
Jakarta, SatukanIndonesia.Com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dinilai tidak serius dalam mengatasi kelangkaan dan tingginya harga minyak goreng (migor) di Tanah Air. Kemendag juga dianggap tidak bersungguh-sungguh mengusut kasus mafia minyak goreng.
Hal itu diutarakan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman usai mengikuti persidangan gugatan praperadilan di PN Jakarta Pusat, dengan tergugat Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi.
Sebelumnya diketahui bahwa MAKI melayangkan gugatan praperadilan terhadap Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dalam kasus tidak adanya penetapan tersangka mafia minyak goreng.
Terkait sidang gugatan praperadilan yang digelar hari ini, diketahui bahwa Kementerian Perdagangan tidak siap menjawab pertanyaan yang diajukan dalam persidangan.
Selain itu, ujar Boyamin, Kemenag telah bersikap tidak profesional karena tidak hadir pada sidang perdana yang diajukan pihaknya.
“Kami kecewa dan berharap minggu depan mereka (Kementerian Perdagangan) betul-betul siap menjawab di persidangan,” kata Boyamin Saiman.
“Katanya mereka akan tegas menetapkan tersangka sehingga sakit hati rakyat mengantre minyak goreng terobati, tapi sampai sekarang juga tidak ada,” ujarnya, dikutip dari Antara pada Senin, 11 April 2022.
Boyamin menambahkan, kekecewaan MAKI juga didasari dengan pernyataan menteri perdagangan saat berbicara di hadapan DPR pada 18 Maret 2022 yang merasa sangat yakin dengan penetapan tersangka mafia minyak goreng yang didukung dengan dokumen dan data.
“Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada penetapan tersangka,” katanya.
MAKI selaku pihak penggugat menilai dengan dilayangkannya praperadilan terhadap menteri perdagangan maka pihak kemendag segera menetapkan tersangka mafia minyak goreng . Jika hal itu terwujud, ujar Boyamin, maka MAKI siap mencabut gugatan yang diajukan.
Atas dasar itu, MAKI melayangkan gugatan praperadilan ini dan berharap tidak ada lagi menteri yang melakukan hal yang sama. Sebab, Maki menilai tindakan itu sama saja menipu masyarakat.
“Terpaksa saya mengulang-ulang tidak layak jadi menteri ya dicopot saja,” ujarnya.(***)













