
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Forum Perjuangan Masyarakat (Forpemas) Kecamatan Habinsaran, Borbor dan Nassau (Habornas), Kabupaten Toba, Sumatera Utara, menggelar aksi damai di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat. Mereka mengancam tidak akan mengikuti Pemilu 2024 jika jalan di wilayahnya tak segera diperbaiki.
Puluhan tahun warga di Kecamatan Habinsaran, Borbor dan Nassau (Habornas), Kabupaten Toba, Sumatera Utara tidak memiliki akses jalanan yang mulus.
Akibat jalanan rusak sepanjang 60 Km, mereka tidak bisa menjual hasil panen sayuran dan buah-buahan ke kota.
Ketua Forum Perjuangan Masyarakat (Fopermas) Habornas, Parasman Pasaribu merasa kecewa dengan Presiden Joko Widodo.
Padahal, warga di sana memilih Joko Widodo menjadi Presiden RI dan memenangkan dua priode.
“Jika jalanan di sana belum diperbaiki juga, kami akan abstain dari Pemilu 2024 nanti,” kata Parasman di Monas, Jakarta Pusat, usai unjuk rasa, sebagaimana dilansir TribunNews.com, Kamis (27/7/2023).
Menurutnya, jumlah penduduk di tiga kecamatan Kabupaten Toba tersebut mencapai 550 ribu jiwa.
Sedangkan yang memiliki hak suara untuk ikut pencoblosan di Pemilu 2024 mendatang sebanyak 230 ribu jiwa.
“Kami pastikan warga Habornas tidak akan ikut pesta pemilihan yang akan datang,” ungkapnya.
Sebelumnya, Forum Perjuangan Masyarakat (Forpemas) Kecamatan Habinsaran, Borbor dan Nassau (Habornas) menggelar aksi damai di depan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (27/7/2023).
Mereka menuntut agar Presiden Joko Widodo segera blusukan ke tiga kecamatan tersebut guna melihat langsung kondisi jalanan provinsi yang sudah 21 tahun rusak.
Ketua Forpemas Habornas, Parasman Pasaribu menjelaskan, jalanan yang rusak di tiga kecamatan tersebut mencapai 60 Km.
Padahal jalanan itu merupakan akses utama Provinsi Sumatera hingga menghubungkan menuju ke Bandara Sibolga-Silangit sampai ke Provinsi Riau.
“Pak Jokowi, perhatikan kami yang ada di Kecamatan Hanbisaran, Borbor dan Nassau, Kabupaten Toba, Sumatera Utara,” ujarnya di depan Monas.
Akibat jalanan rusak, banyak anak sekolah yang jatuh dan mengalami kecelakaan hingga terluka di beberapa bagian tubuhnya.
Selain sering terjadi kecelakaan, warga di tiga kecamatan tersebut yang rata-rata petani tidak bisa menjual hasil buminya ke daerah lain.
“Kami minta pak Jokowi memerintahkan Menteri PUPR untuk segera perbaiki jalan tersebut. Karena jalan itu bisa memperpendek jarak Provinsi Riau menuju lokasi wisata Danau Toba dan Pantai Asahan,” katanya. (***)













