
Jakarta, SatukanIndonesia.com – Pilkada 2020 telah usai digelar 9 Desember 2020 lalu. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengklaim pelaksanaan Pilkada 2020 diwarnai berbagai keberhasilan. Selain tak didapati klaster penularan COVID-19, tingkat partisipasi pemilih juga disebut meningkat.
Mahfud menyebut, angka partisipasi pemilih meningkat dibanding saat Pilkada 2015 silam sebanyak 69,02 persen.
“Sekarang naik menjadi 75,83 persen,” kata Mahfud saat konferensi pers usai acara Refleksi dan Proyeksi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Senin (14/12/2020).
Padahal, lanjut dia, banyak pihak yang sempat meragukan keberlangsungan Pilkada di tengah pandemi COVID-19. Tingkat partisipasinya, disebut akan anjlok menjadi antara 50-55 persen.
Bahkan, pencapaian Pilkada 2020 ini diklaimnya melampaui tingkat partisipasi pemilih Pemilihan Presiden AS 2016 silam. Kata Mahfud, cuma 69 persen saat itu.
Lebih jauh, Mahfud mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan dan ikut mensyukuri keberhasilan Pilkada ini. Mereka yang selalu mengingatkan agar pemilihan kepala daerah harus mengikuti protokol pencegahan penularan COVID-19.
“Tahapan masih akan berlangsung, saya atau kami tadi bersepakat supaya KPU, Bawaslu, Forkompimda terus bekerja agar tetap tertib sampai penghitungan selesai. Kalau bisa sampai kalau perlu nanti kalau ada yang mau ke MK, dipersilakan,” pungkasnya. (*)













