
Oleh: Gurgur Manurung
Salah satu hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sangat menarik untuk disimak adalah Pilkada Samosir. Rakyat Samosir menjatuhkan pilihannya kepada seorang kandidat Bupati milenial di usia 29 tahun. Bupati milenial itu adalah Vandico Timoteus Gultom.
Vandico Timotius Gultom dengan pasangannya Martua Sitanggang yang dikenal dengan Vantas mengalahkan petahana Rapidin Simbolon dengan Juang Sinaga dan seorang pensiunan perwira Tinggi TNI Laksamana Marhuale Simbolon dengan Guntur Sinaga.
Apa kelebihan Bupati milenial itu dan bagimana kinerjanya setelah 100 hari dilantik menjadi Bupati Samosir? Benarkah Bupati milenial itu dibawah bayang-bayang ayahnya Ober Gultom yang birokrat ulung itu?
Baca juga: Megawati Siap Pasang Badan untuk Jokowi

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan bahwa pemenang Pilkada di Kabupaten Samosir tahun 2020 adalah Vantas kemudian Pasangan Rap berjuang menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).
MK memutuskan gugatan Rap berjuang ditolak. Vantas dilantik 26 April 202 dan jika dihitung hari ini sekitar 100 hari kerja. Apa yang dikerjakan selama 100 hari kerja?
Di awal kerja Vandico Timotius Gultom langsung membuat sistem pengelolaan proyek dengan online atau dikenal dengan digitalisasi, sistem online merupakan sistem terbaik saat ini.
Dengan sistem online ada beberapa yang kecewa termasuk mereka yang merasa berkontribusi memenangkan Vandico, waluapun ada yang protes, sistem online terus dilanjutkan.
Kritik lain adalah bahwa online bisa diatur juga. Pertanyaan nya adalah apakah ada sistem terbaik selain online? bukankah online membuat semua terbuka? Apakah ada perusahaan yang mendapatkan proyek tidak layak atau tidak memenuhi kriteria? Atau, apakah ada perusahaan yang sangat layak tidak mendaptkan proyek sesuai kriteria? Baca juga: Momen Saling Puji Jokowi-Megawati Jadi Sorotan Publik

Jika kita jujur dan objektif harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan rasional, di era digital ini tidak lagi ada menang proyek karena kedekatan dengan kekuasaan karena terbuka ke pada publik.
Dekat dengan kekuasaan itu sah tetapi jika ikut bermain proyek perusaahan yang akan ikut proyek harus sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh panitia.
Kriteria jelas dan terbuka untuk umum, publik dapat menilai dengan baik jika dekat dengan kekuasaan atau merasa berkontribusi memenangkan kekuasaan alias terlibat tim sukses maka satu-satunya jalan adalah memperbaiki perusahaan kita jika ikut berkompetisi untuk memenangkan proyek.
Keberanian digitalisasi proyek adalah langkah yang sangat baik untuk membangun Samosir.
Langkah penting yang sudah dilakukan diawal bekerja adalah rencana perampingan birokrasi. Perampingan birokrasi dengan istilah birokrasi yang ramping kaya fungsi.
Vandico lebih memilih efisiensi dan efektifitas kinerja birokrasi, saya mendengar bahwa dinas pangan akan disatukan dengan dinas pertanian. Rencana ini sangat tepat karena pangan merupakan hasil produk pertanian.
Jika dinas pertanian baik maka secara otomatis pangan akan baik karena itu penggabungan dinas pertanian dan pangan sangatlah tepat.
Demikian juga penggabungan dinas perpustakaan, dinas pemuda dan olah raga di integrasikan dengan dinas Pendidikan sangatlah tepat. Di era digital ini program kerja harus terintegratif.
Baca juga: Komnas HAM Didesak, Minta Kasus Munir Ditetapkan sebagai Pelanggaran HAM Berat

