
MERAUKE, satukanindonesia.com – Guna meningkatkan pendapatan dan memperkuat perekonomian masyarakat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan mendorong, Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Papua di provinsi Papua Selatan berperan aktif membuka akses pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pengusaha Papua.
Gubernur provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agustinus Joko Guritno mengatakan, pelantikan pengurus KAPP bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi amanah untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Papua Selatan sebagai daerah otonom baru yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2022.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Papua Selatan memiliki tanggungjawab membina seluruh masyarakat, termasuk mendorong kemajuan pengusaha Papua yang berhimpun dalam KAPP.
“Karena itu, saya mengajak seluruh pengurus untuk tetap bersemangat, menjaga persatuan, dan menyampaikan aspirasi secara santun melalui organisasi, bukan secara perorangan,”kata Agustinus Guritno, Senin (03/08/2026).
Dikemukakannya, Provinsi Papua Selatan yang terdiri atas kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat memiliki potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan pengusaha asli Papua.
KAPP juga didorong membangun komunikasi dan kerjasama resmi dengan pemerintah, termasuk melalui nota kesepahaman, agar memperoleh kesempatan yang setara dalam berbagai program pembangunan, termasuk yang didanai melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Ia menilai, pemberdayaan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan. Pemerintah bersama organisasi pengusaha juga harus membantu membuka akses pasar bagi produk-produk lokal.
“Produk olahan masyarakat, seperti olahan ubi, pisang, keripik, dan produk lokal lainnya, harus memiliki pasar yang jelas sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,”tuturnya.
Pada kesempurnaan ini, ia mengusulkan, organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi maupun kabupaten mendata kebutuhan perusahaan, hotel, dan pelaku usaha lainnya, kemudian mempertemukan kebutuhan tersebut dengan kelompok UMKM yang mampu memasok sayuran, ikan, maupun hasil bumi lainnya.
Karena, menurutnya, pola tersebut akan menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dan masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Sementara Ketua KAPP Provinsi Papua Selatan, Xaverius Samkakai mengatakan, organisasi yang dipimpinnya akan membangun sinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, serta berbagai organisasi pengusaha untuk memperkuat peran pengusaha asli Papua.
Samkakai menilai, perhatian terhadap mama-mama Papua yang berdagang di pasar maupun pengusaha Papua masih perlu ditingkatkan.
Maka diharapkan, pemprov dan pemerintah kabupaten memberikan ruang yang lebih besar bagi produk-produk asli Papua agar mampu bersaing di pasar.
“Kami siap mendukung program pemerintah dan bekerja sama untuk membangun daerah,”ujar Xaverius.
Tak hanya itu, ia menambahkan, KAPP provinsi Papua Selatan juga berencana menjalin kerja sama dengan DPP GAPENSI dan berbagai asosiasi usaha lainnya untuk memperkuat kapasitas serta daya saing pengusaha Papua. [**/GRW]













