
Toba, SatukanIndonesia.Com -Usai Puan menabur benih padi dan menanam jagung bersama masyarakat petani Desa Baruara dan Pagaraji di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, dilanjutkan acara sesi tanya jawab bersama masyarakat dan para kelompok tani untuk mendengar dan menjemput aspirasi masyarakat seputar kendala pertanian yang dihadapi yang dilaksanakan di Desa Pagaraji dan Baruara Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Jumat, pagi, sekitar pukul 09. 00 WIB, (02/9/2022).
Sebelum sesi tanya jawab terlebih dulu Puan menyapa seluruh yang hadir dengan sebuah pantun, yang sudah diawali sambutan selamat datang dari Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus atas kedatangan Puan, selaku Ketua DPR RI, di Kabupaten Toba.
“Saya juga enggak mau kalah sama Pak Bupati klo tadi bikin pantun saya juga mau baca. Dari Jakarta ke Tobasa, singgah juga ke Tarutung, Saya bangga dengan Tobasa, Rakyat Sejahtera, Rakyat Beruntung”, ucap Puan, yang disambut tepuk tangan meriah.

Lebih lanjut dijelaskan, terkait agenda kunjungan kerja ke Kabupaten Toba, dihadapan ribuan masyarakat Puan mengatakan, sebagai penyelenggara negara dengan status jabatan apapun, baik di pusat, provinsi, maupun kabupaten/ kota, wajib bergotong-royong untuk mengetahui kebutuhan rakyat, membantu, mendengar aspirasi rakyat.
“Semuanya itu mesti gotong- royong, mau jadi apapun, ada dipusat, nasional, jadi Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua DPRD, Anggota DPR, itu kita harus gotong- royong, apa yang bisa kita bantu, apa yang dibutuhkan oleh rakyat, apa yang menjadi aspirasi rakyat, Saya datang kesini, bukan untuk panjang lebar kasih sambutan, bukan, justru Saya mau dengar, Amang, Inang, Eda, Ito, mau apa?”, ungkap Puan.

Terkait sesi tanya jawab bersama masyarakat petani, Cucu Proklamator Presiden Soekarno ini, menyimpulkan bahwa kendala yang dihadapi adalah ketersedian pupuk, bibit padi unggul, jagung, harga produksi pasca panen yang tidak stabil, cenderung merugikan masyarakat, serta ketersedian fasilitas alat pertanian guna mempermudah saat petani melakukan penanaman.
“Kemarin Saya, berbincang-bincang di kedai kopi, apa, Partungkoan ya, (01/9/2022), (malam, sekitar pukul 21.00 WIB, red), Saya juga enggak mau kalah, datang ke Toba, harus ngopi juga disitu, akhirnya, keluarlah unek- unek- Bupati, yang disampaikan kepada Ibu Kiki, Saya tanya, kita ini, nanti, di Toba ini, bawa apa, Ibu Kiki langsung bilang, ini dia Mbak, masalahnya Mbak (merespon Ketua DPR RI, red), Pak Bupati itu, enggak bilang maunya apa (dimaksudkan ke Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus, red), datang- datang, tiba- tiba banyak sekali permintaannya, katanya”, beber Puan.
“Jadi, kalo hari ini, Saya hanya kemudian membawa bantuan 2 Ton bibit Padi, dan bibit jagung yang tidak terlalu banyak, itu karna Pak Bupati, bukan karna saya, a..a…a”, ungkap Puan kembali dengan canda, disambut riuh gembira masyarakat, sembari tepuk tangan.

“Sampaikan permintaannya kepada Pak Bupati, tulis surat, nanti Saya, dari Pak Bupati, Saya akan, mencoba, ‘Insya Allah’, membantu mencarikan solusinya”, ucap Mantan Menko PMK, di Kabinet Kerja itu.
Masih diteruskan Puan, terkait pola tanam jagung di Kabupaten Toba yang baru saja dilakukannya, dengan bibit Pioner- 32, bersama masyarakat tani, Desa Pagaraji, beliau sempat mencontohkan pengalamannya ketika menanam jagung di Papua Barat besama Presiden Jokowi, disampaikan, bahwa sistem pola tanam diterangkan sudah lebih maju dan moderen, dengan menggunakan alat pertanian canggih.
“Tadi saat Saya menanam jagung, Saya pernah menanam jagung itu, waktu itu bersama dengan Presiden Jokowi, di Sorong, Papua Barat, sudah enak, pakai mesin, cekrek- cekrek-, gitu, disini, waduh, harus..”, beber Puan, sembari menghela nafas dipadu senyum manisnya.
Hal itu diungkapkan Puan, bahwa diakuinya, cara tanam bibit jagung, dengan konvensional itu, dengan membuat lobang bibit jagung, lalu menanam bibit, yang seterusnya, tanah, ditutup dengan kaki, adalah pertama dilakukannya.