Program yang terintegrasi akan meminimalisasi ego sektoral antar dinas. Paradigma program dan integrasi lembaga dengan cara perampingan sangat baik. Integrasi ini akan mengakibatkan program di dinas dinas akan berjalan dengan baik.
Birokrasi akan bergerak lincah, kelincahan ini lah yang mengakibatkan efisisensi dan efektifitas birokrasi untuk melayani rakyat Samosir.
Di awal kepemimpinannya, Bupati milenial Vandico Timotius Gultom memberikan pupuk organik dan bibit bawang ke petani.
Diharapkan kedepan para petani dilatih untuk membuat pupuk organic di setiap desa dan juga dilatih untuk menghasilkan bibit bawang, jagung, dan semua jenis tanaman yang dibutuhkan masyarakat.
Selama ini bibit yang digunakan petani telah dikuasai kaum kapitalis. Kemampuan petani untuk membuat pupuk organikpun sangat penting mengingat keterbatasan pupuk kimia.
Apa lagi pupuk kimia tidak baik bagi masa depan kesuburan tanah, jika pelatihan pupuk organik diikuti pelatihan pembuatan bibit unggul berbagai jenis bibit tanaman yang dibutuhkan petani Samosir makarakyat Samosir terus bekerja semangat dengan harapan besar dan konkrit. Ketersediaan pupuk dan bibit menjadi kebutuhan dasar bagi petani.
Penataan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dituangkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang nantinya akan disahkan bulan Oktober 2021 diharapkan diikuti oleh orang yang tepat.
OPD yang ramping kaya fungsi jika diikuti program yang terintegrasi akan menghasilkan pelayanan yang optimal bagi rakyat Samosir.
Untuk mendapatkan orang yang tepat akan dilakukan asesmen melalui panitia seleksi (Pansel), langkah ini sangat strategis dan objektif, langkah ini menjadi salah satu jawaban atas janji kampanye yaitu perubahan pelayanan bagi rakyat Samosir. Baca juga: Bamsoet Tegaskan Amendemen UUD 1945 Tidak Akan Buka Kotak Pandora

Program infrastruktur yang dilakukan adalah pengerasan badan jalan dengan batu dan pasir di desa-desa, di Kecamatan Ronggurnihuta, desa Parbaba Dolok di Kecamatan Pangururan, di desa Sitao tao Kecamatan Sianjurmula mula.
Perbaikan jalan ini sangat strategis untuk roda ekonomi rakyat dan menjangkau kebutuhan seluruh rakyat.
Tulisan ini sejatinya memaparkan program-program di setiap bidang seperti bidang pertanian yang telah melakukan penanaman bibit kopi atas program dana partisipatif starbucks farmer.
Pola kerja sama ini sangat baik karena bekerja sesuai kebutuhan pasar, bercocok tanam sesuai kebutuhan pasar merupakan idaman para petani dan pergumulan para pengamat selama ini.
Kualitas hasil pertanian sesuai kebutuhan kualitas pasar menjadi kunci sukses petani, terobosan ini sangat baik karena akan menjadikan pertanian yang berkelanjutan.
Diharapkan model ini berlaku bagi budidaya ikan, budidaya berbagai macam ternak, petani bekerja dengan pasar yang jelas menjadi dambaan setiap petani.
Program pendidikan sudah dilakukanya itu pemberian berupa beasiswa bagi siswa yang membutuhkan, di bidang kesehatan tentu saja sudah dilakukan berbagai upaya.
Di masa pandemic kunci sukses terhindar dari Covid 19 adalah kesadaran penduk untuk tidak berkerumun (tidak melakukan pesta/perayaan, mengurangi berkumpul di kedai-kedai).
Program atau strategi pemerintah memang penting menyiasati Covid 19 tetapi kunci utama dan paling utama ada di kesadaran masayarakat.
Jumlah penduduk Samosir yang termasuk kecil dan letak Samosir dikelilingi Danau Toba sejatinya sangat mudah mengatasi Covid 19 jika semua pihak memiliki kesadaran.
Kita menyadari bahwa hampir semua Rumah Sakit (RS) di Indonesia bahkan di dunia kewalahan menghadapi pasien Covid 19.
Tidak ada obat atau kekurangan obat menjadi berita setiap hari kita dengar, tanpa membela pemerintah Kabupaten Samosir, kita harus menyadari itu secara objektif.
Kekurangan obat, kurang terampilnya medis, perilaku masyarakat menyempurnakan permasalahan Covid 19.
Karena itu, saya hanya bisa mengajak agar semua kita sadar. Pemkab Samosir telah berupaya, termasuk meminta bantuan pusat.
Semua daya upaya Pemkab yang dipimpin Bupati milenial itu tak bermakna jika semua kita tida ksadar, melihat kinerja Bupati milenial Samosir yang sangat substantif dan energik, kita berharap kedepan Bupati milenial ini betul-betul melakukan perubahan secara nyata.
Kinerja 100 hari begitu banyak yang akan ditulis, melihat energik dan substantifnya kinerjanya, dibutuhkan kritik yang tajam penuh makna. Baca juga: Luhut Minta Aplikasi Pedulilindungi Diperbaiki, Akibat Sering Eror

Tentu saja kritik yang substantive dan tidak boleh ada hominem, kiranya Bupati milenial Vandico Timotius Gultom menjadi pionir pemimpin muda yang menjadi teladan bagi Indonesia.
Selamat berkarya Bupati milenial Indonesia Merdeka.
Penulis merupakan Peneliti Senior Indonesia Democracy Watch (IDW)/Alumni S-2 IPB Jurusan Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan.













