
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Pasca pengumuman PDI Perjuangan atas Ganjar Pranowo pada Jumat, (21/4) sebagai bakal calon presiden pada Pemilu tahun 2024 mendatang, suhu mesin politik pencapresan kian mulai memanas dan mengkristal.
Munculnya Ganjar Pranowo sebagai Capres yang akan diusung PDIP ditambah dengan Anies Baswedan yang jauh sebelumnya telah diumumkan Partai Nasdem, PKS dan Partai Demokrat memunculkan teka-teki dan pertanyaan publik tentang sosok Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto yang selama ini telah santer di nusantara sebagai Capres yang akan diusung partainya masing-masing.
Partai Golkar peraih kursi terbanyak ketiga di Parlemen saat ini tidak mau ketinggalan. Untuk menjawab teka-teki dan penantian public tentang sosok yang akan berpasangan dengan Airlangga Hartarto pada Pemilu 2024, kini mengerucut untuk mewacanakan Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra berpasangan dengan Airlangga Hartarto Ketua Umum Partai Golkar.
Hal itu tertuang dalam Release Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya (DPP Golkar), Sabil Rachman yang diterima Media ini, Rabu, 26/4/2023.
Menurut Sabil, dari beberapa figur anak bangsa yang selama ini telah berkiprah dan telah teruji pengabdiannya untuk bangsa dan negara dalam pemerintahan, paket pasangan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto (PS – AH) merupakan pasangan yang ideal dan cocok untuk melanjutkan pembangunan dimasa Pemerintahan Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin.
“Salah satu diantara paket nama yang muncul itu adalah paket pasangan Prabowo Subianto dengan Airlangga Hartarto( PS- AH)”, ujar Sabil.
Dikatakan Sabil, dari berbagai sisi paket PS- AH muncul selain karena keduanya merupakan Ketua Umum Partai Politik yang dominan di Parlemen, juga kapasitas yang dimiliki oleh keduanya yang oleh publik dinilai sangat mampu menjadi pemimpin nasional.
Sabil yang merupakan Sekjend PPK KOSGORO 1967 itu menjelaskan, selain paket PS dan AH sebagai Ketua Umum Partai yang merupakan pemenang Kedua dan Ketiga pada Pemilu 2019 lalu, ada 5 (lima) pendekatan yang sangat rasional dan strategis sebagai pertimbangan dalam memadukan keduanya sebagai pemimpin masa depan bangsa, antara lain:
Pertama, Keduanya merupakan Ketua Umum Partai Politik (Parpol) yang sesuai putusan partai masing- masing diberikan amanah untuk maju sebagai Presiden dalam Pemilihan Presiden ( Presiden dan Wakil Presiden) 2024- 2029.
Kedua, jika melihat peta suara dan kursi parlemen maka gabungan kedua Partai Politik ini memenuhi syarat untuk mengajukan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. Apalagi jika kemudian bisa bergabung partai- partai lain dalam apa yang biasa disebut Koalisi Besar.
Ketiga, dilihat dari konfigurasi basis tradisional dan kultural ( bukan primordial), maka keduanya mewakili kekuatan dari representasi sosial dan kultural Jawa dan Lar Jawa meskipun sebenarnya pelan- pelan isu ini telah kehilangan relevansinya (bukan variabel penting) lagi ditengah modernitas kehidupan sosial yang lebih rasional.
Keempat, kepemimpinan nasional ke-depan harus mampu menjawab tantangan nasional dan global pada 3 dimensi utama yakni penguasaan geo strategik, geo ekonomi dan geo politik nasional yang kuat. Perpaduan kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh PS dan AH akan mampu menjawab tantangan tersebut. Oleh karena itulah maka bisa dikatakan sebenarnya bahwa paket PS – AH atau AH – PS merupakan pasangam Calon Presiden dan Cawapres yang paling ideal untuk bangsa ini. Penguasaan ekonomi yang dimiliki oleh Airlangga Hartarto dengan tipologi pengambilan keputusan teknokratik yang hati- hati dan pruden yang selama ini ditunjukkan oleh Airlangga Hartarto akan mendukung penguasaan strategik nasional dan global serta pengambilan keputusan yang terkesan cepat yang dimiliki oleh Prabowo Subianto. Jadi ibarat sopir pemegang kemudi pak PS cenderung gas tapi AH lakukan rem pelan- pelan agar keputusan bisa lebih tepat dan efektif. Paket PS- AH merupakan tipe kepemimpinan nasional yang saling mendukung satu sama lain, guna melanjutkan dan mengembankan program pembangunan yang telah digagas dan dimulai dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi yang didalamnya termasuk paket Capres/Cawapres PS- AH.
