan harus di contoh oleh masyarakat perantau lainnya suku Batak. Datang ke Toba, Taput, membangun pariwisata Hotel dan Restoran dan sebagainya, supaya masyarakat disini juga sejahtera. Jadi, kesejahteraan diperantauan itu dibagi ke kampung halaman. Ini contoh dan model yang sangat bagus. Kemudian masyarakat perantau pun, bahkan wisatawan mancanegara, ketika datang kesini, bisa menikmati hotel yang bagus,” jelasnya, saat ditemui di lantai II, Hotel Labersa, Balige, Sabtu, pagi, (11/03).
Sesaat mengakhiri wawancaranya, tak luput Kamaruddin juga menyampaikan agar pemerintah, baik pusat dan daerah dalam memprogramkan serta pelaksanaan pembangunan pariwisata disetiap daerah, untuk tetap memperhatikan kepentingan masyarakat itu sendiri, jangan sampai pembangunan pariwisata, masyarakat tergusur dari kampung halamannya sendiri. Akan tetap dia harapkan, agar pembangunan pariwisata terbangun dengan baik, dan tertata.
“Pembangunan pariwisata kita harapkan, tidak mencabut penduduk lokal dari kampung halamannya, jangan sampai terjadi penggusuran, tanpa mendapatkan penggantian yang layak,” pungkasnya.(GH)