“Saya tdi, injek ..,tanahya kenceng banget, sampai ibu..ibu, Bu.., Bu…, Jangan keras- keras bu, nanti enggak tumbuh bu.., pelan- pelan aja Bu, iya kan.., (sembari Puan minta respon para kaum ibu yang ikut bersama Puan saat menanam jagung tersebut, red), sementara dari yang jauh, ada yang bilang, Bu…Bu.., jangan keras- keras Bu injaknya, nanti enggak numbuh Bu (sembari mencontohkan kata- kata yang diucapkan kaum ibu- ibu tersebut, red), untung aj, tadi Ibu Pariama, baik sama Saya, enggak apa- apa Bu, keras- keras aja”, Ungkapnya lagi, disambut tawa para tamu yang menyaksikan.
Diakui, hal itu menjadi pengamalaman yang sangat berharga bagi perempuan yang saat ini, digadang-gadang akan maju menjadi calon Presiden Republik Indonesia itu. Dan terkait pola tanam itu, Puan berjanji akan mengirimkan alat tanam, kepada masyarakat tani tersebut.
“Bu, ini enggak bisa pakai alat, cara tanamnya, bisa Bu, cuman enggak ada alatnya, Nanti Saya kirim alatnya”, tegas Puan, kepada petani Toba tersebut, disambut tepuk tangan meriah.
Masih ditegaskannya, terkait program pemerintah pusat, untuk menggiatkan program tanam jagung di seluruh Indonesia, diakuinya, banyaknya dukungan alat pertanian yang disiapkan untuk pertanian kita.
“Kalau jauh- jauh hari disampaikan, pasti sudah saya bawa alat itu”, Puan.
Masih diteruskannya, terkait agenda Kunker di Tapanuli Raya, atas keluhan, aspirasi yang diterimanya dari para petani jagung, padi, kopi, cabe dan bawang akan ketersedian pupuk, Puan berjanji akan membawa persoalan tersebut, ke Pemerintah Pusat di Jakarta.
“Memang masalah pupuk ini adalah ranahnya Pemerintah, Saya akan membawa masalah ini, ke Jakarta, dan bukan ranahnya DPR, Saya akan carikan solusinya, terus alternatif pemakaian pupuk organik, saya akan cari solusinya, dan bagaimana klo kemudian di wilayah Tapanuli Raya ini, kita ada satu pabrik, sehingga wilayah Tapanuli Raya ini, bisa bersama bergotong-royong, mengambil bahan, pupuk organik itu, disatu tempat, jadi enggak harus disetiap tempat, karna memang tidak terlalu jauh jarak dari Kabupaten yang satu, ke Kabupaten/ Kota lainnya”, pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Toba mengucapakan terimakasih atas kedatangan Ketua DPR RI, Dr. (H. C) Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, guna mendukung program terkait Gerakan Tanam Dua Kali, Panen Dua kali, yang dicanangkan pihak Pemerintah Kabupaten Toba tersebut.
Dalam sambutannya, beliau langsung menyampaikan keluhan yang dihadapi masyarakat Toba, agar dapat diatasi dan mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Ketua DPR RI, Puan Maharani, terkhusus ketersediaan pupuk dan perbaikan infrastruktur jalan.
Sesaat mengakhiri sambutannya, Bupati Toba, Ir. Poltak Sitorus sempatkan memberikan proposal permohonan, guna mendapatkan dukungan bantuan dari pihak Pemerintah Pusat melalui Ketua DPR RI, Puan Maharani, untuk segera dapat terealisasi kedepannya.
Dalam rangkaian kunjungan kerja Puan ke Kabupaten Toba, selain tanam jagung Pioner- 32, dan tabur benih varietas unggul Mekongga, beliau juga sambangi para pelaku UMKM, tenun ulos, dan produk turunannya, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Toba.

Dan, sebelum bertolak kembali ke Jakarta, bersama rombongan resmi, dengan menggunakan pesawat komersil dari bandara Silangit, Kabupaten Taput, beliau sempatkan diri sambangi para pedagang tradisional, dan berbincang singkat, tepatnya di pasar tradisional, Balerong Onan Balige.
Hadir mendampingi Ketua DPR RI, sebagai rombongan resmi, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dan Wakil Ketua, Agustina Wilujeng Pramestuti, serta hadir, anggota DPR- RI Fraksi PDI Perjuangan, Sihar Sitorus, Trimedya Panjaitan, Djarot Saiful Hidayat, Junimart Girsang, Sofyan Tan, Bob Sitepu, Riezki Aprilia, Ketua DPD I PDI Perjuangan, Provinsi Sumatera, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara, Baskami Ginting, bersama unsur DPD I lainnya, antaralain, Sarma Hutajulu, Jojor Tambunan, dan unsur Ketua dan Sekertaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Toba, Mangatas Silaen, dan Sahat Panjaitan, beserta anggota DPRD Kabupaten Toba, yakni Fauzi Sirait, Parasian Tampubolon, Frans Hendrik Tambunan, Yunior Hutapea.(GH/SIM)