Kelima, keduanya merupakan anggota kabinet Indonesia Maju. Posisi ini bisa memberikan dan menawarkan jaminan berlangsungnya proses transformasi dan keberlanjutan serta peningkatan dimensi akselerasi pembangunan yang diharapkan oleh berbagai pihak. Argumentasinya karena keduanya memahami anatomi seluruh proses pembangunan yang tengah dilaksanakan dimasa kepemimpinan Presiden Jokowi – Ma’ruf Amin.
Hal lain diluar dari kelima alasan tersebut, guna menjamin keberlanjutan pembangunan saat ini, menurut Sabil, oleh karena tidak ada lagi Garis Besar Haluan Negara (GBHN) yang berisikan agenda dan strategi pembangunan nasional, diperlukan paket pasang calon Presiden/Wakil Presiden PS – AH sebagai jalan tengah yang bisa dijadikan sebagai alternatif yang lahir dari Rahim pemerintahan saat ini untuk melanjutkan pembangunan diberbagai sector di Nusantara guna kesejahteraan rakyat.
“Munculnya paket kepemimpinan nasional yang kebetulan berasal dari rahim kabinet yang sedang berjalan sebenarmya adalah berkah bagi rakyat agar selain ada jaminan keberlanjutan juga menghindari distorsi agenda- agenda pembagunan yang pro rakyat oleh calon yang tidak memiliki nafas kesinambungannya”, tutur Sabil yang merupakan Bakal Caleg DPR RI Sulsel itu.
Sabil berharap paket PS- AH bisa terwujud sehingga transformasi utuh idealisme pembangunan dimasa Pemerintahan Jokowi mudah diwujudkan. Karenanya, lanjut Sabil, tidak ada alasan bagi Jokowi untuk tidak mendukung pasangan ideal ini.
“Pasangan ini tentu saja tidak akan menempatkan Jokowi dalam posisi sulit melainkan membantu memilih diantara calon yang disebut antitesis Jokowi dan calon yang diduga kuat akan didukung oleh Jokowi karena berasal dari Parpol yang sama dengan tugas yang sama sebagai petugas partai,” imbunya.
Mengenai istilah petugas Partai yang selama ini dialamatkan kepada Jokowi, Sabil mengisahkan Paket PS- AH atau sebaliknya AH- PS merupakan paket petugas rakyat sinonim dari petugas partai itu sendiri yang lahir dari Partai Golkar dan Gerindra bersama dengan partai pendukung lainnya yang akan memberikan jaminan agar selain transisi kepemimpinan bisa berlangsung dengan baik dan guyub juga memberikan jaminan kepastian agar program strategis Jokowi sebelumnya tetap bisa berjalan.
Lebih jauh lagi Sabil mengisahkan, AH dan PS yang merupakan petugas rakyat untuk mensejahterakan rakyat yang saat ini diberi Amanah sebagai Menteri kepercayaan Jokowi dalam kabinetnya saat ini, dapat dimaknai maka keduanya sangat memahami jalan pikiran Jokowi dan ide- ide kebangsaan masa depan yang belum diwujudkan oleh Presiden Jokowi yang akan dilaksanakan oleh keduanya kelak terpilih pasangan Capres/Cawapres pada Pemilu 2024 mendatang meskipun tentu saja tetap ada ruang penyesuaian atas peningkatan tuntutan masyarakat yang disertai keharusan merespon tuntutan tersebut.
“Sejatinya tidak perlu ada keraguan bagi Presiden Jokowi terhadap pasangan Capres/Wapres PS- AH, karena jika kelak terpilih pada pemilu 2024 mendatang, keduanya telah memahami jalan pikiran Jokowi dan ide- ide kebangsaan masa depan yang belum diwujudkan oleh Presiden Jokowi yang akan dilaksanakan, meskipun tentu saja tetap ada ruang penyesuaian atas peningkatan tuntutan masyarakat”, katanya.
Diakhir keterangannya, Sabil menuturkan, pembangunan sebagaimana galibnya memang berisi tuntutan yang menandai kuatnya dinamika didalamnya dan mutlak dijawab oleh Presiden terpilih yang tidak sekedar pencitraan belaka.
Dalam konteks itulah PS- AH dinilai lebih mampu melakukan respon atas dinamika tersebut dengan pertimbangan pemahamannya kuat serta komitmen yang nyata terhadap agenda – agenda kerakyatan keduanya. (01/Redaksi)













