
Jakarta, SatukanIndonesia.Com -Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melakukan pengambilan sumpah atau janji Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kegiatan ini diikuti oleh 91 orang.
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim, mengajak para pegawai yang baru diambil sumpahnya untuk bekerja secara maksimal. Diharapkan mampu berinovasi dan mencoba hal-hal baru.
“Inovasi adalah kunci dari nilai-nilai Merdeka Belajar. Jika dalam perjalan melakukan inovasi ada hambatan tidak apa-apa, yang penting kita selalu melangkah ke depan dan mencoba hal-hal yang baru,” kata Nadiem.
Nadiem mengatakan, bekerja di lingkungan Kemendikbudristek akan menjadi pengalaman luar biasa. Dia memastikan, kepemimpinan di dalam Kemendikbudristek sangat transparan dan terbuka.
“Jangan takut mengambil resiko dan menyuarakan pendapat anda. Jangan takut men-challenge program-program, karena dari situ akan timbul budaya yang berfokus pada kreativitas dan inovasi,” imbuhnya.
Nadiem menyampaikan beberapa inovasi Kemendikbudristek melalui payung Merdeka Belajar, seperti penghapusan Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional (AN) serta pemberian dana bantuan ke sekolah-sekolah, program afirmasi di kepulauan seperti Papua dan Maluku. Selain itu, melalui Dana Abadi Kebudayaan, Merdeka Belajar telah memungkinkan pemberian insentif, motivasi, dan semangat kepada para seniman dan budayawan memajukan kebudayaan Indonesia.
“Betapa besarnya lompatan itu. Untuk pertama kalinya, kita mengalirkan dana ke daerah dengan metode yang membela keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Selanjutnya, lewat Kampus Merdeka, Nadiem menuturkan bahwa Kemendikbudristek membuka banyak kesempatan bagi peserta didik untuk belajar langsung di perusahaan, belajar melalui proyek sosial, mengajar di desa, atau kewirausahaan yang disetarakan hingga 20 Satuan Kredit Semester (SKS).
“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Indonesia, sekarang kampus benar-benar merdeka,” pungkasnya.(***)













